Ayah Edric Tjandra Meninggal Dunia

Kabar duka menyelimuti presenter Edric Tjandra, karena ayahnya, Benny Effendi Tjandra, meninggal dunia pada Hari Senin kemarin. Kabar duka itu dibagikan oleh Edric melalui akun Instagram miliknya @edrictjandra. Diketahui, ayah Edric meninggal dunia pada usia 71 tahun.

“Rest in peace. Benny Effendi Tjandra telah berpulang ke rumah Bapa di surga. Suami, Papa, Papa Mertua, Kung-kung, saudara kami tercinta Senin, 20 November 2023.” Tulis keterangan dalam Instagram Edric.

“Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman (2 Timotius 4:7).” Lanjut Edric.

Adapun unggahan sebelumnya, Edric juga menuliskan sebuah ucapan kasih sayangnya untuk mendiang ayahnya disertai beberapa foto.

“I Love u papa.” Tulis Edric Tjandra.

Setelah disemayamkan di rumah duka, mendiang Benny Effendy dimakamkan di San Diego Hills Memorial Park, Karawang, Jawa Barat, pada Hari Kamis kemarin.

Edric sendiri tidak mengetahui secara pasti kronologi kepergian ayah tercintanya itu. Sebab, saat kejadian ia tidak berada di rumah. Justru Edric mendapat kabar sang ayah sudah tidak sadarkan diri dari kakak iparnya.

“Dia bilang papa sudah nggak respon, terus udah nggak napas, nangis-nangis, itu saya lagi ada di daerah Senayan. Kejadiannya papa di rumah, di Sunter, jadi kan jauh ya. Aku bilang udah langsung aja masukin IGD, itu pun masih agak jauh rumah sakitnya. Akhirnya ya mungkin juga udah kelewat ya. Tiba-tiba udah nggak ada denyut jantungnya, udah lewat aja.” Ujar Edric Tjandra di Rumah Duka RS Husada, Kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Edric mengungkapkan, bahwa ayahnya memiliki riwayat stroke dan beberapa minggu sebelumnya dirawat di rumah sakit karena masalah kesehatan. Walau saat itu dinyatakan sembuh, namun pada saat kepergiannya yang mendadak Edric menyarankan untuk segera ke rumah sakit untuk memastikan kondisi ayahnya.

“Jadi pas dia lemas, dia bilang ‘iya nih papa lemas’. Aku bilang ya udah ke rumah sakit. Dia kan diare, takutnya gara-gara itu jadi lemes. Ya udah nggak ada angin nggak ada hujan, tidur, udah.” Ujar Edric.

Walau kepergian ayahnya terasa tiba-tiba, Edric mencoba untuk tetap menerima dengan ikhlas kehilangan tersebut.

“Papa sih pasti udah tenang, papa udah happy udah nggak sakit lagi. Kita aja yang di sini bener-bener kehilangan karena tiba-tiba. Tapi, kita berusaha ikhlas. Terima kasih Tuhan, papa buat segalanya, ketetapan Tuhan itu yang terbaik.” Ucap Edric.

Edric Tjandra mengungkapkan detik-detik ayahnya menghembuskan nafas terakhir, saat itu sang ayah sempat meminta makan nasi padang. Sayangnya hal itu belum terpenuhi, ayahnya telah menghembuskan nafas terakhirnya secara tiba-tiba sebelum dibawa ke rumah sakit.

“Nggak memang kejadian secara tiba-tiba dan dia Cuma bilang pengen makan ini, pengen makan itu maksudnya dia ingin makan nasi padang. Karena kita tidak nggak kasih makan yang gitu-gituan, karena dia harus jaga makan kan. Dia pengen nasi padang, es kopi dan nggak ada yang bagaimana-bagaimana juga.” Tutur Edric Tjandra.

Edric mengungkapkan kebiasaan ayahnya, yang membiasakan diri bangun setiap subuh. Sang ayah kerap membaca alkitab, sekaligus berdoa untuk anak-anak hingga orang-orang yang ia kenal.

“Paling aku ingat, diajarin sama aku selalu ingat sama Tuhan, pokoknya apapun yang kita lakukan Tuhan yang harus disatukan, itu yang harus aku ingat dari papa, dari dulu pertama kenal Tuhan Yesus sampai detik ini. Jam 4 pagi selalu baca Alkitab, selalu doain anaknya, cucunya semua dia kenal, dia doain semuanya itu yang selalu aku ingat dari papa.” Pungkas Edric Tjandra saat ditemui di Rumah Duka RS Husada, Kawasan Sawah Besar, Jakarta Pusat.