Ayah Bimbim Slank Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari anggota band Slank, yakni Bimbim. Ayahan Bimbim Slank meninggal dunia di Rumah Sakit Asri Jakarta pada Senin, 4 Maret 2024 pukul 21.27 WIB, pada usia 88 tahun.
Melalui unggahan di akun Instagram @slankdotcom, Selasa, 5 Maret 2024, Slank dan pihak manajemennya menyampaikan ucapan duka cita bagi Bimbim atas kepergian ayahnya yang bernama Sidharta M Soemarno. Mereka berharap mendiang ayah Bimbim bisa diterima amal ibadahnya.
“Slank dan Management mengucapkan turut berduka cita atas meninggalnya Bapak Sidharta M Soemarno (ayahanda dari @bimbimslank) Semoga amal ibadah beliau diterima disisinya dan diberikan ketabahan untuk keluarga yang ditinggalkan. Amin.” Tulis Slank.
Postingan yang diunggah oleh Slank itu juga telah diunggah ulang oleh Bimbim melalui instastory di akun Instagram @bimbimslank, Selasa, 5 Maret 2024.
Kemudian, Kaka, vokalis Slank, mengungkap peran mendiang ayah Bimbim dalam perjalanan karier grup tersebut. Ternyata mendiang ayah Bimbim merupakan orang pertama yang mendengarkan karya terbaru dari Slank.
“Orang pertama yang kita kasih dgr (dengar) kalo Slank bikin lagu atau rekaman album baru.” Tulis Kaka, dikutip dari instastory akun Instagram @fishgod.
Bimbim Slank menceritakan penyakit yang dialami oleh ayahnya, Sidharta M Soemarno. Bimbim mengatakan bahwa, ayahnya mempunyai riwayat penyakit jantung dan paru-paru.
“Bokap kan memang sudah setahun terakhir ini udah sering keluar masuk rumah sakit. Jadi sebentar sehat, sebentar pulang, masuk rumah sakit lagi. Terakhir, seminggu terakhir ini masuk rumah sakit dengan menggigil. Masuk rumah sakit dan menggigil akhirnya diperiksa, pernah punya jantung juga. Diperiksa paru-parunya infeksi, jadi butuh bantuan pernapasan.” Ungkap Bimbim di TPU Karet Bivak, Jakarta Pusat.
Bimbim menjelaskan bahwa awalnya dokter merencanakan tindakan medis untuk memperbaiki saluran makanan dan pernapasan. Namun, mengingat kondisi kesehatan yang kompleks, dokter memilih untuk memberikan perawatan yang sesuai.
“Tadinya tindakan dokter mau dibikin dibolongin yang buat makan dan udara, tapi harus sadar dulu. Karena komplikasi ke jantung akhirnya gagal ginjal dan nggak bisa keluarin air kencing. Jadi dokter bilang ya udah kita obatin aja.” Ujar Bimbim.
Selama masa perawatan, ayah Bimbim sengaja dibuat tidak sadarkan diri untuk mengurangi rasa sakit yang dialaminya. Namun saat hendak dilakukan tindakan operasi, ia sudah tidak memberikan respons.
“Memang ditidurin menghindari rasa sakit. Tapi begitu kita mau bangunin dioperasi udah nggak respon. Kita udah kumpul bener-bener kayanya bener-bener nungguin bunda hari itu bunda dateng.” Ujar Bimbim.
Ayah Bimbim Slank, Sidharta M Soemarmo, dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Jenazah Sidharta tiba di TPU Karet Bivak pada pukul 13.00 WIB. Para personel Slank tampak hadir di acara pemakaman ayah Bimbim. Bimbim ikut mengantarkan jenazah ayahnya hingga ke liang lahad. Tidak sendirian, Bimbim dan dua orang lainnya yang juga ikut turun ke liang lahad.
Kepergian ayah Bimbim Slank, Sidharta M Soemarno, untuk selamanya, meninggalkan kesedihan bukan hanya oleh keluarga. Rekan-rekan Bimbim yang merupakan musisi dan memulai karier di Gang Potlot, Kalibata, Jakarta Selatan, juga ikut merasakan sedih serta kehilangan.
Salah satunya ialah Anang Hermansyah. Diketahui, suami Ashanty ini termasuk salah satu musisi papan atas yang pernah tinggal di Gang Potlot dan mengenal dekat almarhum ayah Bimbim.
Dikatakan Anang, almarhum Sidharta memiliki kepedulian tinggi terhadap kesuksesan musisi daerah yang pernah tinggal markas Slank. Bahkan, Anang masih mengingat wejangan khusus yang diberikan almarhum sebelum dirinya sukses seperti sekarang.
“Wejangan beliau adalah ‘Nang kamu jangan pernah putus asa’. Beliau selalu mengajarkan anak-anak sini untuk selalu tidak putus asa karena perjuangan itu kalau kita meninggal selesai. Kalau masih hidup jangan pernah tidak kreatif.” Ucap Anang di rumah duka.