Ricky Siahaan Gitaris Band Seringai Meninggal Di Jepang

Ricky Siahaan meninggal dunia setelah menyelesaikan konser bersama Seringai di Tokyo, Jepang. Ricky Siahaan wafat pada Sabtu, 19 April 2025 pukul 22.10 waktu Tokyo dalam usia 48 tahun. Kabar duka itu, pertama kali diungkap oleh komika Soleh Solihun di platform X.

“Selamat jalan @RickySiahaan, semoga kamu diterima di sisi Tuhan.” Tulis Soleh.

Ricky meninggal seusai tampil di Gekiko Fest, bagian dari tur bertajuk Seringai Wolves of Asia Tour. Tur tersebut merupakan perjalanan keliling Asia yang digelar Seringai, dimulai dari Taiwan lalu berlanjut ke Jepang.

Tur dimulai 11 April di Taichung, lalu berlanjut ke Taipei dan Kaohsiung selama tiga hari berturut-turut. Setelahnya, mereka tampil di dua venue Tokyo yaitu Merry Go Round dan Wildside, termasuk festival Gekiko Fest.

Ricky Siahaan diduga meninggal dunia karena mengalami serangan jantung usai manggung bersama Seringai di Tokyo, Jepang, pada 19 April 2025. Saat ini, manajemen band Seringai tengah memproses pemulangan jenazah Ricky dari Jepang ke Indonesia. Saat ini, jenazah Ricky Siahaan masih di Jepang.

Dijelaskan oleh manajer Seringai, Wendi Putranto, saat ini jenazah pria 48 tahun sedang dalam proses autopsi dan clearance. Prosedur autopsi dan clearance harus dijalani semua WNA (Warga Negara Asing) yang meninggal mendadak di Jepang. Menurut Wendi, proses ini akan cukup makan waktu karena ketelitian dari otoritas setempat.

“Prosedur clearance untuk kematian WNA secara mendadak di Jepang sangat teliti dan cukup panjang, makanya memakan waktu. Di jepang, prosudernya cukup ketat kalau terjadi kematian WNA.” Tutur Wendi.

Istri Ricky Siahaan sudah terbang ke Jepang untuk mendampingi mendiang suaminya. Para personel Seringai yang lain juga akan tinggal lebih lama di sana sepanjang proses clearance. Sementara itu beberapa tim band dan kru Seringai sudah kembali ke Indonesia. Mereka memutuskan untuk pulang lebih dulu membawa peralatan band yang sudah digunakan buat konser.

“Hanya istri almarhum saja (yang menyusul ke Tokyo), tiba kemarin sore di Tokyo. Hari ini (Senin 21 April) yang akan pulang duluan ke Tanah air itu tiga orang kru dan perlengkapan band. Para anggota band semuanya stay di Tokyo untuk mendampingi istri almarhum.” Ucap Wendi.

Wendi menambahkan jenazah pria kelahiran 5 Mei 1976 itu diprediksi akan tiba di Tanah Air pada hari Jumat. Namun hal ini juga belum bisa dipastikan karena berbagai prosedur administratif dan hukum yang harus dilalui, termasuk autopsi, dokumentasi, serta izin dari otoritas setempat.

Tidak hanya duka mendalam, momen ini juga memperlihatkan kekuatan solidaritas dan persaudaraan sejati. Sammy Bramantyo, Arian 13, dan Edy Khemod tiga personel Seringai lainnya memilih untuk tetap berada di Tokyo demi mendampingi Tabita, istri mendiang Ricky yang baru tiba kemarin.

“Para anggota band semuanya tetap tinggal di Tokyo untuk mendampingi istri almarhum.” Ucap Wendi Putranto, manajer Seringai.

Wendi menjelaskan bahwa hanya sebagian kru yang dipulangkan lebih dulu ke Indonesia bersama dengan perlengkapan band.

“Hari ini yang akan pulang lebih dulu ke Tanah Air adalah tiga orang kru beserta perlengkapan band.” Ujar Wendi.

Pembawa acara dan musisi Desta turut merasakan duka mendalam atas kepergian gitaris band Seringai, Ricky Siahaan. Melalui akun Instagram pribadinya, Desta membagikan sejumlah foto kenangan bersama Ricky, sekaligus mengenang persahabatan mereka yang telah terjalin selama 33 tahun sejak 1992.

“Kenal 1992…–2025… 33 tahun persahabatan kita. Banyak banget cerita kita… Kita banyak belajar bareng semua hal… Lo pergi, Rick. Istirahat tenang ya, Rick.” Tulis Desta.

Tidak hanya itu, Desta juga menuliskan pesan perpisahan kepada mendiang Ricky.

“Selamat jalan @rickysiahaan. Jangan kasih terlalu banyak distorsi di sana, Rick… Akustikan, yah, biar penghuni lain juga bisa tenang istirahat.” Lanjut Desta.

Ricardo Bisuk Juara Siahaan lahir di Tanjung Pandan, Belitung, pada 5 Mei 1976. Sang gitaris memulai perjalanannya di dunia musik dengan membentuk band bernama Chapter 69, sekitar tahun 1995.

Dia kemudian bergabung dengan band hardcore Buried Alive,sebelum akhirnya bergabung dengan Stepforward, pada 1999. Karier Ricky mencapai puncak ketika mendirikan band metal Seringai bersama Arian13, pada 2002.