Bens Leo Meninggal Dunia

Pengamat musik kondang Bens Leo meninggal dunia pada usia 69 tahun pada hari Senin pagi hari tadi, setelah berjuang melawan Covid-19 yang diderita selama beberapa hari terakhir di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.
“Telah berpulang dengan tenang menuju rumah Bapa di surga. Suami/Papa/Adik/Om/ ‘Papa Ben’ kami tercinta… Benedictus Benny Hadi Utomo (Bens Leo) dalam usia 69 tahun, pada Hari Senin, Tanggal 29 November 2021 pukul 08.24 WIB di RS Fatmawati, Jakarta,” tulis pernyataan keluarga.
Melalui pernyataan tersebut, pihak keluarga memohon kepada masyarakat untuk membuka pintu maaf atas segala kesalahan mendiang semasa hidup.
“Tanpa mengurangi rasa terima kasih atas perhatian dan penghormatan yang diberikan, demi menjaga privasi keluarga inti dan menaati protokol kesehatan Covid-19,” tulis pernyataan keluarga.
“Kami mohon kepada keluarga besar, para sahabat, dan handai taulan untuk mengantarkan beliau ke tempat peristirahatan terakhirnya dengan iringan doa dari rumah masing-masing,” lanjutnya.
Mendiang Benediktus Hadi Utomo atau biasa dikenal dengan nama Bens Leo telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Menteng Pulo, Jakarta Selatan. Prosesi pemakaman tersebut dihadiri oleh Romo yang turut memanjatkan doa untuk mendiang Bens Leo.
Selain itu, sang istri, Pauline Endang juga turut menyaksikan pemakaman sang suami di pinggir liang lahat. Pauline Endang juga turut menaburkan bunga usai prosesi pemakaman itu berlangsung. Kemudian, Pauline menyampaikan terima kasih kepada orang-orang terdekat Bens Leo yang terus mendukung suaminya di kala berjuang melawan sakit.
“Semua kerabat yang tidak pernah putus mendoakan Mas Bens dan memberikan dukungan apapun selama beliau sakit. Dan ternyata Tuhan lebih sayang kepada Mas Bens karena usahanya sudah luar biasa,” kata Pauline.
Pauline Endang juga mendoakan agar mendiang suaminya bisa tenang di sana.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada semuanya. Semoga Mas Bens bahagia di sana dan kita semua tetap menjadi sahabatnya walaupun Mas Bens sudah secara fisik tidak hadir tapi saya percaya bahwa teman-teman adalah saudara Mas Bens juga saudara saya,” tutur Pauline.
“Saya tidak akan pernah pernah merasa sendirian walaupun secara fisik Mas Bens tidak ada, tapi semua temannya sebagai saudara saya. Terima kasih untuk persaudaraan ini,” katanya lagi.
Ria, sahabat Bens Leo, mengungkapkan penyebab pengamat musik Tanah Air itu meninggal dunia. Ria memastikan Bens Leo meninggal dunia di Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, karena Covid-19. Sebelum meninggal dunia, saturasi Bens Leo menyentuh angka 74 dan akhirnya menggunakan alat bantu pernapasan.
“Iya, (meninggal dunia karena) Covid-19. Terus saturasinya turun terus sampai 74. Akhirnya pakai ventilator waktu itu,” ujar Ria yang merupakan saudara kandung Armand Maulana.
“Jadi memang setiap hari itu turun terus. Sampai waktu itu kita tahu sampai 74. Jadi dari 97 terus turun gitu,” lanjut Ria.
Bukan hanya Bens Leo, dari penuturan Ria keluarga mendiang juga dinyatakan positif Covid-19.
“Begitu masuk (RS) memang sudah sesak gitu. Mungkin Mas Bens selama ini aktif terus ke luar kota terus gitu ya. Cuma kan istrinya dokter kan, istrinya juga kena, terus anaknya juga kena juga. Tapi ya mungkin kesehatannya turun turun terus,” ujar Ria.
Sejauh ini, yang hanya Ria ketahui bahwa Bens Leo tidak memiliki penyakit bawaan.
“Enggak ada sih, mungkin karena dia kecapekan, usianya kan sudah 69 tahun kan. Tapi enggak disebut sih, sama istrinya enggak disebut,” kata Ria.
Sebelum terpapar COVID-19, pria yang dahulunya juga berprofesi sebagai jurnalis musik itu aktif bepergian ke luar kota. Hal tersebut diungkapkan oleh kerabat terdekat Bens Leo, Ria.
“Jadi sudah memang ya mungkin Mas Bens selama ini aktif, terus ke luar kota terus. Gitu ya,” ungkap Ria. Sejak aktif bepergian ke luar kota, kondisi kesehatan Bens Leo terus menurun sampai akhirnya terpapar COVID-19.
Bens Leo adalah seorang jurnalis musik dan entertainment Tanah Air. Ia juga merupakan tim awal sosialisasi Anugerah Musik Indonesia (AMI). Selain sebagai jurnalis dan pengamat musik, Bens Leo juga dikenal sebagai produser dan pencari bakat.Salah satu grup musik yang berhasil ia produseri adalah album perdana Kahitna bertajuk Verita Cinta.
Pria yang juga pernah menjadi pemimpin redaksi majalan Anita Cemerlang ini mengawali karirnya dengan aksi nekat mewawancarai angota Koes Ploes, Tonny Koeswoyo. Saat itu Bens Leo gagal masuk seleksi pendidikan AKABRI dan terlambat mendaftar pendidikan penerbangn. Ia juga sungkan meminta uang kepada ibunya yang merupakan orang tua tunggal untuk biaya kuliah.
Alhasil, Bens Leo pun pergi menemui Tonny Koeswoto yang melakukan wawancara dengan peralatan seadanya. Untungnya, Tonny menerima dengan rendah hati. Hasil wawancara itu kemudian dikirim Bens Leo ke Berita Yudha Sport & Film.
Seminggu setelahnya, artikel Bens Leo berjudul ‘Sejarah Koes Bersaudara’ dijadikan headline di surat kabar tersebut. Bens Leo pun direkrut menulis bagian Seni Budaya di koran tersebut.
Tonny Koeswoyo pun membantu Bens Leo untuk memberikan referensi narasumber. Ia menyarankan agar Bens mewawancarai Panbers. Dari hasil wawancara itu, Bens Leo mengirimkan artikelnya ke Aktuil. Tidak disangka, karirnya meroket sejak berada di Aktuil. Dari sini pula Bens mendapatkan namanya, Bens Leo.
Di tahun 1974, Bens Leo ditunjuk sebagai anggota Dewan Juri Festival Lagu Pop Indonesia. Di tahun 1976, Bens Leo menjadi satu-satunya wartawan musik Indonesia yang meliput World Popular Song Festival Tokyo, Jepang, mendampingi Guruh Soekarno Putra, Grace Simon, dan Idris Sardi.