Polemik Lea Chiarachel Dalam Sinetron Suara Hati Istri

Aktris sinetron muda, Lea Ciarachel, buka suara usai perannya sebagai Zahra di sinetron Suara Hati Istri kini resmi digantikan oleh Hanna Kirana. Di Instagram Story akun Instagramnya, aktris berusia 15 tahun ini menyampaikan ucapan selamat tinggal dan permohonan maaf kepada semua penggemar sinetron Suara Hati Istri.

Di sisi lain, ia juga memastikan bahwa tidak ada paksaan dari pihak manapun saat dia memerankan Zahra dalam sinetron tersebut. Pada kesempatan tersebut, Lea mengaku nyaman dengan para senior dan sesama rekan pemeran di lokasi syuting. Lea menegaskan, peran Zahra dalam sinetron tersebut ia ambil bukan karena paksaan orang lain.

“Aku mengambil peran ini tidak dari paksaan siapa pun, murni karena aku ingin belajar akting dan aku ingin berkarya di dunia entertainment,” ucap Lea dikutip dari akun @ciarachelfx.

Walau hanya sebentar, peran Lea dalam sinetron Suara Hati Istri itu meninggalkan kesan yang cukup dalam baginya. Lea mengucapkan terima kasih sekaligus meminta maaf kepada semua penonton setia dan penggemar sinetron Suara Hati Istri.

“Dari hati terdalam, aku mau minta maaf atas kesalahan yang disengaja atau tidak disengaja,” lanjutnya.

LEA Ciarachel bicara blak-blakan tentang adegan dewasa di sineteron Suara Hari Istri: Zahra. Ia mengungkap rasanya beradegan jadi istri ketiga yang harus memenuhi kebutuhan suami. Zahra, menurut Lea, merupakan wanita yang dipaksa menikah dengan lelaki dewasa yang sudah beristri. Zahra juga tidak suka menjalani hidupnya saat menikah dengan sang suami.

“Jadi sebenarnya adegannya aku enggak suka sama dia (Tirta) tapi dipaksa nikah. Dan si Zahra harus melakukan kewajibannya tapi dia enggak mau kan,” kata Lea seperti dikutip dalam kanal YouTube Boy William.

Lea pun awalnya mengaku takut harus melakoni adegan tersebut. Terlebih lagi karena dirinya belum memiliki pengalaman semacam itu diusianya yang masih 15 tahun. Dia bahkan mengaku sempat menangis dua hari berturut-turut karena sinetron yang dibintanginya sempat mendapatkan kecaman karena adegan itu.

“Aku nangis-senangisnya sampai aku kabur ke tempat yang orang lain enggak bisa lihat aku nangis,” katanya.

Mendapatkan banyak kritik, Lea pun kemudian menjelaskan bagaimana awalnya terlihat dalam sinteron itu. Dia mengaku awalnya memang akan belajar akting di Jakarta. Dia kemudian langsung mendapatkan tawaran untuk bermain sinteron. Dia juga mengaku tertantang lantaran mendapa peran yang lebih dewasa dari umurnya.

“Ini juga sinetron pertama aku, jadi aku kayak terima aja deh pengen nyoba. Terus aku juga enggak tau kan cara nolaknya gimana,” ungkapnya.

Kini Lea pun menjadikan pengalaman tersebut sebagai pembelajaran ke depannya. Dia mengaku akan lebih berhati-hati dalam memilih peran. Seperti diketahui, sinetron Suara Hari Istri: Zahra sempat menuai kontroversi beberapa waktu lalu. Hal tersebut dipicu karena pemeran Zahra (Lea Ciarachel) yang masih muda belia, berusia 15 tahun.

Dia bahkan harus melakukan adegan dewasa dengan Tirta (Panji Saputra) yang jauh lebih tua, berusia 39 tahun. Tidak sedikit netizen yang menilai sinetron itu mendukung unsur pedofilia dan kekerasan pada anak.

Dalam sinetron tersebut, Zahra dikisahkan mengalami kecelakaan mobil. Mobil yang ia kendarai masuk jurang dan Zahra harus manjalani operasi medis. Operasi tersebut juga sekaligus berusaha mengembalikan lagi wajah Zahra. Saat perban dibuka, wajahnya menjadi  berbeda dibanding yang. Untuk saat ini, pemeran Zahra yang baru adalah aktris berusia 23 tahun yang diketahui bernama Hanna Kirana.