Istri Latief Sitepu Meninggal Dunia

Duka mendalam tengah menyelimuti aktor senior Latief Sitepu. Pemeran Haji Muhidin dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji (TBNH) itu telah kehilangan sang istri, Lailawaty Hasibuan, untuk selama-lamanya. Lailawaty Hasibuan meninggal dunia pada Hari Kamis, 14 September 2023 pagi kemarin dalam usia 73 tahun.
Latief Sitepu sendiri mengaku sangat sedih, karena sang istri begitu mendadak pergi meninggalkan dirinya untuk selamanya. Diketahui, sang istri meninggal dunia karena serangan jantung. Latief Sitepu mengatakan, sebelumnya sang istri sama sekali tidak memiliki riwayat sakit apa-apa.
“Kata dokter serangan jantung mendadak, tapi memang istri saya tidak sakit saat meninggal. Kondisinya sehat.” Jelas Latief Sitepu saat ditemui di kawasan Cibubur.
Latief Sitepu mengatakan istrinya hari itu bangun pagi seperti biasa. Ia pun sempat sarapan di pagi hari.
“Ibu itu meninggal mendadak ya. Kami bangun subuh, terus ibu sarapan. Kemudian, ibu merasa dada kirinya sakit.” Ujar Latief Sitepu.
Pemain sinetron Tukang Bubur Naik Haji ini menjelaskan, awalnya istrinya meninggalnya dalam keadaan duduk. Kemudian saat dihampiri, Lailawaty Hasibuan ternyata sedang tiduran dengan posisi tangan terlentang.
“Kemudian saya yang tadinya duduk berjauhan sama ibu, saya samperin. Ibu sudah tiduran dan meregangkan tangannya.” Beber sang aktor senior tersebut.
Latief Sitepu mengaku sempat memastikan keadaan sang istri, ia terkejut saat mendapati badan sang istri sudah dingin.
“Terus ibu pegang tangan saya. Saya minta dilepas dan pas dilepas sudah lemas.” Tutur Latief.
Latief dan anak-anaknya pun langsung membawa Lailawaty Hasibuan ke rumah sakit.
“Pas sampai rumah sakit, pas di cek sudah nggak ada. Kemungkinan pas dijalan sudah tidak ada lagi.” Tutur Latief.
Latief Sitepu meminta doa agar istrinya dapat meninggal dalam keadaan husnul khotimah.
“Tapi insya Allah mudah-mudahan doain yah ibu husnul khotimah, diterima di sisinya. Ini saja yang bisa saya sampaikan, saya nggak kuat, nanti malam saya mulai tahlil tujuh hari.” Ucap Latief.
Latief Sitepu menyebut tidak ada pengganti sosok Lailawaty Hasibuan, dia merasa almarhumah nyaris sempurna sebagai istri dan ibu bagi keluarganya.
“Susah, zaman sekarang susah, sosok beliau ini, benar-benar sosok ibu, pengayom, membina, mendidik. Saya semenjak rumah tangga sama beliau tidak pernah mikir keluar-keluar. Karena semuanya ada di dia. Dia ngurus suami oke, ngurus anak oke, ke mana saya pergi, dia ikut.” Ucap Latief Sitepu.
Yang pasti, dia tidak memungkiri merasa sangat kehilangan atas kematian istrinya.
“Jadi sudah gini, saya nggak punya temen ngobrol. Nanti saya paling panggil cucu-cucu ke rumah.” Pungkas Latief Sitepu.
Menurut para sahabat, Lailawaty adalah sosok yang tidak terpisahkan dari Latief Sitepu. Derry Sudarisman dan Binyo Sungkar sebagai rekan dekat mengagumi kesetiaan almarhumah Lailawaty dalam mendampingi perjalanan Latief Sitepu.
“Sebagai anak, sebagai sahabat, saya lihat luar biasa bagaimana perjuangan ibu mendampingi Abah dari zaman dulu sampai sukses di usia 83 (sekarang). Abah sering cerita juga kalau di mana-mana itu ibu yang berperan me-manage Abah, mulai dari keuangan, kesehatan sampai pertemanan.” Kata Derry Sudarisman di rumah duka, Cibubur.
Binyo Sungkar juga membeberkan salah satu kisah dari Latief Sitepu dan istri yang berkesan baginya, yaitu saat pandemi COVID-19 melanda dunia. Saat itu, Latief Sitepu bersama pemain sinetron TBNH lainnya harus menjalani karantina. Masing-masing pemain harus karantina seorang diri tanpa pendamping. Namun, Latief Sitepu tetap didampingi oleh sang istri.
“Beberapa waktu lalu pas COVID-19, kita kan harus karantina. Nah, ibu selalu ikut. Abah waktu di karantina, (sebenarnya) nggak boleh didampingi, tapi ibu selalu ikut, karena ini nyawa kedua Abah gitu. Abah bahkan curhat, ibu itu nyawa kedua Abah.” Ungkap Binyo Sungkar.