Ibunda Bimbim Slink Bunda Iffet Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti keluarga Bimbim Slank. Ibunda Bimbim Slank, Iffet Veceha alias Bunda Iffet, meninggal dunia pada Sabtu 26 April 2025 pukul 22.42 WIB. Kabar tersebut dikonfirmasi langsung oleh Manajer Slank, Denny.

“Iya benar.” Ucap Denny.

Dalam sebuah pesan berantai, disebutkan bahwa Bunda Iffet bakal dimakamkan di TPU Karet Bivak blok AA1 blad 042, pada tanggal 27 April 2025. Denny mengatakan bahwa prosesi pemakaman akan dilangsungkan setelah zuhur.

“Pukul 12.30 WIB.” Ucap Denny.

Lewat pesan berantai tersebut, diketahui bahwa Bunda Iffet mengembuskan napas terakhirnya di usia 87 tahun. Sebaris doa juga tertulis dalam pesan tersebut.

“Semoga almarhumah wafat dalam husnul khotimah, diampuni dosa-dosanya dan mendapat tempat terbaik disisi-NYA.” Tulis pesan tersebut.

Bimbim Slank menceritakan, detik-detik Bunda Iffet menghembuskan napas terakhir. Kondisi kesehatan Bunda Iffet mulai terlihat memburuk sejak Senin. Pada hari itu, Bimbim Slank menjelaskan, Bunda Iffet tidak sadarkan diri. Karena, biasanya Bunda Iffet selalu bangun pagi dan berjemur diri.

“Tiba-tiba (Bunda Iffet) nggak bangun-bangun, biasanya jam 8 atau 9 (pagi) sudah naik kursi roda. Ke rumah sebelah berjemur, tapi ini nggak bangun-bangun (tidak sadarkan diri).” Jelas Bimbim Slank.

Bimbim Slank menceritakan pula, jika kesehatan Bunda Iffet tidak stabil. Ketika dilarikan ke rumah sakit, Bunda Iffet langsung dilarikan ke ruangan HCU.

“Sama dokter rumah sakit dievaluasi kenapa. Sebenarnya di hari kedua nggak ada apa-apa, tapi begitu hari ke-6 ya harus masuk HCU.” Ucap Bimbim Slank.

Setalah dirawat di rumah sakit, Bimbim Slank mengaku, Bunda Iffet meminta pulang ke rumah. Dalam posisi itu, Bimbim Slank lalu berembuk dengan keluarganya.

“Dua hari sebelumnya juga (Bunda Iffet) sudah minta pulang. Akhirnya kita berembuk, ya sudah pulangin saja deh.” Ujar Bimbim Slank.

Lalu, Bimbim Slank menuturkan, Bunda Iffet seperti memberi tanda-tanda untuk berpamitan dengan keluarga. Tepatnya, setelah sampai beberapa jam di rumah.

“Bunda di situ bertahan, seperti yang dia mau, sampai rumah (Bunda Iffet) masih ada. Sekitar 2 jam, pamit, ya kemudian meninggal.” Ucap Bimbim Slank.

Kemudian, Bimbim Slank mengakui, jika Bunda Iffet memiliki riwayat gula naik dan darah tinggi.

“Riwayat (sakit) orang tua ya, kadang-kadang gula naik, kadang-kadang darah tinggi, gitu sih,” Ucap Bimbim Slank.

Bimbim Slank membagikan kisah tentang wasiat mendiang ibunya, Bunda Iffet, terkait prosesi pemakaman. Wasiat tersebut telah disampaikan jauh sebelum Bunda Iffet meninggal dunia, Wasiatnya berkaitan erat dengan tempat peristirahatan terakhirnya bersama sang suami. Hal itu diungkapkan Bimbim saat ditemui di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.

“Wasiatnya dulu sebelum bapak meninggal minta ada tiga opsi pemakaman. Aku gak mau di sini, Jeruk Purut lah, Sukabumi. Tapi begitu bapak meninggal ya aku di situ lah, kan kita mau berdua. Makanya kita dikuburinnya bareng papa.” Ujar Bimbim.

Menurut Bimbim, keputusan akhirnya adalah memakamkan Bunda Iffet di tempat yang sama dengan sang suami. Ia menekankan bahwa pilihan tersebut sudah dipertimbangkan berdasarkan keinginan sang bunda yang ingin tetap bersama pasangan hidupnya, bahkan setelah meninggal dunia.

Tidak hanya itu, Bimbim juga menceritakan adanya firasat dari salah satu anaknya, Mezzaluna, sebelum kepergian sang nenek. Menurutnya, Mezzaluna sempat mengalami mimpi yang terasa seperti pertanda.

“Firasat kayaknya sih anakku malah Mezzaluna, dua minggu atau satu bulan sebelum meninggal dimimpiin bokap datang, dia minta ganti mau masuk ke kamarnya bunda. Jadi Mezzaluna bilang sampai pintu saja ya. ‘Yah sampe pintu aja’, gitu doang sih. Yang lain nggak sih.” Ungkap Bimbim.

Bunda Iffet punya peran besar dalam kesuksesan band legendaris Indonesia, Slank. Tak hanya sebagai seorang ibu, Bunda Iffet juga figur manajer, yang turut memberikan bimbingan dan perlindungan bagi seluruh personel.

Peran besarnya terlihat ketika Slank mengalami masa-masa kelam di pertengahan 1990-an. Kala itu para personelnya terjerumus dalam tindak penyalahgunaan narkoba Alhasil, Bunda Iffet mantap mengambil alih kendali manajemen di Slank. Langkah tersebut terbilang berani. Sebab, sikap yang diambil bunda Iffet saat itu, benar-benar menentukan masa depan Slank.

Dia memberlakukan karantina terhadap Bimbim, Kaka, dan Ivanka, yang terjerat narkotika kala itu. Perjuangan Bunda Iffet tak sia-sia. Mereka pun berhasil keluar dari lembah hitam. Hingga akhirnya Slank bisa berada di titik kesuksesan.