Ruben Onsu Melaporkan Netizen Yang Membully Dan Memfitnah Anaknya

Ruben Onsu tidak terima anaknya difitnah dan fotonya dicatut untuk konten akun TikTok @VINA.RUN. Konten akun tersebut menggiring opini soal asal-usul putri sulung Ruben Onsu dan Sarwendah. Laporan Ruben resmi diterima oleh pihak kepolisian. Nomor laporan polisi yang diterbitkan adalah LP/B/5364/VII/31/7/2025 Polda Metro Jaya.

“Hari ini laporan kita sudah diterima, ya, prosesnya pasti melalui tahap gelar perkara dulu untuk melihat apakah ada unsur, melihat bukti permulaan yang cukup dan ternyata semua yang kita lakukan, yang kita bawa hari ini sudah dapat diterima, diberikan rekomendasi oleh Dit Siber ya.” Ucap hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Minola Sebayang mengatakan netizen itu akan dijerat dengan pasal berlapis. Salah satu dari pasal tersebut hukuman maksimal 8 tahun penjara.

“Jadi ada Pasal 310, 311 KUHPidana, yang mengatur pencemaran nama baik dan fitnah. Lalu kita kaitkan dengan Undang-Undang ITE, yaitu Pasal 27 juncto Pasal 45, juncto Pasal 32, yang ancamannya sampai 8 tahun penjara karena berkaitan dengan pengubahan data dan informasi.” Beber Minola.

Selain itu, mereka juga memasukkan tuduhan bullying terhadap anak di bawah umur. Oleh karena itu, kasus ini juga dikaitkan dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

“Kita lapis lagi dengan Undang-Undang Perlindungan Anak, Pasal 1 juncto Pasal 15a dan kemudian Pasal 76c juncto Pasal 80, dengan ancaman hukuman 3 tahun. Ini adalah kejahatan yang serius. Kami sudah serahkan semua bukti-bukti kepada pihak kepolisian, Dit Siber. Kami berharap perkara ini cepat ditangani, pelaku cepat ditangkap, dan mempertanggungjawabkan perbuatannya karena ini adalah negara hukum.” Tegas Minola.

Ruben Onsu merasa sudah cukup dirinya memberikan kesempatan pada pemilik akun tersebut untuk menunjukkan iktikad baik. Namun, akun tersebut justru kembali mengunggah fitnah tentang anak pertama Ruben dan Sarwendah.

“Sebelum bikin laporan, mau ketemu, dia gak ada iktikad baik. Ya dia gak ada iktikad baiknya juga kan, malah dia sengaja capture lagi, dia posting lagi, ya buat saya udah. Ya udah cukup.” Ucap Ruben Onsu.

Bagi Ruben, jejak digital yang menyudutkan anaknya bisa terus ada dan terbaca suatu hari nanti.

“Ini jejak digital seumur hidup. Tapi minimal dia (anak) akan tahu bahwa orangtuanya membela dia.” Ujar Ruben.

Host Brownis itu sangat kecewa putrinya jadi objek konten negatif akun TikTok tersebut. Bahkan akun itu terkesan selalu menantang sehingga Ruben meyakinkan diri untuk lanjut mempolisikannya. Bicara soal maaf, Ruben Onsu buka hati untuk memaafkan. Namun, untuk urusan hukum dia pastikan bakal terus berjalan.

“Kalau minta maaf, Allah Maha Pemaaf. Semuanya kita maafin, tapi kalau untuk lanjut kali ini saya lanjut. Apa pun itu, mau siapapun background-nya dia, apa pun, saya tetap lanjut.” Tegas Ruben Onsu.

Ruben mengaku ia tidak berkoordinasi dengan Sarwendah sebelum membuat laporan ke polisi. Menurut dia, keputusan ini ia ambil sebagai tanggung jawab pribadi sebagai ayah.

“Enggak koordinasi dengan Sarwendah, kan saya bilang saya berdiri sendiri atas nama anak aja.” Ucap Ruben.

Ruben mengatakan, selama menyangkut urusan anak, ia akan selalu siap pasang badan.

“Tentang anak si Thalia dan Thania kan masih kecil banget ya, dia menilai orang lain aja enggak pernah. Yang bisa saya lakukan untuk membela anak saya ya ini, melaporkan aja.” Ujar Ruben.

Ruben juga mengungkap perasaan emosional saat bepergian dengan Thalia, yang disebutnya sangat peka terhadap perasaan orang di sekitarnya.

“Kalau kita sedih di mata dia, nanti dia tahu. Thalia itu perasa banget. Dari kecil kalau ucapin ulang tahun aja dia pasti nangis.” Ucap Ruben.

Anak angkat Ruben, Betrand Peto alias Onyo, ikut merasakan kemarahan ketika tahu adiknya dibully dan difitnah. Ruben menyebut Onyo sempat ingin ikut ke kantor polisi untuk mendampingi ayahnya.

“Kalau enggak ada kegiatan pasti Onyo mau ikut ke sini. Tapi saya bilang, ini urusan orangtua aja, Onyo fokus aja sama pekerjaannya.” Ucap Ruben.

Ruben mengungkapkan bahwa kemarahan Onyo muncul setelah ia mengetahui isi unggahan tersebut lewat obrolan di lingkungan sekitar.

“Onyo udah enggak main sosial media, tapi dia dengar dari lingkungan, otomatis dia refleks marah.” Ucap Ruben.

Walau demikian, Ruben mencoba menenangkan Onyo yang saat itu sedang bekerja di luar kota.

“Cuman ya jiwa mudanya dia berkobar-kobar ya, jadi ketika mengambil keputusan yang bijak, belum tentu dia sependapat.” Pungkas Ruben.