Idang Rasjidi Menjalani Amputasi

Musisi jazz Indonesia, Idang Rasjidi, saat ini sedang terbaring sakit. Jilly Likumahua selaku kerabat mengonfirmasi hal itu dan mengatakan Idang Rasjidi sakit komplikasi dan tengah dirawat di rumah sakit.

“Sakitnya banyak,” kata Jilly Likumahuwa.

Menurutnya, pihak rumah sakit masih memeriksa keadaan Idang Rasjidi untuk mempertimbangkan perlu atau tidaknya tindakan amputasi karena komplikasi tersebut. Namun, ia mengaku belum mengetahui lebih lanjut mengenai hal itu.

“Harus memenuhi kriteria dulu untuk menyelamatkan melalui amputasi. Kalau belum memenuhi, masih ditangguhkan,” ucapnya.

“Jadi, dia mengalami komplikasi. Masih banyak yang harus dilihat untuk mengambil tindakan,” tutur Jilly Likumahua.

Salah satu kerabat Idang Rasjidi, Jilly Likumahuwa lewat akun Instagram pribadinya, mengabarkan setidaknya ada enam penyakit yang menggerogoti tubuh Idang Rasjidi. Keenam penyakit yang dilawan sang musisi antara lain diabetes melitus, asam urat, ginjal, pengapuran punggung, kekurangan albumin, dan protein. Akibatnya, kualitas hidup Idang Rasjidi menurun drastis.

Tim dokter merekomendasikan sejumlah tindakan medis untuk menyelamatkan Idang Rasjidi dari transfusi albumin dan protein hingga tindakan amputasi agar gula tidak menjalar ke organ tubuh yang plain.

“Karena albumin & lekositnya sangat kurang, maka akan di transfusikan 2 kantung darah A+ untuk membuat keduanya normal dan memenuhi syarat untuk diambil tindakan amputasi,” tulisnya.

“(Tindakan amputasi) untuk mencegah menjalarnya si gula menggerogoti tubuhnya karena sudah bolong di bawah kelingking kaki kirinya,” Jilly Likumahuwa membeberkan.

Beberapa jam setelah menjelaskan kondisi Idang Rasjidi di medsos, Jilly Likumahuwa mengabarkan bahwa proses transfusi berjalan lancar. Kini, Idang Rasjidi siap melangkah ke ruang operasi.

“Tadi sudah ditransfusi sedang menjalankan puasa, dan setelah magrib persiapan untuk masuk ruang operasi. Persiapan 30 menit – 1 jam. Tindakan operasi akan dilakukan,” cuitnya.

Dalam kesempatan itu, Jilly Likuwahuwa menyebut komplikasi yang menimpa Idang Rasjidi sangat berat. Namun, anak-anak hadir memberi doa sekaligus dukungan untuk ayah mereka.

“Bahagia sekali melihat anak-anak Paps Idang Rasjidi hadir. Terharu skali. Malah saya yang deg-degan please memohon dukungan doa semangatnya,” Jilly Likumahuwa mengakhiri.

Mewakili keluarga, ia meminta maaf kepada para sahabat karena Idang Rasjidi belum bisa dijenguk tatap muka. Namun, doa dan semangat dari sahabat sangat berarti bagi Idang.

Jilly Likumahuwa membantah adanya kabar yang mengatakan dua kaki Idang Rasjidi telah diamputasi.

“Itu ide ceritanya siapa ya? Sementara dokter aja ga bertindak sejauh itu,” bantahnya.

Jilly Likumahuwa minta masyarakat mendoakan dan tidak mudah termakan isu.

“Sedih banget aku membacanya. Tidak betul Pak Idang Rasjidi Di amputasi kedua kakinya,” pungkasnya.

Idang Rasjidi merupakan musisi jazz Indonesia yang dikenal dengan kemampuan bermain pianonya. Idang Rasjidi lahir di Pangkal Pinang pada 26 April 1958. Selain itu, Idang terkenal dengan permainan pianonya yang sebagai suara satu. Lalu dengan vokalnya sendiri sebagai suara dua menirukan bunyi trumpet, trombone, hingga perkusi.

Idang sudah aktif bermusik sejak tahun 1989. Idang Rasjidi merupakan musisi yang langganan tampil di festival jazz dalam negeri bahkan sejak tahun 80-an, termasuk pada Java Jazz Festival 2016 di JIExpo Kemayoran.

Saat itu, Idang Rasjidi bersama kelima anggota grup musiknya menampilkan The Messenger dan beberapa lagu lainnya. Idang tidak mau memainkan lagu-lagunya sama seperti yang ia rekam di dalam album. Ia terus berimprovisasi. Sepanjang karier, Idang Rasjidi telah merilis lima album penuh, yakni Heaven and Earth, Jazzy Christmas, Live at For Seassons, Sound of Hope, dan Sound of Truth.