Giring Eks Nidji Mengomentari Anies Baswedan

Setelah meninggalkan bandnya, Nidji, Giring Ganesha siap maju dalam pemilihan Presiden 2024. Belum sampai pada masa kampanye, pelantun Laskar Pelangi itu menyerang rivalnya, Anies Baswedan.
Giring eks Nidji berbicara lantang mengatakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan telah berbohong kepada publik. Kebohongan itu hadir saat lawan Ahok di Pilgub DKI 2019 itu mengaku peduli terhadap masyarakat di masa pandemi.
“Pura-pura peduli, adalah kebohongan Anies Baswedan di tengah pandemi dan penderitaan orang banyak,” ucap Giring dalam video yang diunggah partainya, PSI di Twitter, Senin kemarin.
Giring Ganesha memberikan contoh, Anies Baswedan mengatakan tidak memiliki dana untuk mengatasi pandemi Covid-19. Sementara di sisi lain, sang gubernur menggaungkan acara balap mobil Formula E.
“Dia (Anies) mengaku, tidak ada dana untuk mengatasi Covid-19 dan meminta pemerintah pusat mengambil alih penanganan untuk rakyat Jakarta,” kata Giring.
“Uang satu triliun ia keluarkan untuk rencana balapan mobil Formula E. APBD Jakarta yang begitu besar, dia belanjakan untuk kepentingan ego pribadi maju sebagai Calon Presiden 2024,” imbuh Giring memaparkan.
Suami Cynthia Riza ini menyebut uang tersebut digelotorkan saat masyarakat tengah menghadapi pandemi virus corona.
“Uang rakyat sebanyak itu, dihabiskan oleh Anies Baswedan di tengah penderitaan rakyat yang sakit, meninggal dan hidupnya susah karena pandemi,” ujar Giring.
Pria yang saat ini menjabat sebagai PLT Ketua Umum PSI bahkan mengatakan agar masyarakat jangan memilih sosok Anies Baswedan yang disebutnya pembohong.
“Sebagai bahan pertimbangan saat pemilihan nanti di 2024. Jangan sampai Indonesia jatuh ke tangan pembohong,” kata penyanyi 41 tahun.
“Jangan sampai Indonesia jatuh ke Anies Baswedan,” imbuh Giring.
Ucapan Giring Ganesha membuat sang penyanyi trending Topik di Twitter. Beragam komentar pun dilontarkan kepada sosok yang baru terjun ke politik pada akhir Desember 2017 silam.
“Ini Giring niji? Dia yang sempet stres karena nggak kepilih kan? Obati dulu stresnya, baru bicara. Kasihan nih,” kata @BStolenbergs.
“Entah ada agenda apa di balikk ini atau sekadar ngetes air doang di kubu mereka,” kicau @Bangjon26.
“Bisa kena delik aduan ini. Tapi kalau diaduin, nanti bakal ngaku ‘pembela rakyat disuruh bungkam anti kritik’,” imbuhnya.
“Nggak salah sih, Cuma nggak etis saja sekelas politikus ‘papan atas’,” ujar @fajrisu_.
“Gue tahu persis habis bikin video ini si Giring ketawa ngakak. Karena dia sadar apa yang dibikin Cuma memenuhi ‘tugas’ yang diembannya. Yasudahlah, setiap orang punya perannya masing-masing,” kicau @aldinalsya.
“Giring ada betulnya. Jangan sampai Indonesia dipimpin pembohong,” ucap @Umarbinhusein2.
Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mardani Ali Sera memberikan respons terkait tudingan Plt Ketum PSI Giring Ganesha terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Giring menyebut Anies sebagai pembohong dan jangan sampai RI jatuh ke tangannya.
Mardani menilai dalam demokrasi, wajar bila seorang warga negara menyampaikan pendapat dan juga kritik terhadap pemimpinnya. Bagi dia, yang terpenting pemimpin tersebut harus memiliki sikap bijak. Ia menekankan agar pemimpin tidak tumbang saat dicaci dan tidak terbang saat dipuji.
“Tak tumbang karena dicaci dan tak terbang karena dipuji. Semua bebas berpendapat, dan tugas Mas Anies fokus bekerja melayani warga Jakarta,” kata Mardani kepada wartawan.
Mardani tidak berbicara lebih jauh terkait apa yang menjadi motif Giring melontarkan tudingan tersebut. Namun, ia mengatakan masyarakat dinilai sudah semakin cerdas dalam menilai. Oleh karena itu, ia menyerahkan penilaian terhadap tindakan Giring itu kepada rakyat Indonesia.
“Biar publik yang menilai,” ujar Mardani singkat.
Seperti yang diketahui, PKS bersama Gerindra merupakan koalisi pengusung Anies-Sandiaga Uno saat Pilgub DKI 2017 lalu. Namun kini, posisi Sandiaga sebagai Wagub DKI digantikan Ahmad Riza Patria.