Artis Jepang Hana Kuraki Ditemukan Meninggal Dunia

Artis asal Jepang Hana Kuraki ditemukan meninggal dunia pada usia 25 tahun di sebuah apartemen kawasan Kabukicho, Tokyo, pada Hari Sabtu, 12 September 2026. Pihak kepolisian setempat saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengusut penyebab kematian wanita tersebut.

Kabar duka ini pertama kali dikonfirmasi oleh seorang pemilik klub bernama Sakito. Dilansir dari Tokyo Reporter, lokasi penemuan jenazah merupakan unit apartemen yang disewa atas nama Shota Taira, seorang host grup L’s Collection yang juga merupakan mantan kekasih korban. Pengusaha klub tersebut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas insiden tragis yang menimpa wanita kelahiran Kanagawa itu melalui media sosial.

“Saya sangat sedih dan terpukul mendengar kabar meninggalnya Hana Kuraki. Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang tulus.” Tulis Sakito di media sosial X.

Melalui unggahan yang sama, ia membeberkan kronologi penemuan jenazah untuk mengklarifikasi berbagai spekulasi. Sakito menjelaskan bahwa rekan Hana yang pertama kali menemukan kondisi korban, lalu segera menghubungi dirinya agar mendatangi lokasi.

Setibanya di apartemen, ia berupaya menghubungi Taira selaku penyewa unit. Namun, mantan kekasih korban mengaku sedang berada dalam sebuah pertemuan dan baru bisa tiba sekitar dua jam kemudian sehingga Sakito yang berurusan langsung dengan penyidik kepolisian di tempat kejadian perkara.

Sebelum insiden ini terjadi, korban sempat membagikan kisah pribadi terkait dinamika hubungannya dengan Taira. Sakito mengungkapkan rasa kecewa atas respons Taira pasca-kejadian, sekaligus menghimbau publik agar menjaga perasaan keluarga yang ditinggalkan.

“Aku berdoa demi terwujudnya dunia di mana orang-orang yang mendominasi melalui kekerasan dan memojokkan orang lain seperti ini tidak lagi ada.” Ungkap Saito.

Agensi mengonfirmasi kematian Hana Kuraki menyusul sejumlah kabar terkait kematian perempuan itu yang beredar di internet beberapa hari terakhir. Dalam pernyataannya, agensi T-Powers yang menaungi Kuraki juga mengucapkan rasa duka mendalam dan penyesalan atas beredarnya kabar tersebut.

Hana Kuraki sebelumnya disebut meninggal dunia setelah mengakhiri hidupnya sendiri. Sejak 12 September, ia disebut memutuskan hal tersebut setelah terlibat permasalahan dengan sejumlah individu-individu tertentu.

Menanggapi spekulasi tersebut, pihak agensi menyatakan mereka menanggapi informasi yang belum terverifikasi itu dengan sangat serius.

“Memikirkan betapa dalamnya rasa sakit dan penderitaan yang ia alami semasa hidupnya sungguh menyayat hati. Pada saat yang sama, kami merasakan kemarahan yang mendalam atas serangkaian tindakan ini.” Ucap agensi.

T-Powers juga mengatakan mereka sedang berupaya memahami situasi ini secara saksama dan akan berkoordinasi dengan pihak berwenang terkait langkah yang tepat berikutnya. Agensi itu juga mengatakan akan mempertimbangkan dengan hati-hati apakah akan merilis rincian lebih lanjut mengenai kematiannya atau mengenai individu-individu tertentu yang terlibat.

Di tengah kabar duka tersebut, muncul sebuah memo yang diduga ditinggalkan sebelum kematiannya dan kini ramai beredar di media sosial. Menurut laporan lokal yang beredar, dilansir The Chosun Daily, Hana Kuraki ditemukan meninggal dunia di apartemen Shota Taira, seorang mantan kekasih yang diketahui berafiliasi dengan klub host terkenal Elcore. Penyebab pasti kematian Hana hingga kini belum diungkapkan kepada publik.

Situasi semakin menjadi perhatian setelah memo yang disebut-sebut ditulis Hana sebelum meninggal beredar luas di media sosial. Isi memo tersebut memuat sejumlah tuduhan serius mengenai hubungan Hana dengan Shota Taira. Namun, keaslian memo tersebut maupun seluruh informasi yang tercantum di dalamnya belum dapat dipastikan secara independen.

Dalam memo yang beredar, Hana disebut pernah mengalami sejumlah persoalan dengan Shota. Salah satu peristiwa yang disebut terjadi pada November 2025. Shota diduga masuk ke kediaman Hana menggunakan kunci dan membawa sejumlah barang berharga. Sebulan kemudian, pada Desember 2025, ia disebut kembali berurusan dengan hukum setelah diduga melakukan penyerangan dan pencurian terhadap Hana.

Dalam memo tersebut juga disebutkan bahwa Hana sempat menolak menyelesaikan perkara secara damai. Namun, menurut isi memo yang beredar, ayah Shota kemudian diduga memberikan ancaman. Hana akhirnya disebut memilih menyetujui penyelesaian perkara karena khawatir persoalan tersebut berdampak terhadap aktivitas profesionalnya. Akan tetapi, memo itu menyebut kesepakatan yang telah dibuat kemudian tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Peristiwa lain yang kembali menjadi sorotan berkaitan dengan insiden kendaraan pada Mei 2026. Berdasarkan isi memo yang beredar, Shota disebut mendatangi kediaman Hana setelah mengetahui rencana perpisahan mereka. Dalam kejadian tersebut, ia diduga mengambil dua unit iPhone milik Hana secara paksa dan kemudian meninggalkan lokasi menggunakan mobil Maybach.

Hana disebut berusaha menghentikan Shota. Namun, dalam proses tersebut, ia diduga terseret kendaraan hingga mengalami luka serius pada bagian wajah dan rahang. Peristiwa tersebut kemudian disebut sebagai insiden tabrak lari pada Juni. Meski demikian, detail mengenai kejadian tersebut masih berdasarkan informasi yang terdapat dalam memo yang beredar dan belum dikonfirmasi secara resmi.

Hana Kuraki lahir pada 2001. Ia mulai berkarier di industri hiburan pada 2024 dan dalam waktu relatif singkat mendapat perhatian berkat penampilan serta popularitasnya. Kabar kematiannya pun sontak memicu berbagai reaksi di media sosial Jepang. Nama Hana menjadi perbincangan luas, terlebih setelah munculnya memo yang diduga berisi kisah mengenai hubungan pribadinya dengan Shota Taira. Hingga kini, publik masih menantikan keterangan resmi dari pihak keluarga, agensi, maupun kepolisian terkait penyebab kematian Hana serta kebenaran informasi yang beredar di media sosial.