Dalang Kondang Ki Manteb Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia pewayangan tanah air. Dalang kenamaan asal Karangpandan, Karanganyar, Jawa Tengah, Ki Manteb Sudharsono, meninggal dunia, pagi ini. Ki Manteb meninggal di rumahnya. Kabar duka tersebut disampaikan oleh Sekretaris Paguyuban Dhalang Surakarta (Padhasuka), Ki Sugeng Nugroho.
“Mas Manteb wafat pagi ini. Baru saja saya dikabari oleh Mbak Warti (istri Ki Manteb). Mas Manteb wafat di rumahnya. Ini saya sedang perjalanan ke rumah duka,” ujar Ki Sugeng.
Ki Manteb sempat di-swab antigen pada Kamis pagi kemarin dengan hasil positif Covid-19.
“Kamis pagi di-swab antigen, hasilnya positif,” kata keponakan Ki Manteb, Ade Irawan.
Ki Manteb akan dimakamkan secara protokol Covid-19 di tempat pemakaman keluarga Dukuh Suwono, Desa Doplang, Karangpandan, Karanganyar. Ki Manteb meninggalkan seorang istri bernama Suwarti (49) dan enam orang anak.
Ki Manteb sebenarnya sedang melaksanakan isolasi mandiri di rumah karena baru pulang menghadiri pentas di Jakarta. Ki Manteb berangkat ke Jakarta melalui perjalanan darat dengan menggunakan mobil pribadi. Dia ditemani istri, anak, dan sopir. Pulang dari Jakarta, Ki Manteb masih mengadakan pentas wayang secara live streaming di rumahnya pada Minggu 27 Juni 2021 kemarin.
“Kemarin pulang dari Jakarta terus pentas wayang live streaming di rumah. Karena kecapekan di rumah, panggil dokter terus diinfus. Bapak sakitnya mulai Senin,” ungkap dia.
Rencananya, Kamis malam akan dirawat ke rumah sakit setelah mengetahui hasil swab antigen positif. Lantaran rumah sakit penuh, akhirnya Ki Manteb dibawa pulang ke rumah.
“Iya, isolasi mandiri. Lha rencana tadi malam mau dibawa ke rumah sakit. Baru tadi pagi dapat rumah sakit. Mau dibawa ke sana sudah tidak ada,” ungkap pria yang juga menjabat Sekretaris Desa Doplang.
Wayang Werkudara terlihat dibawa petugas pemakaman mengiringi jenazah Ki Manteb Soedharsono ke tempat peristirahatan terakhir di Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat siang tadi.
Wayang lawas tersebut memang sengaja dibawa untuk mengiringi jenazah dalang kondang tersebut. Hal tersebut untuk memenuhi wasiat Ki Manteb Soedharsono yang diungkapkan almarhum kepada keluarganya. Wayang Werkudara merupakan wayang kesayangan milik Ki Manteb Soedharsono. Amanah dari sang ayah itu pun dijalankan keluarganya.
Saat petugas ber-APD lengkap memasukkan peti jenazah ke dalam ambulan, ada seorang petugas yang membawa wayang berukuran 1,5 meter itu. Wayang itu hanya ikut mengantarkan sampai ke tempat peristirahatan terakhirnya. Wayang jenis Werkudara memiliki warna hitam di bagian atasnya dan dibalut ornamen keemasan.
Anak pertama Ki Manteb Soedharsono, Medhot Soedarsono mengatakan ayahnya ingin ditemani bersama satu wayangnya jika dibawa ke kuburan.
“Ingin bareng sama wayang Werkudara lawas miliknya,” kata dia di rumah duka Dusun Sekiteran, Desa Doplang, Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar.
Dia tidak tahu alasan kenapa Ki Manteb Soedharsono ingin ditemani wayang Werkudara.
“Enggak tahu juga, mungkin ada keterikatan sendiri sama bapak,” ujarnya.
Dalang legenda Ki Manteb Sudarsono ternyata telah menyiapkan liang lahad sebelum dirinya meninggal dunia pada Jumat pagi sekitar pukul 09.00 WIB tadi. Makam Ki Manteb berdampingan dengan peristirahatan terakhir almarhumah istri kelimanya yakni Hj. Sri Suwarni.
Anak pertama Ki Manteb, yang juga dikenal dalang kondang asal Kabupaten Sragen, Medhot Soedarsono mengatakan, pada waktu istri kelimanya meninggal dunia, Ki Manteb langsung menyiapkan liang lahad yang ada di samping sang istri.
“Bapak sebelumnya memang sudah berpesan kepada anak-anak, nanti kalau sudah meninggal dunia dimakamkan di tempat yang sudah beliau siapkan. Sekitar tahun 2005 lalu, istri kelima bapak meninggal, di sebelah makam ibu kelima itu persis bapak bangun liang lahadnya,” kata Medhot.
Jarak antara rumah duka dengan makam hanya sekitar 1 km. Medhot mengungkapkan, keluarga tidak akan membatasi masyarakat atau kerabat dari Ki Manteb untuk berkunjung ke rumah duka. Namun, Method mengharapkan agar yang datang ke rumah selalu menjaga protokol kesehatan.
“Kami tidak bisa melarang. Yang penting jaga prokes dan sesuai dengan tempat yang sudah disiapkan,” katanya.
Melalui sebuah video, Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengungkapkan duka cita atas kepergian Ki Manteb. Ia sekaligus mewakili warga Kabupaten Karanganyar merasa kehilangan sang dalang. Karena menurutnya, dalang kelahiran 31 Agustus ini adalah pribadi yang baik.
“Innalillahi wa innailaihi rajiun, saya Juliyatmo atas nama Pemerintah Kabupaten Karanganyar juga mewakili seluruh masyarakat Kabupaten Karanganyar.”
“Para pekerja seni, seniman, budayawan, semuanya sungguh kami merasa kehilangan atas berpulangnya Meastro Dalang hebat kita,” ucap Juliyatmono dikutip dari Tribunnews.
Lanjut, Juliyatmono memanjatkan doa-doa baik bagi almarhum.
“Karya-karyanya sungguh luar biasa, kami dari Karanganyar betul-betul merasa sangat kehilangan. Seluruh wejangan beliau tentu akan terus kami ingat.”
“Dan kami tindaklanjuti pesan baliau, cintailah budaya bangsa sendiri secara utuh, semoga almahrum khusnul khotimah,” lanjutnya.