Nanie Darham Meninggal Diduga Akibat Malpraktek

Berita duka datang dari dunia hiburan Indonesia. Nanie Darham, bintang film Air Terjun Pengantin dan artis yang sudah lama menghilang dari sorotan, dikabarkan telah meninggal dunia. Kabar ini mengejutkan banyak pihak, terutama karena Nanie baru saja melahirkan dua bulan yang lalu.
Informasi mengenai kepergian Nanie Darham terungkap setelah kejadian pada 21 Oktober 2023.
Dihimpun dari berbagai sumber, penyebab kematiannya adalah komplikasi pasca-operasi liposuction yang dilakukan di sebuah klinik di Jakarta Selatan. Operasi sedot lemak tersebut menelan biaya hingga Rp300 juta.
Walau hasil tes darah sebelum operasi menunjukkan kondisi yang baik, Nanie Darham mengalami komplikasi serius hanya lima menit setelah operasi selesai. Ia dilarikan ke rumah sakit Dr Suyoto, Bintaro, dalam kondisi kritis, namun sayangnya Nanie sudah meninggal dunia saat tiba di rumah sakit dengan luka pada mata dan hidung.
Sebelum menjalani operasi sedot lemak di klinik yang berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan, pemeran dalam film Air Terjun Pengantin itu sempat berpesan kepada sang suami untuk menjemputnya dua jam kemudian setelah operasi selesai.
“Pada saat Nanie berangkat ke klinik, suaminya, James, sedang makan siang dan akan pulang pada 2 jam kemudian karena ada pesan sebelumnya ‘James nanti jemput ya’, tentu tidak ada pikiran negatif apapun.” Ucap Hartono Tanuwidjaja selaku kuasa hukum Nanie Darham saat ditemui di Studio Trans TV, Tendean, Jakarta Selatan.
Namun, operasi yang seharusnya dilakukan selama dua jam tiba-tiba menjadi lima jam karena penawaran dari dokter untuk menambah titik sedot lemak. Kemudian, sang suami menerima telepon dari klinik yang mengabarkan bahwa kondisi Nanie Darham yang mulai tidak stabil dan tengah dibawa ke rumah sakit.
“Suami Nanie menerima telpon 17.49 dan disampaikan ‘Kondisi Nanie tidak stabil dan harus dibawa ke rumah sakit.” Tutur Hartono Tanuwidjaja.
Hingga pada akhirnya James sudah tiba di IGD rumah sakit, dia harus mendengar kabar bahwa istri tercintanya telah tiada.
“Jadi kemudian, alhasil suami Nanie menyusul ke rumah sakit jam 19.20, tapi menurut keterangan dokter jaga di rumah sakit itu Nanie sudah meninggal sebelum tiba ke rumah sakit.” Beber Hartono Tanuwidjaja.
James harus melihat Nanie Darham dalam keadaan berdarah pada bagian mata dan hidung.
“Saat suami melihat Nanie, itu sudah berdarah di bagian mata dan hidung.” Ungkap Hartono Tanuwidjaja.
Keluarga Nanie Darham merasa ada kejanggalan dengan kejadian ini, dan telah melaporkan klinik tersebut ke Polres Jakarta Selatan atas dugaan malpraktik. Hasil visum dari RS Polri Jakarta Timur mencatat adanya luka pada tubuh Nanie, termasuk di punggung tangan dan perut. Keluarga juga meminta uji laboratorium kriminal untuk mengetahui substansi apa saja yang telah masuk ke dalam tubuh almarhumah.
Kasus ini semakin kompleks mengingat Nanie Darham sebelumnya telah disarankan oleh dokter untuk menunggu enam bulan sebelum melakukan operasi setelah melahirkan. Namun, klinik tempat ia menjalani liposuction tetap melakukan prosedur tanpa memperhatikan risiko bagi pasien yang baru melahirkan.
Keluarga Nanie Darham, termasuk saudaranya Indrie Darham, merasa sangat kehilangan. Indrie meluapkan kesedihannya melalui unggahan foto-foto kenangan bersama Nanie di Instagram. Keluarga Nanie saat ini masih menunggu hasil uji laboratorium dan perkembangan lanjutan dari laporan yang telah mereka ajukan.
Polisi melibatkan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) terkait kematian Nanie Darham yang diduga akibat operasi sedot lemak.
“Selanjutnya kami akan koordinasi dengan MKDKI, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia sesuai dengan amanah UU terbaru.” Tutur Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan, Ajun Komisaris Besar Polisi Bintoro.
Bintoro mengungkap alasannya pihaknya berkoordinasi dengan MKDKI, hal itu tidak lain untuk menanyakan saran serta masukan dalam penanganan kasus tersebut.
“Kami akan berusaha untuk meminta saran masukan apakah ini masuk dalam tindak pidana malapraktik atau bagaimana.” Ucap AKBP Bintoro.