Putra Sulung Doyok Meninggal Dunia

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air.  Anak pertama komedian senior Doyok, Rolly, meninggal dunia pada Sabtu 31 Juli 2021 pukul 21.00 WIB.  Kabar duka itu pun dibenarkan oleh Doyok.

“Iya betul (meninggal dunia),” ujar Doyok.

Komedian Doyok memiliki firasat sebelum anaknya meninggal dunia. Sudah beberapa hari terakhir, ia tidak bisa tidur nyenyak sebelum sang anak berpulang ke hadapan Sang Pencipta.  Hal itu terjadi karena beberapa hari sebelumnya ada yang memimpikan Doyok sakit. Ia langsung memberitahu sang komedian soal mimpinya tersebut.

”Kalau firasat memang sejak semalam saya nggak bisa tidur. Kebetulan teman saya yang kerja di salon itu, cowok, nggak tahu siapa namanya itu dia yang biasa nanganin saya, waktu saya nyemir kemarin sebelum syuting Lapor Pak hari Selasa dia cerita,” kata Doyok.

”Pak Doyok, kemarin saya mau telepon ibu atau gimana. Pak Doyok saya mimpi sakit Pak Doyoknya. Orang salon ini cowok. Cuma saya udah nggak enak tidur ini,” ucap Doyok.

Karena hal tersebut, Doyok beberapa kali mendatangi anak pertamanya itu. Ia selalu memberikan uang untuk Rolly berobat. ”Jadi saya kalau pulang olahraga badminton dari Senayan langsung ke rumah lama, langsung kasih biaya lagi ke dia (Rolly) buat berobat, beli vitamin segala macam gitu,” ujar Doyok.

Diketahui kondisi Rolly semakin menurun sejak satu bulan tarakhir. Kondisinya semakin buruk sejak satu minggu sebelum Rolly meninggal dunia.

“Nggak ada (pesan terakhir), sudah nggak bisa ngomong dianya seminggu yang lalu,” tutur Doyok.

Rolly menghembuskan nafas terakhir setelah dinyatakan positif Covid-19.

Kata Doyok, awalnya anaknya merasa kesakitan, namun Doyok mengira itu hanya sakit asam lambung.

Putra sulung komedian Doyok, Rolly meninggal dunia tadi malam sekira pukul 21.00 WIB. Ia meninggal dunia akibat Covid-19 yang tidak diketahui sebelumnya.

“Waduh ya sekarang kita ikutin prokes aja, ternyata di swab positif (covid-19), nggak ketahuan,” ucap Doyok.

Doyok mengaku putranya itu tidak mengalami gejala virus corona. Ia hanya mengira sakit lambung putranya kambuh seperti biasa.

“Sakit biasa aja. Bukan meriang apa, dia kan ada sakit asam lambung, sudah hampir sebulan,” tuturnya.

Putra sulungnya itu disebut hanya mual muntah saja. Ia juga tidak nafsu makan karena saat makan selalu muntah.

“Nggak ada (gejala lain) asam lambung aja, makan muntah makan muntah, gitu-gitu aja,” jelasnya.

Walau demikian, putranya selama ini tidak mau berobat ke rumah sakit. Selama ini ia hanya berobat jalan karena takut dengan Covid-19.

“Iya nggak lama ngasih biaya lagi buat berobat beli obat vitamin segala macam. Anaknya tuh nggak mau, takut kalau dibawa ke rumah sakit takut covid katanya gitu,” tutur Doyok.

Sang ayah, Doyok menceritakan momen sebelum Rolly menghembuskan nafas terakhirnya. Diakui Doyok, sang anak sempat marah dan menolak dibawa ke rumah sakit.

“Anaknya itu nggak mau, ngamuk, takutnya Covid katanya gitu. Serba salah,” ujar Doyok,

“Meninggal di rumah waktu masih kondisi mendingan. Dia nggak mau dibawa ke rumah sakit,” tambahnya.

“Ngomongnya gitu terus, dia sudah down duluan. Saya kan nengok rumah itu seminggu dua kali pulang bulutangkis saya nengok,” lanjutnya.

Doyok mengaku sempat dilarang oleh anaknya untuk mendekat sebelum pergi untuk selamanya. Dirinya pun kini mengaku sudah ikhlas ditinggal Rolly.

“Saya nggak boleh dekat, saya di luar, nggak boleh masuk. (Tabah) Amin, amin. Kebetulan juga teman saya, grup saya Ali Nurdin anaknya meninggal tiga hari kemudian, beda jantung ya umurnya sama Andik sama Rolly itu,” pungkasnya.

Kondisi kesehatan Rolly yang berusia 43 tahun tersebut mulanya turun akibat asam lambung yang kambuh. Saat itu, ia beristirahat di rumah, dan tidak ada gejala Covid-19. Namun, setelah melakukan tes swab, Rolly dinyatakan positif terpapar Covid-19.

“Ya kaget (keluarga), setelah diswab di rumah sakit (positif ternyata),” lanjut Doyok.

Sejak seminggu ke belakang, Doyok mengaku sudah tidak dapat berkomunikasi dengan sang anak. Almarhum Rolly sudah sulit berkomunikasi, setelah sebelumnya sulit untuk makan.

“Nggak ada (pesan terakhir), sudah nggak bisa ngomong dianya seminggu yang lalu,” ujar Doyok.

Tidak ingin larut dalam kesedihan, komedian berusia 66 tahun ini menghibur diri dengan bermain bulu tangkis. Awalnya Doyok mengatakan jika selama ini dirinya rutin bermain bulu tangkis setiap hari Selasa dan Jumat.

Lebih lanjut, Doyok mejelaskan jika kegiatan yang dilakukan bersama teman-temannya itu membuat dirinya lebih bersemangat. Saat disinggung soal kepergian sang anak, Doyok mengaku bulu tangkis adalah caranya menghibur diri.

“Ini lah cara saya menghibur diri karena tiga hari yang lalu kan saya ditinggal anak saya Rolly, jatuh sakit,” kata Doyok.

Selain itu ia merasa sudah ikhlas karena usia seseorang ada ditangan Tuhan. Meski kehilangan sang putra, Doyok rupanya tidam ingin kondisi kesehatannya juga terganggu.

“Jadi saya jangan sampai drop,” imbuhnya.

Sementara itu ia merasa sudah sangat iklhas karena sudah melakukan yang terbaik bagi Rolly.

“Sangat ikhlas sekali, karena apa? Kita udah upaya tapi kehendak Allah lain kan,” tandasnya.

Terakhir, Doyok mengungkap doa terbaik untuk Rolly.

“Mudah-mudahan amal ibadahnya dan dosa-dosanya dimaafkan, diampuni oleh Tuhan yang Maha Esa,” ungkapnya.