Ayah Nino RAN, Meninggal Dunia

Kabar duka kembali menyelimuti dunia hiburan tanah air. Kabar duka kini datang dari penyanyi Nino Kayam atau yang lebih dikenal Nino RAN, ayah kandungnya, Agung Setyawicaksono meninggal dunia pada pukul 19.03, hari Sabtu 3 Oktober 2020 kemarin. Ayahanda Nino meninggal dunia diketahui karena menderita komplikasi beberapa penyakit.

Rasa kehilangan Nino terhadap sang bapak, diungkap melalui instagram pribadinya. Dalam feed lelaki 33 tahun itu, dia memposting video pendek almarhum Agung tengah memainkan sebuah biola.

Dalam caption yang ditulisnya, Nino mengaku sang bapak adalah sosok orang yang baik. Memberi kebebasan pada putranya untuk menjadi apa pun sesuai dengan yang diinginkan.

“Kita mungkin kalah bertarung, tapi Bapak juara di hati aku selamanya. Terima kasih udah ngebolehin aku jadi apa aja ya pak,” ungkap Nino di caption videonya itu.

Pentolan grup musik Ran itu juga bersyukur telah dibesarkan dan dibimbing oleh sang bapak.

“Aku bersyukur dipilih tuhan untuk dibesarkan & dibimbing oleh manusia paling baik yang pernah aku kenal. Tenang disana ya pak. Love you,” tutupnya.

 

Beberapa warganet pun langsung mengucapkan duka cita kepada Nino. Beberapa diantaranya ada rekan artis tanah air.

“Innlilahi wainalilahi rojiun. You will be missed om. Yang happy di surga ya om. Kita semua akan super kangen banget sama energi om,” tulis penyanyi Vidi Aldiano.

“Bapak orang baik Nino. Mendapat tempat terbaik. Kebaikan bapak menular ke kamu Nino. Kebaikan bapak menular ke semua pendengar deltafm. Yang selalu ingat pesan bapak, buat satu kebaikan setiap hari dan jangan lupa berbuat baik,” sambung Asri Welas.

“Innalilahi Wainnalilahi Rojiun. Semoga almarhum ayah khunul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisinya. Turut berduka cita kak No,” komen Titi DJ.

Terlihat di rumah duka di kawasan Bangka, Jakarta Selatan, kerabat telah berdatangan untuk memberi bela sungkawa dan penghormatan untuk terakhir kalinya. Deretan karangan bunga pun telah berjajar di halaman rumah. Meski tidak terpantau kedatangannya, karangan bunga dari rekan sesama selebriti ikut memenuhi kediaman Nino RAN. Terpantau beberapa karangan bunga dari sesama musisi, mulai dari Rossa, Vidi Aldiano, Bunga Citra Lestari, Musica Studio, Laleilmanino, Project Pop, Maliq N D’Essentials, hingga Rano Karno.

Nino Kayam atau akrab dikenal Nino RAN ikut turun ke liang lahat untuk memakamkan jasad sang ayah, Agung Setyo Wicaksono. Dari dalam liang lahat, Nino RAN terdengar menangis saat mengadzani almarhum ayahnya. Samar-samar, suara Nino bergetar saat melantunkan adzan. Sebelumnya, ia juga ikut menggotong keranda ayahnya tercinta. Beberapa anggota keluarga mencoba menenangkan Nino. Sebab, tidak baik bila menangis di hadapan jenazah.

“Jangan sambil nangis,” ucap salah seorang kerabat di TPU Tanah Kusir.

Di lokasi pemakaman, TPU Tanah Kusir Jakarta Selatan, Minggu 4 Oktober 2020 kemarin. Keluarga juga tampak hikmat mendoakan saat prosesi pemakaman berlangsung.

Sebelumnya, dalam sambutan di rumah duka di kawasan Bangka Jakarta Selatan, Nino juga terlihat menahan tangisnya. Sebagai anak sulung, ia berusaha tegar atas kepergian sang ayah.

“Ayah adalah orang baik, mungkin sebaik-baiknya ayah saya pasti ada kesalahan. Kalau ada kesalahan mohon maaf dan kalau bisa dimaafkan,” kata Nino RAN dengan suara bergetar.

Nino RAN tampak tegar mewakili keluarga memberi sambutan. Ia menyatakan ikhlas sang ayah lebih dulu pergi meninggalkannya.

“Kami yakin, ini bukan Bapak yang meninggalkan kita, tapi kita yang mencoba mengikhlaskan Bapak kembali ke Sang Pencipta,” ujar Nino RAN lagi.

Jenazah Agung Setyo Wicaksono tiba di TPU Tanah Kusir sekira pukul 10.20 WIB. Terpantau di pemakaman, beberapa sahabat artis bertandang ke TPU. Mulai dari Asta dan Rayi RAN, Andovi Da Lopez, Asri Welas, hingga Vidi Aldiano.

Rayi dan Asta pun mengenang almarhum sebagai sosok yang berjasa untuk karir RAN di dunia musik.

“Om Agung ini adalah orang yang berjasa buat RAN. Om yang pertama kali menginisiasi pembentukan grup RAN,” ungkap Asta, Rapper di grup musik RAN.

RAN yang merupakan akronim dari nama para personilnya, yaitu Rayi, Asta, dan Nino merupakan inisiatif dari almarhum ayah Nino. Almarhum ayah Nino itu juga mendukung RAN dengan kerap membanggakan lagu RAN. Tidak hanya itu, Rayi bersama Asta dan Nino kerap membuat demo lagu. Selanjutnya, ayahanda Nino yang membantu promosi ke label-label musik.

“Kami bertiga itu suka bikin lagu, demo lagu itu yang dibawa Om Agung ke orang label. Kami berterima kasih dan bersyukur atas kehadiran om Agung dalam hidup kita,” ujar Rayi lagi.

Bahkan, Asta mengaku, sosok almarhum yang menguatkan tekadnya terjun ke dunia musik. Asta saat itu tidak memiliki rasa percaya diri untuk bisa terjun sebagai penyanyi.

“Dulu saya sempet ragu untuk ikut bermusik. Terus dibilang “udah Mas Asta nggak apa, bisa kok”. Dan akhirnya saya fix mau terjun ke dunia musik, beliau orangnya ceria dan positif,” pungkas Asta.

Sebagai sulung dari empat bersaudara, Asta menilai, Nino RAN lebih bertanggungjawab pada keluarganya belakangan ini.

“Beberapa minggu ini Nino memang sangat mengurusi keluarganya. Nino itu sangat sayang sama keluarganya,” ungkap Asta di TPU Tanah Kusir.

Rayi pun mengakui hal tersebut. Bahkan, Rayi bilang tidak khawatir Nino RAN akan kerepotan mengurusi adik-adiknya.