Ratu Elizabeth II Meninggal Dunia

Ratu Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II, meninggal dunia pada Hari Kamis, 8 September 2022 kemarin. Pengumuman kematiannya diberitakan Istana Buckingham Jumat tengah malam waktu RI. Istana Buckingham terlebih dulu memberikan pernyataan tentang kesehatan beliau pada Kamis pagi. Dokter mengatakan khawatir akan kesehatan Ratu.

“Menyusul evaluasi lebih lanjut pagi ini, para dokter Ratu mengkhawatirkan kesehatan Yang Mulia dan telah merekomendasikan dia tetap di bawah pengawasan medis.” Ujar pengumuman itu.

Ia sendiri kala itu diketahui berada di Kastil Balmoral, Skotlandia. Namun tidak ada detail lagi soal penyakit pemimpin 15 kerajaan itu.

“Sang Ratu tetap nyaman dan berada di Balmoral.” Ujar pengumuman itu.

Sesaat setelah pengumuman, perlahan-lahan seluruh anak dan cucu Ratu Elizabeth datang ke Balmoral. Termasuk di antaranya Pangeran Charles dan istrinya Camilla, serta Pangeran William. Pangeran Harry, putra kedua Charles, juga hadir dari Amerika Serikat, namun tidak terlihat istrinya Meghan Markle.

Diketahui Royal Air Force KRF23R juga melakukan penerbangan. Pesawat yang membawa rombongan kerajaan itu mendarat di bandara Aberdeen. Istana Buckingham sendiri mengumumkan kematian Elizabeth di Twitter sekitar pukul 18.30 waktu setempat.

“Sang Ratu meninggal dengan tenang di Balmoral sore ini.” Cuit pengumuman itu.

Ratu Elizabeth II tutup usia di umur 96 tahun, sebelumnya suaminya Pangeran Phillips meninggal tahun 2021 lalu. Putra tertuanya, Charles, 73, langsung menjadi raja, menurut protokol berabad-abad kerajaan, dengan sebutan Raja Charles III. Istrinya Camilla sendiri menjadi permaisuri.

“Raja Charles dan Permaisuri Camilla akan tetap berada di Balmoral malam ini dan akan kembali ke London besok.” Ujar pengumuman.

Charles memberi penghormatan kepada ibunya. Ia menggambarkan kematiannya sebagai “momen kesedihan terbesar”.

“Kami sangat berduka atas meninggalnya penguasa yang disayangi dan ibu yang sangat dicintai. Saya tahu kehilangannya akan sangat dirasakan di seluruh negeri, alam dan persemakmuran serta oleh banyak orang di seluruh dunia.” Ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Istana Kensington sendiri menegaskan, bahwa Pangeran William dan istrinya Kate akan dikenal sebagai Duke dan Duchess of Cornwall dan Cambridge. Ia akan menjadi putra mahkota baru, menggantikan raja baru Inggris nanti.

Ratu Elizabeth II meninggal dunia setelah 70 tahun memimpin Kerajaan Inggris, beliau menjadi pemimpin terlama di puncak kepemimpinan Kerajaan Inggris. Rekor sebelumnya dipegang oleh nenek buyutnya, Ratu Victoria, yang memerintah selama 63 tahun, tujuh bulan, dan dua hari hingga tahun 1901.

Sampai kematiannya pada hari Kamis, Elizabeth adalah raja dan kepala negara tertua di dunia saat ini. Ratu Elizabeth juga menjadi monarki kedua terlama di dunia, setelah Louis XIV dari Prancis yang berkuasa selama 72 tahun. Elizabeth II dinobatkan sebagai Ratu Inggris pada umur 25 tahun.

Bernama lengkap Elizabeth Alexandra Mary Windsor, Ratu Elizabeth II lahir di Mayfair, London, 21 April 1926. Ia memiliki seorang saudara perempuan, yaitu Putri Margaret, yang usianya empat tahun lebih muda darinya.

Ratu Elizabeth II tidak sengaja mewarisi takhta kerajaan Inggris. Anak pertama dari Raja George VI itu menjadi penerus takhta kerajaan setelah sang ayah diangkat sebagai Raja Inggris menggantikan pamannya, Edward VII yang turun takhta untuk menikahi janda dua kali asal Amerika Serikat, Wallis Simpson.

Saat itu, hukum kerajaan dengan ketat melarang keluarga kerajaan menikahi seorang janda atau duda terlebih mereka rakyat biasa. Penobatan sang ayah pun menjadikan Lilibet, sapaan Ratu Elizabeth II, menjadi pewaris takhta Kerajaan Inggris pada usia 10 tahun. Ratu Elizabeth II meninggalkan warisan mencapai USD 500 juta atau setara Rp7,4 triliun.

Meninggalnya Ratu Elizabeth II, berarti Inggris akan memasuki masa berkabung. Ada kemungkinan aktivitas keolahragaan ataupun rekreasional akan ditunda.

Maka, Liga Inggris pun jelas akan mendapat dampaknya. Menurut laporan tersebut, Department for Digital, Culture, Media, and Sport (DCMS) akan berdiskusi dengan Premier League terkait pengambilan sikap dan keputusan.

Walaupun sebenarnya, tidak ada aturan secara khusus olahraga harus dihentikan sementara atau ditunda. Maka, nantinya keputusan tergantung pada masing-masing penyelenggara, termasuk Premier League dan FA.

Namun yang pasti, DCMS harap kepada pihak Liga Inggris, klub, maupun para pemain dapat menghormati kepergian Ratu Elizabeth II. Menurut kabar yang beredar, kemungkinan besar masing-masing tim akan setuju kompetisi mengalami penundaan. Sampai saat ini, belum ada pengumuman secara resmi apakah Liga Inggris akan mengalami penundaan atau tidak.