Beben Jazz Meninggal Dunia Akibat Covid-19

Berita duka kembali datang dari dunia hiburan tanah air. Suami penyanyi Inna Kamarie eks Dewi Dewi, Beben Jazz, tutup usia setelah berjuang melawan Covid-19 selama beberapa hari di Rumah Sakit Bhakti Kartini Bekasi, Jawa Barat. Kabar duka ini mulanya menyebar di jagat maya pada Senin kemarin. Akun Twitter @BicaraBox Office dan akun Instagram @kenduricinta mewartakan Beben Jazz meninggal dunia yang disambut doa warganet.
“Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un.. Mas Beben meninggalkan kita semua, pagi ini 5 Juli 2021, sekitar pukul 6 pagi di RS. Bhakti Kartini, Bekasi. Selamat jalan Mas Beben,” akun Instagram @kenduricinta mengabarkan kepergian sang musisi.
Beberapa jam kemudian, Inna Kamarie mengkonfirmasi kabar duka tersebut lewat akun Instagram-nya yang diikuti 40 ribuan orang. Ia mengunggah foto putranya, Ben Sebastian tengah sungkem kepada Beben Jazz.
“Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun. Sesungguhnya kami adalah kepunyaan Allah dan kepada Allah jugalah kami kembali. (Al-Baqarah 2:156),” Inna Kamarie memulai pernyataan tertulisnya.
Setelahnya, pelantun “Dokter Cinta” dan “Begitu Salah Begitu Benar” mencuit salam perpisahan seraya mendefinisikan peran Beben Jazz dalam hidupnya. Tidak hanya sebagai suami yang hebat.
“Selamat Jalan Kekasihku, Cintaku, Suamiku, Guruku Om @beben_jazz,” ungkapnya lalu menyertakan emotikon tiga tangkai mawar merah. Baginya, Beben Jazz tak akan terganti.
“Insyaallah Kita bertemu di kehidupan selajutnyah. Kau selalu hidup dalam Hatiku selamanya selamanya selamanya,” imbuh Inna Kamarie seraya menyertakan emotikon tangan menangkup.
Unggahan ini kebanjiran doa warganet dan sahabat selebritas. Audy Item misalnya. “Innalilahi wainailaihi rojiun turut berduka cita insyaallah husnul khotimah,” tulis pelantun “Menangis Semalam” di kolom komentar.
“Innalillahi wainaillaihi rojiun.. yg kuat, sabar dan ikhlas ya ina sayang. Insyaallah semoga Allah tempatkan Almarhum di tempat terbaik di sisi Allah. Aamiin ya Allah,” cuit rekan sejawatnya di Dewi Dewi, Tata Janeeta.
Sebagai adik, Dik Doank pun bercerita kenangan terakhirnya bersama sang kakak di momen Lebaran beberapa waktu lalu. Saat memberikan tausiyah, sang kakak mengatakan sudah sangat rindu untuk bertemu Allah SWT.
“Ya dia tausyiah, pas keluarga kumpul di akhir lebaran. Tidak biasanya dia berbicara tentang kecintaan dia ingin menjumpai Allah, ya dia udah rindu banget dengan Tuhan, ilmunya filsafat tasawuf jadi memang itu pesan terakhirnya,” ungkapnya.
Menurut Dik Doank, kakaknya merupakan sosok yang lembut dan banyak mengajarkan hal baik kepadanya. Sang kakak juga lah yang telah mengenalkan Dik Doank dengan dunia musik.
“Wah dia kakak yang lembut. Ini demi Allah, dia kakak yang baik yang mengajarkan aku agak menjadi adik yang baik juga bagi saudara-saudara yang lain. Dia yang mengenalkan aku musik. Ya yang mengajarkan aku gitar ya dia,” tutupnya.
Pemilik nama lengkap Beben Supendi Mulyana ini merupakan seorang musisi yang lahir di Jakarta, 2 Februari 1967. Malang melintang di dunia musik jazz, Beben Jazz merupakan salah satu pendiri Komunitas Jazz Kemayoran.
Beben merupakan pendidikan di Academy Secretary & Management Indonesia (ASMI). Sebelum jadi musisi, Beben sempat bekerja sebagai programmer di sejumlah bank nasional. Setelah tujuh belas tahun melakoni profesi sebagai programmer, Beben Jazz pindah haluan dan memilih menekuni dunia musik.
Untuk menambah kemampuannya di bidang musik, Beben Jazz diketahui pernah menimba ilmu di Institut Musik Daya Indonesia, Vidi Vici, hingga berguru ke gitaris swing Oele Pattaselano. Selain berkarier di dunia musik, Beben Jazz juga merupakan seorang mantan atlet bulu tangkis. Ia diketahui pernah menyabet juara di ajang Badminton Asia 1983.