Kontroversi Giselle AESPA

Baru-baru ini, Giselle aespa diterpa kontroversi karena sebuah video yang diduga memperlihatkan dirinya menyinkronkan bibir dengan kata-kata rasisme “N-word”. Member aespa tersebut dikecam karena menyebut kata bernada rasis di depan kamera.
Dua hari lalu, aespa mengunggah video di balik layar pemotretan jelang comeback mereka dengan Savage. Dalam video tersebut, terdengar lagu milik SZA berjudul Love Galore diputar. Pada bagian lirik di mana N-word digunakan, penggemar memperhatikan bahwa Giselle tidak berhenti menyinkronkan lagu tersebut dan bahkan mencondongkan tubuh ke depan saat mengucapkan kata-kata tersebut.
Video tersebut dengan cepat menyebar luas dan telah dilihat lebih dari 1,5 juta penayangan, menyebabkan penggemar menyuarakan pendapat mereka tentang mengapa klip itu begitu mengecewakan.
Tidak lama setelah video menjadi kontroversi, pihak SM Entertainment pun menghapus video tersebut. Secara resmi, Giselle pun juga merilis permintaan maaf melalui akun Twitter resmi aespa dengan bahasa IInggris.
“Aku ingin minta maaf karena telah menyebutkan kata yang tidak baik dari lirik lagu yang sedang diputar. Aku sama sekali tak punya maksud lain saat melakukannya. Aku terbawa suasana karena lagu dari penyanyi favoritku diputar. Aku dengan tulus meminta maaf,” ujar Giselle.
“Aku tak akan berhenti belajar dan berhati-hati dengan sikapku,” pungkasnya.
MY, penggemar aespa menyuarakan kekecewaan mereka terhadap Giselle sebagai penutur bahasa Inggris dan berusaha mendidik sang idola tentang mengapa tindakannya sangat menyakiti penggemar, terutama bagi mereka yang keturunan kulit hitam.
Apalagi, Giselle diketahui fasih berbahasa Inggris, sehingga para fans berasumsi penyanyi kelahiran tahun 2000 ini paham betul akan makna kosakata rasis yang ia ucapkan. Atas perbuatan tersebut, Giselle pun menerima banyak hujatan dari netizen.
Para fans dan netizen pada umumnya menunggu pihak Giselle aespa dan SM Entertainment untuk angkat bicara terkait kontroversi ini, tetapi keduanya saat inimasih bungkam. Hingga saat ini, belum ada klarifikasi baik dari pihak Giselle maupun SM Entertainment.
Sebagai informasi, nigger (kadang disebut nigga atau N-word) dalam bahasa Inggris adalah istilah berkonotasi negatif dalam konteks menghina untuk mendeskripsikan orang Afrika-Amerika atau orang kulit hitam secara umum.
Kata itu berasal dari abad ke-18 sebagai adaptasi dari kata Spanyol negro, keturunan dari kata sifat Latin niger, yang berarti “hitam”. Seiring waktu, kata-kata itu menjadi konotasi yang menghina.
Kemudian, pada pertengahan abad ke-20, khususnya di Amerika Serikat, penggunaan N-word oleh siapa pun selain orang kulit hitam secara umum dilihat sebagai penghinaan rasis.
Giselle memiliki nama asli Uchinaga Eri dan merupakan keturunan Jepang-Korea. Ia debut bersama Karina, Wintern dan Ningning dalam girlband aespa di bawah naungan SM Entertainment.
Nama aespa muncul dari perpaduan kata avatar, experience (pengalaman), serta aspect (aspek). Kata aspek turut disebut akan menunjukkan banyak sisi dari aespa. Hanya dalam waktu 11 bulan, aespa sudah menjadi salah satu grup K-Pop yang diperhitungkan.
Mereka sudah mencetak sejumlah rekor selama debutnya. Seperti rekor yang belum lama ini mereka cetak, mini album perdana aespa berhasil terjual sebanyak 513.292 unit hanya dalam waktu 15 hari setelah perilisan. Hal ini menjadikan aespa sebagai Half-Million Seller.
Tidak hanya itu, mereka juga berhasil masuk dalam 10 kategori Billboard, yaitu World Album, Independent Album, Top Album Sales, Top Current Album Sales, Tastemaker Album, World Digital Song Sales, Billboard Global exc. US, dan Billboard Global 200.
Sementara di Korea Selatan sendiri, aespa menunjukkan kepopuleran dengan memuncaki sejumlah tangga lagu major di Korea Selatan. Mereka berhasil menjadi girlband pertama di 2021 yang mendapatkan predikat Perfect-All Kill lewat lagu Savage.