Komedian Murfi Sembako Meninggal Dunia

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan Tanah Air. Salah satu komedian tanah air, Murfi Sembako meninggal dunia, pada hari ini, Jumat 29 Januari 2021. Sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, Murfi Sembako sempat menjalani perawatan karena penyakit jantung.
Kabar meninggalnya komedian dengan nama asli Murfi Hidayat ini, disampaikan oleh rekan satu grup lawaknya, Yadi Sembako melalui akun Instagramnya.
“Innalilahi wainna illahi rajiun. Selamat jalan saudaraku Murfi Hidayat (Murfi Sembako) Bin Syafei pada hari ini, Jumat 29 Januari 2021,” tulis Yadi Sembako.
Dijelaskan Yadi Sembako, rekan sejawatnya itu meninggal di Rumah Sakit Pelni, Petamburan, Jakarta, pukul 14.49 WIB, Jumat ini.
“Jenazah di rumah sakit PELNI petamburan jakarta,” tulis Yadi.
Sebelum Murfi Sembako meninggal dunia, Yadi Sembako sempat mengunggah kondisi sahabatnya saat sedang terbaring lemah di rumah sakit. Di foto yang diunggah Yadi itu, tampak Murfi Sembako mengenakan baju pasien sedang tidak sadarkan diri. Pada mulutnya terpasang alat bantu pernapasan.
“Syafakilah murfi hidayat (murfi sembako) mohon doa temen2 dan ke iklasannya untuk kirimkan fatehah buat murfi hidayat bin syafei,” tulis Yadi
Beberapa selebritas mengirimkan doa untuk kesembuhan Murfi, antara lain aktor, Ali Zainal dan penyanyi, Camelia Putri. “Ya Allah Bang Murfi, Al Fateha semoga diangkat segala penyakitnya, aamin yarobb,” tulis Camelia.
Pelawak Kiwil turut membenarkan perihal kabar meninggal Murfi Sembako.
“Saya dapat kabar meninggal Murfi Sembako setelah jumatan tadi,” kata Kiwil saat dihubungi lewat telepon, Jumat sore.
Istri Murfi, Yanti mengungkapkan penyebab sang suami meninggal dunia. Ternyata, Murfi sudah lama menderita penyakit jantung.
“(Meninggal karena) jantung saja. Bukan karena Covid,” tegas Yanti.
Yanti pun menjelaskan bahwa sebelum menjalani perawatan, Murfi telah menjalani swab tes. Hasil dari swab tes tersebut menyatakan Murfi negatif terinfeksi covid-19.
“Sebelum masuk rumah sakit HCU kita sudah tes Covid. Jadi karena jantung katup jantung bocor,” imbuhnya.
Murfi Sembako telah menderita penyakit jantung sejak tahun 2007 lalu dan penyakitnya kadang kali kambuh.
“Sudah dari tahun 2007, sudah suka kambuh. Kayaknya yang sekarang yang sudah lebih parah,” ungkapnya.
Semasa hidupnya, Murfi merupakan sosok yang tidak pernah mengeluh akan penyakit yang dideritanya. Menurut Yanti, Murfi selalu menyimpan sendiri rasa sakit yang dirasakannya. Bahkan, menjelang ajal menjemput Murfi juga tidak mengucapkan pesan terakhir untuk keluarga yang ditinggalkan.
“Nggak (ada) sih (pesan-pesan terakhir). Kalau Murfi itu sakit nggak pernah cerita sama teman-temannya,” pungkasnya.
Pelawak Kiwil ikut berduka dengan meninggalnya sang sahabat, komedian Murfi Sembako. Kiwil mengenang, almarhum adalah sosok yang baik kepada semua orang.
“Semuanya sih, semuanya bagus pokoknya. Murfi baiklah. Baik dan bersahaja dengan teman-teman semua,” ujar Kiwil saat dihubungi via telepon.
Kiwil mengaku sempat berkomunikasi dengan Murfi Sembako sebelum meninggal dunia. Saat itu, almarhum memberikan pesan kepadanya agar selalu menjaga kesehatannya.
“Kemarin terakhir, sekitar seminggu yang lalu lah sebelum beliau wafat. Beliau telepon saya,” ucap Kiwil.
“(Pesannya) Cuma jaga-jaga kesehatan aja. Jangan berpikir macam-macam yang penting sehat-sehat. Itu aja yang dibicarakan sama almarhum,” kata Kiwil melanjutkan.
Tidak banyak hal yang bisa dilakukan Kiwil saat ini. Sebab saat ini ia tengah berada di luar kota. Meski begitu, ia hanya bisa mengirimkan doa kepada Murfi Sembako dari jarak jauh.
“Posisi saya kan di luar kota. Saya baru besok baru bisa hadir ke rumah almarhum. Saya Cuma bisa mendoakan mudah-mudahan khusnul khatimah,” tutur Kiwil.
Murfi Sembako bersama Yadi, dan Kiwil membuat grup Sembako untuk mengikuti lomba lawak di Radio SK. Sejak itu, mereka diajak siaran dengan honor sekadarnya. Grup ini terbilang lengkap karena karakter setiap anggotanya sangat berbeda. Sehingga bahan lawakan yang dimunculkan selalu berhasil menghibur semua kalangan.
Karier Murfi Sembako, Yadi, dan Kiwil sempat memiliki nama besar dan menjalani era keemasannya pada periode 90-an. Namun, kejayaan tersebut mulai meredup seiring memudarnya popularitas media yang mereka gunakan, radio.