Aktor Senior Subarkah Hasisarjana Meninggal Dunia

Aktor film senior Subarkah Hadisarjana mengembuskan napas terakhirnya pada Selasa dini hari di usia 67 tahun. Ketua Humas Pengurus Besar Persatuan Artis Film Indonesia (PB Parfi) dan Direktur Rumah Film Indonesia, Evry Joe, menyampaikan kabar duka ini melalui pesan singkat dan menyatakan Subarkah meninggal di RS Sentra Medika Depok.

“Insyaa Allah Allahyarham, wafat dalam keadaan husnul khotimah, dihapuskan dosanya, diterima amal ibadahnya dan ditempatkan di syurga terindah milik Allah Subhaana wata’ala Aamin. Mohon dimaafkan segala salah dan khilafnya.” Tulis Evry Joe.

Evry menyatakan jenazah pagi ini akan disemayamkan di rumah Pondok Tirta Mandala, Jl.Rajawali J3 No.6 Depok, Jawa Barat oleh pihak keluarga. Rencananya jenazah akan dimakamkan di TPU Tapos – Bogor Jawa Barat.​​​​​​

Salah satu selebritas yang menyampaikan belasungkawanya adalah Shahnaz Haque yang mengunggah video di laman Instagramnya sebagai salah satu momen kebersamaan dengan Subarkah saat merias pemain Teater Koma.

“Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, allahummaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fu anhu. Selamat jalan Ayah Subarkah Hadisarjana @subarkah5 tercinta. Nuhun sudah mengijinkan saya menjadi anak magang MUA (Make Up Artist), di RORO JONGGRANG. Produksi ke 225 Teater Koma. Pementasan ini sangatlah berkesan, karena pertama kali saya berguru dengan Maestro make up karakter, Ayah Barkah. Dan terakhir kali bisa menyaksikan Mas @nanoriantiarno masih mengawal @teaterkoma, walau sudah ada di kursi roda.” Tulis Shahnaz pada unggahan videonya.

Jenazah bintang film Get Married 3 itu langsung dimakamkan di TPU Tapos, Bogor, Jawa Barat, siang ini. Kehilangan ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, insan film, dan teater. Danan, putra Subarkah menceritakan perjuangan panjang ayahnya melawan kanker. Penyakit kanker yang diidap Subarkah Hadisarjana menyerah THT.

“Awalnya udah dari tiga tahun inilah ya, Bapak mengidap kanker. Awalnya sih ada gangguan di THT-nya, ada sel kanker di situ, saya lupa nama kankernya apa yang menyerang THT-nya. Kurang lebih dua tahun itu sudah menjalani kemo dan radiasi, mungkin fisiknya beliau nggak kuat ya buat jalanin kemo, sempat berhenti juga waktu itu.” Ungkap Danan saat ditemui di TPU Tapos, Bogor.

Danan melanjutkan, pada tahun ketiga penyakit ayahnya semakin menyebar. Alhasil fisik aktor kelahiran Pare, 25 Juni 1958 itu tak kuat menahan sakit. Selama masa perawatan, bintang sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu beberapa kali dirawat di rumah sakit. Subarkah sempat bolak-balik RSCM dan dirujuk di rumah sakit di Cisalak.

“Iya, sempat terutama di dua tahun itu bolak-balik rumah sakit di RSCM, kemudian dapat rujukan pengecekannya di Sentra Medika Cisalak. Seminggu terakhir memang ada di rumah sakit.” Ungkap Danan.

Walau kondisinya menurun, Subarkah tetap bisa menjalin komunikasi dengan baik. Namun, keluarga terbatas untuk komunikasi.

“Sulit, jadi susah berdialog antara kita dan Bapak. Tapi kesadarannya saya akui Bapak masih sangat baik ya. Dia masih merespons, tapi tidak bisa dengan ucapan.” Tutur Danan.

Danan mengatakan pada akhir hayatnya, Subarkah masih aktif dalam dunia teater, makeup artis, dan dosen. Subarkah Hadisarjana merupakan pengajar senior untuk Program Studi Desain Produk (Mode) Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Kesenian Jakarta. Ia sempat menjabat Wakil Dekan III Seni Rupa IKJ (2008) dan Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, dan kini telah memasuki masa purnabakti pada bulan ini.

Lahir di kota Pare, Kediri, Jawa Timur pada tanggal 25 Juni 1958, Subarkah adalah seorang seniman papan atas dari Indonesia, dikenal sebagai aktor film, banyak terlibat dalam pementasan teater, tak hanya sebagai pemain, namun juga sebagai penata rias, artistik, serta busananya di berbagai acara dan pentas di Teater Populer, sebelum aktif di Teater Koma dan lain-lain hingga kini.​​​​​​​

Subarkah juga dipercaya sebagai penata rias dalam film Pengkhianatan G 30 S/PKI pada tahun 1982. Usai film tersebut, kegiatannya terus berlanjut dengan film “Djakarta 1966”, masih karya Arifin C Noer pula menangani spesial efek.

Ia juga pernah tampil di beberapa film seperti “Kipas-Kipas Cari Angin” tahun 1989, “Petualangan 100 Jam” tahun 2004 dan “Get Married 3” tahun 2011. Selain film layar lebar, Subarkah juga tampil di beberapa judul sinetron salah satunya “17th” dari rumah produksi Starvision Plus.