Li Yifeng Ditangkap Terkait Prostitusi

Li Yifeng, aktor dan penyanyi terkenal asal Cina telah ditangkap oleh polisi di Beijing karena diduga terlibat prostitusi pada beberapa kesempatan. Dikutip dari sebuah unggahan pada Minggu, 11 September 2022 di akun Weibo dari Biro Keamanan Publik Kota Beijing, Global Times melaporkan bahwa Li Yifeng ditangkap dengan tuduhan kriminal, dan mengakui kejahatannya. Biro Keamanan Publik Kota Beijing tidak mengungkapkan nama lengkap di unggahannya, walau CCTV kemudian mengatakan telah mengkonfirmasi bahwa itu adalah aktor tersebut.
Sebelumnya, studio Li Yifeng telah mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa beberapa komentar internet tentang kehidupan pribadinya hanya rumor belaka. Li Yifeng juga dilaporkan mengunggah di Weibo, di mana ia memiliki lebih dari 36 juta pengikut, mengatakan bahwa rumor tersebut telah menyebabkan kerusakan emosional dan mempengaruhi bisnisnya yang tengah berjalan.
Unggahan itu segera dihapus, dan istilah pencarian terkait juga menghilang. Li Yifeng kehilangan penggemarnya dengan sangat cepat, dengan 300.000 orang berhenti berlangganan dari akun Sina Weibo-nya dalam satu malam, setelah Li Yifeng ditahan oleh polisi Beijing akibat kasus prostitusi pada Minggu, 11 September 2022.
Setelah kasus itu, setidaknya 11 merek ternama termasuk Zhengyili di bawah Mengniu, Prada, Luk Fook Jewelry, Panerai, Sensodyne dan Remy Martin telah mengumumkan mengakhiri kontrak kerja sama mereka dengan Li Yifeng. Pada Minggu malam, tidak ada hasil pencarian tentang Li Yifeng yang dapat ditemukan di akun Budweiser dan L’Oreal di Weibo, yang sebelumnya didukung oleh aktor tersebut.
Panitia penyelenggara Huading Awards di Macau pada Minggu mengatakan telah mencabut gelar aktor tersebut sebagai Best Actor in China’s Top 100 TV Dramas dan The National Audience’s Favorite Movie Star di Huading Awards ke 22.
Sebagai tokoh masyarakat, ucapan dan tindakan aktor terkenal berada di bawah sorotan orang-orang dari semua berbagai masyarakat karena tindakan mereka akan berdampak pada masyarakat. Asosiasi Artis TV Cina mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Senin, 12 September 2022 tentang skandal Li Yifeng.
“Mereka harus mengikuti hukum dan peraturan dan menghargai citra sosial mereka lebih dari yang lain.” Ucapnya.
Apapun prestasi yang telah diraih dan kehormatan yang telah diperoleh, jika melanggar peraturan perundang-undangan maka yang disebut ketenaran akan hilang, yang disebut masa depan juga akan hancur, kata pernyataan itu.
Di bawah hukum China, mengunjungi tempat atau menggunakan jasa prostitusi termasuk tindakan ilegal dan harus mendapat hukuman administratif antara 10 hingga 15 hari. Hukuman dapat berkurang jika pelaku masih di bawah umur.
Li Yifeng seharusnya tampil di acara Gala Festival Pertengahan Musim Gugur tahunan milik CCTV, yang disiarkan secara nasional pada hari Sabtu. Namun, karena kasus hukumnya itu ia tidak bisa memenuhi kewajibannya.
Ada saksi yang mengatakan, jika Li Yifeng beberapa kali mengunjungi pelayanan prostitusi di kampung halamannya di Chengdu. Li Yifeng disebut selalu mengunjungi clubhouse lokal. Tentang tarif yang diberikan Li Yifeng pada pekerja seks komersial, dikatakan Li Yifeng menghabiskan hingga 200.000 Yuan untuk dua sesi yang berbeda. Li Yifeng kerap meminta dua wanita yang berbeda dalam satu kali kunjungan. Terakhir, Li Yifeng menghabiskan malam bersama janda.
Diketahui Li Yifeng memulai karirnya pada tahun 2007 saat mengikuti ajang pencarian bakat di My Hero.Selain menjadi aktor, Li Yifeng juga seorang penyanyi dan merilis album single The One I Love Hurts Me The Most, dan EP Four Leaf Clover. Sejak berperan di beberapa drama China seperti Swords of Legends (2014), The Lost Tomb (2015), Noble Aspirations (2016), dan Sparrow (2016) nama Li Yifeng semakin populer.