Rumah Adik Acha Septriasa Kemalingan

Di masa pandemi Covid 19, tidak sedikit orang yang kehilangan mata pencaharian mereka. Hal tersebut sangat memungkinkan untuk membuat orang melakukan tindak kejahatan demi memenuhi kebutuhan hidup mereka setiap hari. Hal tersebut juga menimpa salah satu artis ternama tanah air Acha Septriasa. Acha Septriasa mengaku merasa resah dengan adanya aksi kejahatan di tengah pandemi Covid 19 atau virus corona. Keresahan dari Acha Septriasa bukan tanpa alasan, keresahan dari Acha Septriasa lantaran akibat dari rumah adiknya, Juwita Maritsa dibobol oleh maling saat momen Idul Adha, hari Jumat tanggal 31 Juli 2020 kemarin.
Berita tersebut dengan cepat menyebar luas melalui unggahan story dari Acha Septriasa di Instagram. Dalam unggahan story akun Instagramnya, Acha berkata “Saya mendukung penuh kepolisian, untuk secara tegas memberantas KERESAHAN kita bersama ! Saya berbicara karena saat ini mungkin adik saya,” kata Acha Septriasa di Instagram pada hari Minggu tanggal 2 Agustus 2020 kemarin. “Namun kedepannya, apakah ada jaminan kita bisa merasa aman menyimpan barang-barang dirumah sendiri, jika tanpa ditelusuri, dan diberikan efek jera kepada Maling dan Komplotan perampok tersebut,” sambungnya lagi. “Teman-teman, mari sama-sama waspada akan fenomena ini, di tengah pandemi, bukan hanya kesehatan kita yang terancam, tapi Ekonomi masyarakat juga transom dan kriminal makin tak bisa dikendalikan, jangan biarkan Rampok beraksi dan merasa aman berkeliaran tanpa kejaran,” ujar Acha Septriasa dalam story Instagram miliknya.
Sebelumnya, Acha Septriasa mengungkap bahwa rumah adiknya disatroni maling. Semua harta bendanya ludes hilang dicuri pada hari Jumat, tanggal 31Juli 2020, ketika sang adik, Juwita Maritsa, sedang pergi ke rumah mertuanya.
Kejadian tersebut diketahui usai mereka pulang dari sholat Idul Adha, Juwita dan keluarganya terkejut lantaran ketika tiba di rumah, rumahnya terlihat dalam kondisi yang berantakan. Akibat kejadian tersebut, adik dari Acha Septriasa, Juwita Maritsa, masih mengalami shock, terpukul dan enggan untuk ditemui oleh siapa pun, bahkan termasuk ditemui oleh ibunya sendiri.
Acha Septriasa menuturkan, pada Jumat tanggal 31 Juli 2020, adiknyabsaat itu sedang menjalankan sholat Idul Adha dan pulang jam 11 siang karena melihat adanya kejanggalan yang terjadi, yaitu CCTV online yang mati secara tiba-tiba. Mereka kemudian pulang ke rumah, menyalakan CCTV kembali, lalu segera kembali lagi ke rumah mertuanya. Sewaktu Juwita pulang ke rumahnya, Juwita masuk ke kamar, dan mengecek barang-barang, yang masih pada tempatnya semula. Setelah merasa tidak ada masalah dan aman, Juwita pergi lagi keluar ke rumah mertuanya dan bersilahturahmi dengan sanak saudara famili dengan menggembok pagar serta mengunci pintu, dan CCTV sudah dalam kondisi menyala.
Setelah pulang dari rumah mertua, pintu rumahnya terlihat sudah terbuka lebar. Juwita yang bersilahturahmi seharian ke rumah sanak saudara dan keluarga, tiba di rumah pukul 7 malam. Gembok pagar yang terkunci, ditemukan dalam kondisi terbuka dijebol oleh komplotan maling. Mereka yang takut masuk kedalam rumah karena adanya kemungkinan kompolotan masih di dalam, dan mungkin dapat membahayakan nyawa mereka, akhirnya memutuskan untuk menelepon keluarga yang lain dan kemudian masuk ke dalam rumah secara hati-hati.
Mereka masuk ke dalam rumah dan menemukan bahwa barang-barang yang semula rapi kini sudah berserakan di dalam kamar, TV juga sudah diringkus di ruang keluarga, brangkas yang berisi harta barang berharga sudah kosong dibawa, padahal brangkas tersebut di simpan di tempat yang sangat amat rahasia dan hanya keluarga yang tahu lokasinya, brangkas pun baru di beli satu bulan yang lalu, di ambil langsung dari toko dimana brangkas tersebut dibeli, tidak menggunakan orang lain atau jasa delivery, ujarnya
Walau merasa kaget, patah hati, namun masih merasa bersyukur karena nyawa kami tidak melayang, namun rasa hati ini tetap sakit, karena semua harta benda yang terdapat surat-surat di dalamnya dan tabungan mas kawin hilang di curi orang yang mungkin telah mengamati situasi kondisi rumah kami, dalam beberapa akhir hari ini,” lanjutnya.
Ibunda Juwita Maritsa, Rita Emza masih menunggu adanya kabar terbaru soal kasus perampokan yang dialami oleh putrinya itu. Perampokan yang terjadi di momen Idul Adha tempo hari lalu itu disebut membuat putrinya mengalami kerugian materi yang tidak sedikit. Diperkirakan, kejadian yang terjadi saat momen Idul Adha tersebut menghilangkan harta materi senilai kurang lebih setengah miliar rupiah.
“Justru tante nggak tahu (kelanjutannya), 3 hari tante udah nunggu. Soalnya ruginya tidak sedikit, sampai hampir 500 juta,” kata Rita Emza saat dihubungi pada hari Minggu, tanggal 2 Agustus 2020 kemarin. Kejadian tersebut diketahui usai pulang solat Idul Adha. Saat tiba di rumah, keluarga kaget melihat rumah dalam kondisi berantakan. “Jadi, itu jam 19.00 WIB, kejadiannya diperkirakan terjadi pukul 18.30 malam, kita tau itu rumah udah berantakan. Kita langsung melapor ke pihak kepolisian dan harusnya kan polisi segera datang kan? Tapi nggak tahu ya, semoga kasus ini cepat ditangani dan ditangkap para pelakunya,” bebernya.
Dari peristiwa yang dialami oleh Juwita Maritsa, adik dari Acha Septriasa, setidaknya ada pelajaran yang dapat diambil. Setidaknya, walau sudah menggunakan keamanan ganda dalam rumah, kita tetap harus berwaspada. Ditambah dalam kondisi pandemi seperti ini, yang membuat banyak orang kesusahan, hingga memungkinkan berbuat kejahatan. Kiranya dengan selalu mendekatkan diri pada Yang Kuasa dan banyak berdoa, kita semua dapat dijauhkan dari segala bahaya dan kejahatan yang mengintai.