Tamara Tyasmara Sempat Emosi Dalam Sidang Lanjutan Pembunuhan Dante

Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali menggelar sidang kasus pembunuh anak pesinetron Tamara Tyasmara dan Angger Dimas, Dante, Senin 5 Agustus 2024. Agenda sidang kali ini adalah mendengar keterangan saksi di hadapan majelis hakim. Sementara saksi yang dihadirkan adalah dari pihak kolam renang di mana tempat Dante tewas yang diduga dibunuh oleh mantan pacar Tamara, Yudha Arfandi.

Dalam sidang kali ini pengadilan menghadirkan lima orang saksi. Dalam proses sidang, Tamara Tyasmara yang merupakan ibu Dante, juga tidak pernah absen. Emosi Tamara Tyasmara kembali tersulut saat pihak keluarga terdakwa, Yudha Arfandi masuk ke dalam ruangan sidang. Tamara Tyasmara pun menegaskan kepada keluarga Yudha Arfandi untuk mendengarkan kesaksian dari saksi yang dihadirkan kali ini.

“Dengerin tuh saksi, keterangannya.” Ujar Tamara Tyasmara.

Kemudian datang seseorang yang duduk di depan dan mengambil foto Tamara, dia pun langsung menegur orang tersebut.

“Mau foto berdua? Langsung aja kalau mau foto.” Ujar Tamara dengan emosi.

“Siapa yang foto lo!” Timpal orang tersebut.

“Dengerin ceritanya biar tahu, jangan malah foto-foto.” Cetus Tamara.

Tidak lama berselang, perempuan yang disebut memotret Tamara itu meninggalkan ruang sidang. Tamara tampak mengungkapkan kekesalannya saat itu.

“Giliran yang penting kayak gini, nggak mau dengar.” Tegas Tamara.

Ditemui usai sidang, Tamara mengungkapkan kekesalannya. Tamara kesal melihat keluarga Yudha yang tidak mau fokus pada persidangan. Padahal, mereka kerap membela Yudha selama ini dan menganggap bahwa mantan kekasihnya itu tidak bersalah.

“Diam-diam tadi foto aku, kenapa enggak fokus aja, dengarin itu pak Darma kan lagi bersaksi, malah sibuk selfie moto-motoin aku. Aku kesal, dengarin aja. Kan mereka bilang selama ini, dia (Yudha) bukan pembunuh. Ini kesaksian orang yang di TKP, kenapa (mereka) ke luar satu satu, malah keluarganya tidak seramai kemarin.” UcapTamara.

Tamara menyayangkan sikap keluarga Yudha yang memilih tidak mendengarkan pernyataan saksi, malah meninggalkan ruang sidang. Yang jelas Tamara percaya pada kesaksian para saksi fakta, yang ada di tempat kejadian perkara (TKP) Dante meninggal dunia di Kolam Renang Palem.

“Ya aku sih percaya sama saksi ya, bagaimana pun kan yang melihat, saksi kan enggak cuman satu, ada empat lainnnya. Kamis ada juga dari kolam renang juga kita lihat aja.” Tutur Tamara.

Salah satu saksinya adalah Darma Anwar Hutapea yang pertama kali menolong Dante. Dalam kesaksiannya, Darma juga menjadi orang yang mencoba menunjukkan rekaman potongan CCTV kepada Tamara.

Darma mencoba menemui Tamara di kediamannya pada 28 Januari 2024. Saat ditunjukkan rekaman potongan CCTV, Darma sempat terkejut dengan reaksi Tamara. Sebab Tamara justru mengira terdakwa Yudha Arfandi yang menolong Dante saat tenggelam.

“Saya tunjukkan (rekaman potongan CCTV). Mungkin Tamara masih dalam keadaan syok kali ya, saya tunjukkan video, dia bilang ‘Dia (Yudha) nolongin ya?’ Seolah olah terdakwa nolongin anaknya. ‘Coba ibu perhatikan baik-baik.” Ucap Darma.

Sedangkan teman-teman Tamara yang turut menonton video tersebut sudah histeris. Respons Tamara yang tidak sesuai dengan ekspektasinya pun membuat Darma terheran.

“Semantara kawan kawannya udah pada teriak ‘itu anak lu dibunuh, anak lu ditenggelamin, udah buat laporan polisi’ gitu. Saya cukup kaget aja Tamara bilang gitu ‘oh dia nolongin ya?” Lanjut Darma.

Menanggapi hal tersebut, Tamara mengaku masih kebingungan dengan situasi yang ada di potongan rekaman CCTV tersebut. Karena hanya berupa potongan, Tamara hanya melihat ketika Yudha tengah mencoba mengangkat Dante ke permukaan.

“Itu kan saya lagi berduka banget, saya cuma nanya, ‘itu lagi ditolong atau gimana?’. Kita bingung, tapi kan untungnya udah lihat CCTV yang dua jam dari awal masuk sampai keluarnya gimana.” Jelas Tamara.

Aktris 29 tahun ini juga mengaku sempat menyangkal apa yang ia lihat. Apalagi ada banyak orang yang berusaha menghubunginya atau menemuinya dan mengaku menyaksikan momen kepergian Dante.

“Waktu yang awal ditunjukkan saksi itu aku masih nggak mau, nggak mau (lihat video), masih denial masih takut buat lihat dan aku juga belum percaya orang, yang datang ke rumah belum tentu ada di situ. Dia (Darma) nunjukin tapi pada saat itu aku masih ‘dia benar di situ enggak ya? Kan kita pasti gitu dong percaya enggak percaya dong karena banyak banget yang hubungin aku enggak cuma pak Darma.” Beber Tamara.

Pada awalnya, Tamara mengaku tidak mau bertemu dengan Darma. Namun, karena sebelumnya Darma sudah bertemu dengan ibunya dan ditunjukkan video rekaman potongan CCTV, akhirnya Tamara bersedia bertemu Darma.

“Aku awalnya nggak mau ketemu sama pak Darma, nggak mau ketemu tapi mamahku yang ‘ayo ketemu, dia punya CCTV- nya, cuplikannya aja ayo temuin’. Ya udah suruh ke rumah.” Tutur Tamara.