Kontroversi Lagu “APT” Rose Feat Bruno Mars

Kolaborasi mengagumkan antara Rose BLACKPINK dan Bruno Mars dalam lagu berjudul ‘APT’ sedang mendominasi musik global. Dirilis pada 18 Oktober 2024, lagu ini berhasil berada di top atas dalam berbagai chart streaming di seluruh dunia hanya dalam beberapa hari. Istilah Korea “Apateu,” yang berulang kali dilantunkan dalam lagu ini, menyedot perhatian dari penggemar lintas generasi.
Kesuksesan ‘APT’ terlihat tak terbendung. Video musiknya di YouTube telah meraih 190 juta penayangan dalam waktu 11 hari sejak peluncuran. Tidak hanya itu, ‘APT’ juga mencetak sejarah sebagai lagu Asia tercepat yang mencapai 1 miliar penayangan di TikTok, hanya dalam empat hari sejak rilis.
Diciptakan dan ditulis sendiri oleh Rose, lagu ini mengambil inspirasi dari permainan Korea “Apateu” yang berarti “Apartment.” Permainan ini dilakukan dengan cara menyusun tangan di atas meja sambil mengucap kata “Apateu” berulang kali. Biasanya masyarakat Korea melakukan permainan ini saat sedang bersantai sambil minum alkohol.
Dilansir dari Hankook Ilbo, kritikus musik asal Korea Selatan, Chung Won Seok menilai lagu ‘APT’ bisa viral karena membawa nuansa nostalgia yang menyegarkan, serupa dengan lagu ‘Mickey’ dari Toni Basil atau ‘That’s Not My Name’ dari The Ting Tings.
“APT adalah lagu pop yang dibuat dengan sangat baik dan berbeda dari tren pop Barat.” Jelas Chung Won Seok.
Viralnya ‘APT’ juga tidak terlepas dari cara Rose dan Bruno Mars menggabungkan dua bahasa yaitu Inggris dan Korea. Mantan Profesor Studi Luar Negeri di Universitas Tokyo, Hideki Noma, menjelaskan daya tarik bilingualisme yang dibawa lagu ini membuat salah satu bahasa tidak mendominasi. Menurutnya, Rose memaksimalkan daya tarik kata serapan “Apateu” melalui irama yang intens dan keceriaan dalam pelafalan.
“APT adalah kesuksesan bilingualisme tanpa dominasi. Alih-alih mengandalkan narasi, Rose justru mengintensifkan keceriaan yang dekat pada kata-kata, memadukan bahasa Inggris dan Korea beriringan.” Ucap Hideki Noma.
Sayangnya, lagu APT ini masuk daftar list lagu terlarang didengarkan bagi siswa yang hendak melakukan ujian karena takut fokus mereka terganggu. Tidak hanya di Korea Selatan, lagu ini juga dilarang didengarkan di Malaysia karena dianggap tidak mencerminkan budaya ketimuran. Penafsiran lagu tersebut menimbulkan kekhawatiran, bahwa kolaborasi Rose BLACKPINK dengan Bruno Mars itu bisa mendorong sikap atau perilaku tertentu bagi pendengar muda.
Kementerian Kesehatan melarang pemutaran lagu tersebut, ramainya kabar tersebut membuat pihak Kementerian Kesehatan Malaysia angkat bicara. Menurut cuitan itu, Kemenkes Malaysia menegaskan pernyataan soal larangan memutar lagu APT berasal dari pihak yang sama sekali tidak berkaitan dengan Kementerian.
Kabar soal pelarangan memutar lagu APT. di Malaysia bermula dari keterangan akun yang diduga merupakan bagian dari keanggotaan Kementerian Malaysia. Di situ, ada klaim bahwa lirik lagu APT. yang dinyanyikan oleh Rose BLACKPINK dan Bruno Mars menampilkan konsep “apartemen” sebagai tempat godaan, yang mereka yakini dapat secara halus mendorong perilaku yang bertentangan dengan nilai-nilai tradisional yang dianut dalam budaya Timur. Oleh sebab itu, kementerian Malaysia menyarankan agar orang tua hingga anggota masyarakat tetap mawas terhadap pengaruh budaya barat yang masuk ke negara mereka.
Lagu kolaborasi Rose BLACKPINK dan Bruno Mars tersebut disebut-sebut plagiat. Hal ini ramai setelah muncul klaim dari Jepang mengenai kemiripan dengan lagu Miku Sawai tahun 2013, Sorry, I Can’t Be a Good Child. Para kritikus musik menyoroti bahwa bagian chorus dari lagu APT pada detik ke-32 memiliki kemiripan dengan melodi lagu Sawai yang dimulai pada detik ke-41.
Pendengar menunjukkan bahwa melodi utama pada tanda 40 detik dari “Maaf, Saya Tidak Bisa Menjadi Anak yang Baik” (????????????????) dan melodi utama pada tanda 33 detik “APT” serupa.