Suami Sandra Dewi Ditahan Terkait Kasus Korupsi

Suami dari artis Sandra Dewi, Harvey Moeis ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba, Jakarta Selatan, setelah Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengelolaan tata niaga timah di wilayah izin usaha pertambangan (IUP) PT Timah Tbk.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Kuntadi, mengatakan Harvey berperan dalam melobi sejumlah perusahaan untuk menyetujui penambangan ilegal. Pada tahun 2018 hingga 2019, Harvey disebut menghubungi Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk yang kini juga ditetapkan sebagai tersangka.

“Tujuannya untuk mengakomodasi penambangan timah ilegal di kawasan IUP PT Timah Tbk.” Ucap Kuntadi di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan.

Kejagung menyebut Harvey memberi instruksi agar perusahaan-perusahaan pemilik smelter menyisihkan keuntungan dari penjualan bijih timah yang dibeli PT Timah Tbk. Dana yang terkumpul, sebut Kejagung, lalu dinikmati Harvey dan para tersangka lainnya.

“Tersangka HM menginstruksikan kepada para pemilik smelter tersebut untuk mengeluarkan keuntungan bagi tersangka sendiri, maupun para tersangka lain yang telah ditahan sebelumnya, dengan dalih dana corporate social responsibility (CSR) kepada tersangka HM melalui PT QSE yang difasilitasi oleh Tersangka HLN.” Ujar Kuntadi di Gedung Kartika Jampidmil Kejagung, Jakarta Selatan.

Terkait jumlah kerugian negara, Kuntadi belum bisa menjelaskan. Demikian pula dengan berapa uang CSR dari PT QSE yang mengalir dalam kasus itu.

“Masih proses penghitungan. CSR hanya dalih,” Ucap Kuntadi di Kantor Kejagung, Jakarta Selatan.

Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana mengungkapkan bahwa kerugian negara dalam korupsi PT Timah di Bangka Belitung mencapai Rp 271 triliun. Adapun sejak akhir Januari 2024, jaksa telah menyita puluhan alat berat milik CV Venus Inti Perkasa (VIP) sebagai barang bukti.

“Kerugian negara dan lingkungan akibat kejahatan itu ditaksir hingga Rp 271 triliun.” Ujar Ketut.

Sementara itu, pakar lingkungan Bambang Hero Saharjo mengaku pernah diminta Kejagung untuk mengkaji kerugian negara akibat aktivitas tambang timah tanpa izin di Bangka Belitung. Dia turut menggandeng sejawatnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) University, yaitu Guru Besar Ilmu Ekologi Hutan Basuki Haris.

Keduanya menganalisis kerugian negara secara ekonomi dan ekologi akibat penambangan ilegal melalui citra satelit sepanjang 2015-2022. Mereka juga menggelar pemantauan lapangan.

“Kami terkejut, terdapat ratusan perusahaan yang beroperasi di balik kasus ini.” Ucap Bambang.

Sandra Dewi pernah mengungkap kedermawanan sang suami. Hal itu diungkapkan Sandra saat menjadi bintang tamu di YouTube Daniel Mananta Network yang tayang 26 September 2020 lalu.

Saat itu, Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid-19, dan diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Dengan adanya kebijakan itu, Harvey yang biasanya selalu pergi ke kantor setiap Senin-Jumat, menjadi bekerja dari rumah.

Dari situlah akhirnya Sandra mengetahui perilaku suaminya yang kerap membantu orang. Apalagi saat pandemi Covid-19, kata Sandra, banyak orang yang menghubungi Harvey untuk meminta bantuan. Sandra pun sampai dibuat terkejut dengan nominal uang bantuan yang diberikan sang suami.

“Kan lagi banyak orang minta bantuan, kayak minta kerjaan, kemudian rumah sakit-rumah sakit minta bantuan. Kadang-kadang dia, misalnya segini, haaah aku bilang banyak banget, kita besok-besok makan apa.” Ucap Sandra.

Diakui Sandra, ia tidak terlalu ikut campur soal pekerjaan sang suami.

“Kadang-kadang kalau dia di kantor, mungkin gue gak tahu dia biasanya beramal sama siapa, kalau di rumah kan gue jadi tahu. Wah ada yang telepon minta bantuan apa, gue jadi tahu, kayak hah gila banyak banget.” Ungkap Sandra.

Kepada Daniel, Sandra pernah mengingatkan Harvey untuk menyadari mereka memerlukan banyak biaya untuk menghidupi dua anak laki-lakinya.

“Gue sering banget ngingetin ke dia kalau beramal tuh inget-inget punya anak dua, anak kita cowok,” tandas Sandra. Hal kayak gitu pun gue jadi tahu, dia banyak nolongin orang.” Pungkas Sandra.