Diam-Diam Komeng Mendaftar Caleg

Pemungutan suara Pemilu 2024 telah selesai dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 kemarin. Dalam pencoblosan kemarin, pemilih memilih Presiden dan Wakil Presiden, anggota DPR RI, anggota DPD RI, anggota DPRD Provinsi, dan anggota DPRD Kabupaten/Kota. Salah satu hal yang banyak dibahas saat pencoblosan adalah Komedian Alfiansyah Komeng alias Komeng, yang mencalonkan diri sebagai DPD Jawa Barat.

Komedian Alfiansyah Komeng akhirnya mengungkap alasan mengapa dirinya memilih untuk maju menjadi calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Hal ini diungkapkan saat disinggung alasan mengapa dia tidak seperti publik figur atau artis lainnya yang memilih maju sebagai calon legislatif DPR RI maupun DPRD tingkat Provinsi hingga tingkat DPRD Kabupaten/Kota.
“Kalo DPD kan nggak ketergantungan saya lihat.” Ujar Komeng di Jakarta.

Menurut Komeng, jika dirinya maju dalam pemilihan legislatif (Pileg) baik DPR maupun DPRD, dia harus masuk ke dalam partai politik untuk menjadi kendaraannya dalam Pemilu. Sementara, Komeng mengaku hingga saat ini dirinya belum mengerti bagaimana ruang lingkup kepartaian tersebut.

“Ya saya nggak ngerti aja berpartai, seperti apa masuk partai. Paling enggak kan sebenarnya harus mengetahui dulu gitu.” Ujar Komeng.

Di sisi lain, sebelum memantapkan maju sebagai Caleg DPD RI, Komeng juga sempat berkonsultasi dengan rekannya yang juga merupakan komedian, Oni Sumarwan. Diketahui, Oni saat ini merupakan anggota DPD RI periode 2019-2024.

“Saya lihat temen saya, Oni. Dia cerita oh gini, gini, gini, yaudah. Jadi saya coba kesitu (Nyaleg DPD RI).” Ujar Komeng.

Dari pantauan di laman resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU), raihan suara Komeng nyaris mencapai 1 juta suara pada Jumat pukul 14.31 WIB. Angka itu masih dapat terus bertambah karena surat suara yang masuk baru sebesar 42,63 persen.

Sebelumnya, Komeng sempat membagikan komentarnya, mengungkap cerita di balik foto profil surat suaranya yang viral di media sosial, juga soal visi misinya sebagai caleg.
“Soal foto waktu itu KPU minta foto buat kertas suara, KPU sih menyarankan pakai pakaian ciri khas masing-masing atau pakaian adat katanya, tapi saya kasih foto yang itu, orang KPU-nya ketawa.” Ucap Komeng.

Tidak hanya pose fotonya yang unik dan jenaka, masyarakat juga terkejut saat melihat penampilannya di surat suara. Pasalnya, mantan pembawa acara “Spontan” tersebut tidak pernah terlihat berkampanye baik secara langsung maupun melalui baliho.

Soal visi dan misi, Komeng mengaku serius dalam mencalonkan diri sebagai DPD. Salah satu misinya adalah mewujudkan aspirasi seniman Tanah Air.
“Saya bisa mencontoh dari negara Korea Selatan, dengan seni budayanya dia bisa mengalahkan negara-negara lain, lewat seni budaya, drakor (drama Korea), K-pop, dan kulinernya juga, bahkan pemasukan ke APBN negaranya hampir 12 digit.” Ujar Komeng.

Bahkan, selama masa kampanye Komeng sama sekali tidak mempromosikan dirinya sebagai caleg. Kalau banyak artis yang memanfaatkan nama besar dan media sosialnya untuk kampanye, tidak dengan Komeng. Komeng mengaku memang sama sekali tidak berambisi.

“Saya emang nggak ada ambisi, saya biasa saja. Cuma itu saya mau perjuangan yang tadi aja (Hari Komedi dan seni budaya). Saya sudah yang ya masuk alhamdulillah, nggak masuk juga alhamdulillah, saya sibuk aja syuting.” Ujar Komeng di Studio Trans 7, Mampang, Jakarta Selatan.

Banyak yang tidak menyangka Komeng mencalonkan diri menjadi caleg. Ia sendiri mengaku sama sekali tidak memperlihatkan konten politik di media sosialnya.

“Di IG saja nggak ada (konten politik) mungkin itu yang bikin orang kaget ya. Saya kalau kampanye orang nggak akan kaget ya. Kayak orang nggak pernah ketemu tuyul, terus ketemu tuyul.” Ujar Komeng.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin mengungkapkan tiga alasan mengapa Calon Legislatif Dewan Perwakilan Daerah (DPD) untuk Daerah Pemilihan Provinsi Jawa Barat Alfiansyah Bustami Komeng alias Komeng dapat meraih suara yang berkali lipat dari calon-calon lainnya. Di mana, salah satunya karena foto Komeng yang tampak begitu berbeda dari yang lain.

Selain itu, Ujang mengatakan, perolehan suara Komeng bisa begitu banyak juga karena keunikan karakteristik pemilih di Jawa Barat. Menurut dia, para pemilih di Jawa Barat memang antusias terhadap figur publik. Komeng yang sudah malang melintang di industri kreatif sejak tahun 90-an menjadikannya pelawak atau selebriti yang diingat oleh banyak orang.

Kemudian alasan ketiga adalah masyarakat Jawa Barat memang hendak memberikan kesempatan kepada Komeng untuk bisa berlenggang di Senayan. Mereka punya harapan Komeng dapat mewakili masyarakat Jawa Barat lewat kursi DPD RI.