Kurban Dewi Perssik Ditolak

Penyanyi dangdut Dewi Perssik berencana untuk berkurban sapi di Hari Raya Idul Adha tahun ini. Namun sayang, sapi kurban milik Dewi Perssik ditolak oleh Ketua RT setempat.

Padahal, hampir setiap tahun Dewi Perssik menyumbangkan sapi untuk kurban. Bahkan di tahun 2021, wanita 37 tahun ini sempat berkurban dua ekor sapi hingga menghabiskan biaya Rp150 juta. Kurban sapi tersebut dititipkan di rumahnya dan di Jember.

Niatnya untuk berkurban tahun ini tidak semulus tahun-tahun sebelumnya. Ia harus menghadapi masalah, karena sapi kurbannya ditolak oleh Ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya. Dewi mengungkapkan kronologi kejadian tersebut melalui Live InInstagra

“Aku minta tolong ke ustaz di dekat rumah untuk menitip sapi untuk kurban. Tapi, ART dan security-ku malah dibentak oleh Bapak RT 04 di sekitar rumahku ini. Katanya, lingkungan sini tidak butuh dan tidak kekurangan daging.” Ucap Dewi Perssik.

Diceritakan Dewi Perssik, sejak awal niatnya memang hanya menitipkan dan meminta data warga sekitar yang ingin dibagikan daging kurban. Walau sapinya disembelih di tempat lain, Dewi Perssik mengaku sudah meminta daftar nama warga untuk dibagikan daging kurban miliknya.

Namun, tiba-tiba saja Ketua RT setempat datang dan langsung menolak kurban darinya. Ketua RT berdalih bahwa warganya di sana tidak kekurangan daging.

“Saya kan beli sapinya di Brebes, awalnya hanya ingin menitipkan ke Pak Ustaz di lingkungan dan agar tidak merepotkan pengurus masjid di sini, aku tuh minta bantuan rekan dari relawan Sahabat Ganjar yang melakukan prosesi penyembelihan. Tadi (Ketua) RT di sini datang dan mengatakan warga di sini tidak kekurangan daging.” Ujar Dewi Perssik.

Kisruh penolakan sapi kurban milik Dewi Persik ini pun menjadi sorotan publik. Hal ini bahkan membuat polisi turun tangan. Dewi Perssik sendiri mengatakan bahwa pihaknya sudah berbincang dengan ustaz di kawasan rumahnya.

Proses mediasi berlangsung sekitar satu jam, dan dimulai pukul 16.00 WIB. Satu jam setelah pembicaraan tertutup di lantai dua masjid tersebut, tiba-tiba terdengar suara teriakan. Suara Dewi Perssik terdengar hingga ke lantai 1 masjid, di mana warga sudah berkumpul. Mendengar teriakan itu, warga ikut berteriak. Ketika Dewi Perssik keluar dari masjid dalam kondisi menangis, warga kemudian memberikan semangat kepadanya.

“Semangat mami!” Terdengar ucapan beberapa warga.

Dewi Perssik lalu berjalan kaki pulang menuju rumahnya yang kebetulan berjarak cukup dekat dari masjid. Di sepanjang jalan, masih banyak warga yang berupaya memberikan simpatinya buat Dewi Perssik. Tidak sedikit dari mereka juga berusaha menyalami pembawa acara Pagi Pagi Ambyar tersebut.

Sebelum keluar dari ruang mediasi, sempat terjadi adu argumen antara Dewi Perssik dan Ketua RT. Emosi Dewi Perssik tumpah saat dirinya membela diri soal sapi kurbannya yang ditolak oleh Ketua RT setempat.

“Tapi masjid bukan tempat berak sapi.” Terdengar suara seorang pria yang diduga adalah Ketua RT yang mempermasalahkan sapi kurban Dewi Perssik.

“Masjid tempat umum. Pak ustaz aja nggak masalah, kok RT marah-marah. RT harusnya mengayomi.” Kata Dewi Perssik.

Dewi Perssik merasa geram sejak awal Ketua RT menolak daging kurban dan juga sapinya. Bahkan, dia diminta untuk memindahkan sapinya dari masjid tersebut dan daging kurbannya tidak diterima untuk dibagikan ke warga sekitar.

Buntut dari ditolaknya sapi kurban milik penyanyi dangdut Dewi Perssik oleh Ketua RT 06 RW 04 Lebak Bulus, Jakarta Selatan, sapi kurban milik Depe akhirnya dipotong di pejagalan.

“Dipotong di pejagalan Mas.” Ujar Dewi Perssik.

Depe mengatakan, sekalipun dipotong di pejagalan, dia memastikan daging sapi kurbannya itu akan tetap dibagikannya untuk warga sekitar rumahnya di daerah Lebak Bulus Jakarta Selatan.

“Semuanya memang untuk warga Mas dari awal,bukan untuk siapa-siapa. Ini RT-nya yang salah paham karena dari awal kita komunikasinya dengan pak ustad.” Tutur Dewi Perssik.

Menurut Dewi Perssik, kesalahpahaman terjadi dengan pihak RT lantaran dari awal komunikasi dengan ustad setempat. Depe sengaja melakukan hal tersebut untuk memastikan daging kurbannya jatuh ke orang yang tepat atau orang-orang yang memang membutuhkan.

“Aku tidak pernah mau komunikasi dengan RT karena dari dulu banyak warga menyampaikan sembakonya tidak pernah nyampe kalau RT yang membagikan. Makanya aku selalu minta sama pak ustad.” Tutur Dewi Perssik.