David Noah Terseret Kasus Penggelapan Dana

David NOAH saat ini tengah terseret kasus dugaan penipuan dan penggelapan setelah dilaporkan rekan bisnisnya Lina Yunita. Pria dengan nama asli David Kurnia Albert ini awalnya mengaku tidak tahu dilaporkan ke polisi oleh Lina. Saat bangun tidur, ia terkejut karena namanya terdaftar di kantor polisi, diduga telah menggelapkan uang sebesar Rp 1,15 Miliar.
“Pasti syok ya, saya tahu pas bangun tidur. Meski begitu, saya akan lakukan yang terbaik dan sebisa mungkin balikin apa yang jadi tanggung jawab perushaan, dengan uang saya sendiri,” jelasnya beberapa saat jumpa pers.
Rekan satu band Ariel NOAH ini tidak menyangka bahwa akhirnya, permasalahan ini sampai kepada laporan kepolisian.
“Kekecewaannya adalah sebagai manusia ya. Karena selama ini mencoba cari pembayaran ya ngepush perushaan atau saya cari sendiri,” ungkapnya.
“Tapi ya udah engga apa-apa, saya pahami orang kan punya rasa kepercayaan sama saya. Ketika jadinya seperti ini, ya jalani,” sambungnya.
David NOAH berharap kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,15 milik Lina Yunita tidak berakhir sampai putusan pengadilan dan berharap adanya perdamaian dengan adanya kesepakatan.
“Sampai saat ini masih mediasi dengan baik meunujunke titik terang lah. Saya tau Lina jg bingung mau kejar pt a itu kemana. Orang saya jg bungung. Ya mudah-mudahan bisa selasai dengan baik,” ujar David Noah.
Sebelumnya, David NOAH sudah menjawab kasus dugaan penggelapan uang sebesar Rp 1,15 Miliar yang dilaporkan pemilik uang bernama Lina Yunita. David NOAH menceritakan bahwa kasus dugaan penggelapan uang Rp 1,15 Miliar, semula karena bisnis dengan Lina Yunita.
Mantan suami Gracia Indri ini saat itu bekerja di sebuah perusahaan dengan posisi Direksi, mendapatkan bantuan dana dari Lina Yunita untuk menyelesaikan sebuah project. Dimana perusahaan yang dijalani David dan teman-temannya, memiliki sebuah project yang mendapatkan bantuan dana segar dari Lina Yunita.
Namun, saat waktu sudah ditentukan, project tersebut mundur hingga akhirnya diduga tidak terealisasikan dan membuat Lina meradang kepada David.
“Jadi memang Lina ini pemberi dana. Jadi saya awalnya ngobrol sama temannya Lina, kemudian temannya Lina mau mencarikan solusi, hingga akhirnya Lina mau membantu,” kata David Noah dalam wawancara virtual.
“Seiring berjalannya waktu dan Lina sudah mengirimkan uang ke perusahaan, project ini mundur. Ya saya juga tidak mengira ini semua terjadi dan saya juga tidak mengharapkan itu,” tambahnya.
Saat Lina mempertanyakan uangnya, diakui pria 40 tahun tersebut bahwa teman-temannya di perusahaan pergi meninggalkannya dan David menanggung semua masalah ini sendiri.
“Sampai akhirnya saya melakukan mediasi dan saya ingin membayar uang tersebut dengan mencicil dan saya bayar Rp 500 juta dulu,” ucapnya.
Akan tetapi, diakui mantan suami Gracia Indri itu, Lina menolak usaha pelunasan uang yang dibayar Rp 500 juta terlebih dulu dan akan dilunasi kemudian hari.
“Uang itu ditolak dan jadilah LP (Laporan Polisi),” ungkapnya.
Hendra P. Sajaya sebagai kuasa Hukum David Noah memastikan kliennya belum menerima surat undangan pemeriksaan dari Polda Metro Jaya tekait dugaan penggelapan uang Rp1,1 miliar. Padahal David Noah seharusnya menjalani BAP (berita acara pemeriksaan) pada Jumat ini.
“Sampai saat ini kami belum menerima surat undangan dimaksud,” kata Hendra saat dihubungi awak media.
Oleh karena itu, pemain keyboard Noah itu tidak akan hadir dalam pemeriksaan yang telah dijadwalkan oleh tim penyidik.
“Ya (nggak hadir), karena memang belum ada surat undangannya,” sambung Hendra.
Hendra memastikan kliennya akan hadir apabila sudah ada surat pemanggilan, David Noah akan bersikap kooperatif.
“Tetap kooperatif,” tutup Hendra.