P Diddy Diduga Menghalangi Penyelidikan

Kasus perdagangan seks yang menjerat P Diddy bakal bergulir di Pengadilan Federal Manhattan. Jelang persidangan, jaksa menuding rapper sekaligus produser musik tersebut mencoba memeras saksi dan memengaruhi juri.
Dokumen pengadilan di Pengadilan Federal Manhattan, mengungkap percakapan telepon P Diddy yang direkam perlihatkan upayanya memengaruhi jalannya persidangan dengan memanipulasi saksi dan juri.
Salah satu upaya tersebut melibatkan keluarga Diddy yang berusaha menjalankan kampanye media sosial pada waktu yang hampir bersamaan dengan ulang tahunnya. Jaksa menilai hal tersebut sebagai upaya menggiring opini publik jelang persidangan.
Sejak penangkapannya pada September, P Diddy diduga mulai melanggar berbagai aturan di penjara. Jaksa juga mengajukan keberatan terhadap permohonan pembebasan bersyarat yang diajukan P Diddy. Jaksa tetap menolak walau P Diddy bersedia menggelontorkan jaminan sebesar 40 juta euro.
Sean ‘Diddy’ Combs dinilai terus berupaya menghalangi penyelidikan kasus perdagangan seks yang menjeratnya saat berada dalam penjara federal. Berdasarkan berkas pengadilan baru, jaksa mengungkapkan P Diddy menggunakan sedikitnya akun telepon delapan narapidana untuk melakukan itu semua, demi menghindari pemantauan.
“Sejak terdakwa ditahan di MDC, dia terus berusaha menghindari pengawasan penegak hukum, secara koruptif memengaruhi kesaksian saksi, dan lebih jauh lagi menyerang integritas proses ini.” Tulis jaksa penuntut.
Mereka juga menuduh P Diddy membayar napi melalui perantara yang sesungguhnya melanggar aturan. Berdasarkan tinjauan panggilan telepon yang direkam Pusat Penahanan Metropolitan Brooklyn (MDC), P Diddy menggunakan perantara untuk menghubungi individu yang tidak masuk daftar kontak yang telah disetujui.
Produser musik dan pemilik label Bad Boy ini juga menggunakan orang ketiga untuk “meneror” banyak orang lewat ratusan pesan teks (SMS), termasuk mereka yang di luar daftar persetujuan.
“Ketika berusaha menghindari pemantauan penegak hukum, terdakwa telah mengatur kampanye media sosial yang, dengan kata-katanya sendiri, bertujuan untuk mencemari kelompok juri. Ia melakukan upaya untuk membocorkan materi yang dia anggap berguna untuk kasusnya; dan menghubungi saksi melalui pihak ketiga.” Tutur jaksa penuntut.
Jaksa juga menuduh P Diddy berusaha memengaruhi persepsi publik dengan mengarahkan keluarganya untuk mengunggah konten tentang dirinya di media sosial, termasuk video anak-anaknya ketika merayakan ulang tahunnya.
“Terdakwa (dari dalam MDC) memantau hasil analisis, seperti engagement penonton, dan secara blak-blakan berdiskusi dengan anggota keluarganya bagaimana video itu berdampak seperti yang ia harapkan kepada anggota juri.” Tutur jaksa.
Sebelumnya, akun Instagram P Diddy perlihatkan video saat anak-anaknya mengucapkan ulang tahun padanya lewat sambungan telepon. Jaksa menilai hal itu sebagai upaya P Diddy untuk menggiring opini publik bahwa dia adalah sosok penyayang keluarga.
Diberitakan sebelumnya, jaksa menyatakan bahwa Diddy mengorganisir pesta-pesta liar yang disebutnya “freak-offs”, di mana dia mengundang pekerja seks untuk sesi-sesi pesta yang berlangsung berhari-hari.
Namun, begitu para pekerja seks tiba di pesta, mereka diduga dipaksa untuk melakukan tindakan non-konsensual melalui ancaman dan intimidasi. Dalam beberapa kasus, mereka diberi uang atau dipaksa melakukan tindakan kekerasan seksual.
Selama pesta-pesta tersebut, P Diddy diduga merekam tindakan seks sambil melakukan masturbasi. Selain itu, jaksa menuduh bahwa Diddy memfasilitasi pesta tersebut dengan memberikan narkoba dan alkohol yang berlebihan, serta menyediakan tas IV untuk membantu peserta yang kelelahan setelah pesta-pesta tersebut.
Dalam penggeledahan yang dilakukan oleh agen federal di rumah Diddy di Los Angeles dan Miami Beach, ditemukan berbagai barang bukti yang mendukung tuduhan terhadapnya. Bukti tersebut antara lai 1.000 botol pelumas dan minyak bayi, serta sejumlah narkotika yang diduga digunakan dalam pesta seks.
Pengacara Diddy, Marc Agnifilo, menanggapi tuduhan tersebut dengan mengatakan bahwa penyelidikan ini merupakan bagian dari upaya polisi untuk menjatuhkan seorang pria sukses karena rasnya. Menurut Agnifilo, para penyelidik tidak dapat menemukan bukti yang mengarah pada pelanggaran pajak atau masalah bisnis Diddy, sehingga mereka beralih untuk mencari bukti dalam kehidupan pribadinya, terutama di ranah seksualnya.
Selama lebih dari satu dekade, P Diddy dikenal mengundang selebritas Hollywood ke dalam pesta-pesta legendarisnya, yang berbeda dengan pesta-pesta “freak-offs” yang kontroversial. Namun, kini, di balik semua kemewahan tersebut, Diddy menghadapi persidangan besar yang berpotensi mengubah karier dan hidupnya.
Dengan persidangan yang masih berlangsung, banyak yang menunggu perkembangan selanjutnya terkait tuduhan serius yang dihadapi oleh salah satu mogul terbesar dalam industri musik ini.