Polemik Perseteruan Sarwendah Dan Ruben Onsu
Polemik antara presenter Ruben Onsu dan Sarwendah pasca perceraian kembali menjadi sorotan publik. Berawal dari kedatangan debt collector ke rumah Sarwendah, perseteruan keduanya kini meluas hingga menyentuh isu hak bertemu anak dan kewajiban finansial.
Berawal dari Insiden Debt Collector Konflik ini mulai menjadi sorotan publik ketika pihak Sarwendah mengungkap bahwa kediamannya didatangi debt collector (DC) pada 7 November 2025 untuk menagih cicilan mobil yang tertunggak atas nama Ruben Onsu.
Menurut kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, insiden terseybut sebenarnya sudah dibicarakan dalam pertemuan tertutup antara dirinya dan kuasa hukum Sarwendah.
“Sudah ada pertemuan antara saya dengan kuasa hukumnya S (Sarwendah), untuk membicarakan bagaimana solusinya… karena itu kan spirit untuk menyelesaikan masalah dengan kekeluargaan. Ya, dia juga bicara masalah DC, kita juga sudah bahas, sudah diselesaikan kok.” Ungkap Minola.
Karena itu, pihaknya mempertanyakan mengapa Sarwendah justru menggelar konferensi pers untuk mengangkat isu tersebut ke publik.
“Loh, kalau sudah ada pertemuan, sudah ada pembicaraan, sudah ada solusi, masih perlukah preskon?” Tanya Minola.
Pihak Ruben Buka Suara soal Anak dan Finansial Minola Sebayang menjelaskan, konferensi pers dari pihak Sarwendah tersebut menjadi alasan pihaknya turut membuka suara mengenai isu anak dan finansial. Menurutnya, tindakan itu seolah menggiring opini bahwa Ruben adalah sosok yang lalai.
Untuk menunjukkan tanggung jawab kliennya, Minola mencontohkan bahwa Ruben bahkan masih menanggung biaya seperti premi asuransi pribadi Sarwendah hingga “uang sampah” pasca cerai, yang ia sebut bukan lagi kewajiban kliennya.
“Untuk yang enggak perlu aja dia tanggungjawabi seluruhnya, apa mungkin untuk hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya tidak dilakukan?” Ujar Minola
Persoalan Hak Bertemu Anak Dengan landasan argumen tersebut, pihak Ruben Onsu kemudian mengangkat isu hak bertemu anak. Minola menyatakan, meski kliennya rutin mentransfer ratusan juta, haknya untuk bertemu anak yang diatur dalam kesepakatan notaris sebelum bercerai, justru dipersulit.
“Janganlah dia dipersulit untuk bertemu dengan anaknya, itu yang perlu kami garis bawahi.” Tegas Minola.
Adapun pihak Sarwendah membantah hal tersebut. Kuasa hukum Sarwendah, Chris Sam Siwu, menyebut ini adalah masalah pola asuh, di mana Sarwendah lebih mengikuti keinginan anak.
“Parenting Bu Wendah ini mendahulukan kepentingan anak. Jadi, permintaan anak yang diikuti. Kalau berbenturan dengan apa yang diminta Ruben, pasti Wenda akan lebih menurut kepada apa yang diminta oleh anaknya.” Jelas Chris.
Mereka juga menyatakan bahwa pesan dari anak-anak tidak mendapat balasan dari Ruben.
“Kami punya buktinya. Coba ditanyakan saja ke pihak RSO (Ruben Onsu), anaknya itu WhatsApp, anaknya itu kirimkan voice note, dibalas atau tidak?” Ungkap Chris.
Jawaban soal Masalah Komunikasi Menanggapi hal itu, pihak Ruben Onsu menyatakan bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk mendidik dan memberikan pengertian kepada anak, bukan hanya mengikuti kemauannya.
“Kita tidak bisa membiarkan anak kecil yang berpikir sendiri dan yang menentukan apa yang dia mau. Itu makanya ada hak asuh. Karena anak yang masih di bawah umur itu dia harus diasuh, dididik, dan dibimbing oleh orang tuanya.” Jelas Minola.
Soal tudingan tidak mengangkat telepon, Minola mengklarifikasi bahwa Ruben telah lama mengganti nomor dan sudah memberitahukannya kepada Sarwendah.
“Ada bukti sebenarnya. Sejak lama, Ruben itu sudah chat S (Sarwendah) dan mengatakan bahwa nomor teleponnya itu ganti. Lalu kalau kemudian itu di-framing, ‘Dia enggak balas-balas, enggak angkat-angkat,’ loh, kan sudah dikasih tahu nomornya berubah.” Ujar Minola.
Ajakan Berdamai Di tengah perseteruan ini, pihak Sarwendah sempat mengajak untuk berdialog demi mencari jalan damai.
“Kami berharap kita masih bisa duduk bersama, ya, Sarwendah dengan Ruben, maupun saya dengan Bang Minola, untuk membahas ini agar tidak berlarut kepada hal-hal yang di luar itu lagi.” Ujar Chris.
Menanggapi ajakan dialog tersebut, Minola Sebayang menyatakan bahwa tawaran itu seharusnya disampaikan secara langsung dan personal.
“Harusnya dia hubungi saya… bukan ngomong ke media.” Ucap Minola.
Sebagai adik dari Ruben Onsu, Jordi pun akhirnya ikut menanggapi perseteruan tersebut. Ia mengaku tidak berani ikut campur dalam permasalahan sang kakak dan kakak iparnya tersebut.
Walau demikian, ia juga berharap agar permasalahan antara Ruben dan Sarwendah cepat selesai. Ia juga menyarankan agar keduanya dapat bertemu dan menyelesaikannya secara pribadi.
“Kalau masalah finansial aku nggak berani ikut campur. Karena kan setiap orang pasti punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tapi mengikuti dari ada press conference, kemudian ada lain-lain juga gitu ya. Kayaknya mungkin ya baiknya sebagai penengah gitu ya, ada baiknya mungkin duduk aja bareng-bareng.” Ujar Jordi Onsu.
Ia juga ikut menanggapi perihal pernyataan Ruben yang disebut susah bertemu dengan anak-anaknya. Jordi mengatakan bahwa sejauh ini tidak ada kesulitan untuk menemui keponakannya sama sekali.
“Kalau problemnya mungkin di anak ya tinggal diskusikan bersama. Terus rasanya kalau memang dirasa, “Oh ternyata ada yang sulit menemukan ponakan,” kan ponakannya nggak dibawa kabur gitu ya, nggak dipindahin rumahnya, rumahnya ada gitu. Jadi tidak ada menghalangi, tidak ada kesulitan sih di situ.” Ujar Jordi.
Lebih lanjut, Jordi berharap baik Sarwendah dan Ruben untuk dapat segera bertemu dan membicarakan hal tersebut dengan kepala dingin.
“Baiknya sebagai adik, adik ipar, sebagai paman, ya duduk aja bareng-bareng tanpa ada orang ketiga, tanpa pengacara mungkin. Dengan kepala dingin, semua dipikirkan baik-baik demi kepentingan anak dan juga keluarga.” Tutur Jordi Onsu.