Atalarik Syach Menang Tuntutan Harta Gana-Gini

Aktor lawas Atalarik Syach menang dalam gugatan harta gana-gini yang diajukan mantan istrinya, Tsania Marwa. Gugatan harta gana-gini Tsania Marwa terhadap Atalarik Syach ditolak Pengadilan Agama Cibinong pada tanggal 31 Maret 2021. Kuasa hukum Atalarik Syach, Anjana pun bersyukur proses panjang sidang ini dimenangkan oleh klienya.
“Alhamdulillah setelah melalui proses persidangan panjang ini dimenangkan oleh Atalarik Syach,” kata Anjang dalam kanal YouTube Surya Citra Televisi pada Selasa 6 April 2021.
Pihak Atalarik menjelaskan keputusan hakim hanya menetapkan dua harta bersama dengan Tsania Marwa.
“Hakim menetapkan harta bersama dengan Tsania Marwa, 1 buah mobil dan 1 set meja perlengkapan, hanya itu saja,” ujar Anjana.
Terkait tuntutan Tsania Marwa mengenai rumah dan ruko, itu tidak terpenuhi. Artinya Atalarik Syach tidak harus memenuhi tuntutan mantan istrinya itu.
“Itu tidak terbukti ya,” ucap Anjang.
Atalarik Syach kini dapat bernapas lega karena akhirnya tuntutan Tsania Marwa tidak dapat dibuktikan.
“Saya cukup lega, dari awal saya bilang saya mau mempertahankan apa yang menjadi hak saya,” ujar Atalarik Syach.
Atalarik Syach berharap mantan istrinya dapat menerima keputusan dari hakim.
“Mudah-mudahan dia bisa menerima ini dan dia tahu itu, selebihnya saya ikhlaskan,” ucap Atalarik.
Sebagai informasi, Tsania Marwa menggugat Atalarik Syach dalam kasus harta gana-gini ke Pengadilan Agama Cibinong tahun lalu. Tsania Marwa menggugat beberapa hal termasuk mobil, ruko dan rumah saat masih hidup bersama. Namun, hakim memutuskan harta yang diperoleh bersama hanyalah mobil dan set meja saja.
Atalarik Syach kemudian mengenang memori dari mobil Mercy sport yang sengaja dibelinya demi memenuhi keinginan sang mantan istri, Tsania Marwa.
“Mobil Mercy ini dulu itu salah satu wujud permintaan dari beliau, gimana kalau beli mobil Mercy, dia itu pengin mobil sport,” kata Atalarik.
“Terus oke, saya bilang sama dia, ‘syaratnya punya mobil Eropa ini ingat, kita harus pakai lama. Kita bukan hanya ikutin tren, kita pakai selama mungkin’,” lanjutnya.
Atalarik Syach masih ingat betul warna mobil tersebut dipilih atas kesepakatan bersama. Semula, mobil tersebut rencananya akan diwariskan untuk anak-anak mereka.
“Nanti kalau misalkan kendaraan ini awet bisa dipakai anak laki-laki kita kuliah, jadi kayak gitu ada cita-cita panjang dari mobil sport Mercy ini,” ucap Atalarik sambil menghela nafas panjang.
Mobil itu dibeli sekitar tahun 2012 dengan harga mencapai Rp 900 juta.
“Jadi, Mercy silver itu adalah salah satu warna yang secara warna limited edition, dua pintu, dalamnya warna merah, sesuai keinginan kami berdua saat itu,” kata Atalarik.
Atalarik Syach menang dalam gugatan harta gana-gini yang diajukan oleh mantan istrinya, Tsania Marwa. Namun berbeda soal harta, Atalarik justru tidak mendapat wewenang untuk merawat kedua anaknya setelah bercerai. Sesuai dengan putusan hakim, hak asuh anak jatuh kepada Tsania Marwa.
Walau keputusan dari hakim sudah final, Atalarik Syach tetap bersikeras untuk mempertahankan hak asuh anak agar tetap berada di tangannya. Keberatan tersebut disebabkan usai munculnya istilah eksekusi anak saat Tsania Marwa akan menjemput kedua buah hatinya. Atalarik Syah juga mengungkap alasan mengapa selama ini dia berat hati untuk menyerahkan anak-anaknya pada sang mantan istri.
“Yang menjadi pertimbangan anak bagi saya, ini empat tahun anak-anak sama saya. Apalagi sepanjang pandemi ini, ibu anak anak nggak bisa lihat di sekolah,” ujar Atalarik Syah.