Habib Bahar Ditembak Orang Tidak Dikenal

Pendakwah Bahar bin Smith, melapor ke polisi mengenai dugaan penembakan oleh orang tidak dikenal kepada dirinya.
Informasi yang didapat, pendiri Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin, Bogor, Jawa Barat itu, ditembak di sekitar Kantor Pusdiklat Dishub Kemang, Kabupaten Bogor, pada Hari Jumat, 12 Mei 2023 kemarin.
“Kami sudah menerima laporan yang disampaikan Habib Bahar kepada pihak kepolisian dan saat ini kami sedang menindaklanjuti laporan tersebut.” Tutur Kepala Polres Bogor, Ajun Komisaris Besar Iman Imanuddin.
Iman menambahkan, Polres Bogor telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan atas laporan yang disampaikan pihak Bahar, termasuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Kami juga akan memintai keterangan terhadap saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.” Jelas Iman.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Komisaris Besar Ibrahim Tompo membenarkan bahwa pihak Bahar Smith telah membuat laporan kepolisian ke Kepolisian Sektor Kemang dengan nomor LP/–/B/V/2023/SPKT/POLSEK KEMANG/POLRES BOGOR/POLDA JABAR. Ibrahim menyampaikan, bahwa polisi masih mendalami laporan itu karena minimnya saksi mata di lokasi kejadian.
Dari tiga kali percobaan penembakan, Bahar bin Smith kena sasaran dua peluru di perutnya. Dalam aktivitas terbaru, Habib Bahar sudah berceramah seperti dalam video kanal YouTube Sayyid Bahar Bin Sumaith Offi. Mengenai kasus yang menimpanya itu, Habib Bahar mengaku tidak ingin banyak bicara.
“Ana (saya) enggak mau banyak ngomong, ana paling benci dengan yang namanya drama, emang ente pikir anak pemain sinetron, dipikir ana artis, pejabat yang kalau mau jadi calon suka drama dulu. Ana (saya) orang lapangan, orang perang, orang perjuangan.” Ucap Habib Bahar.
Habib Bahar pun kemudian mengatakan, bahwa dirinya tidak takut terhadap ancaman apa pun.
“Mau main-main sama saya? Saya bakal ajari cara mainnya. Inget, ancaman apapun enggak bakal bikin Bahar Smith mundur. Ini Bahar bin Smith, apapun ancamannya ana (saya) enggak perlu. Andaikan ana mati, itu cita-cita ana, tapi matinya karena berjuang untuk rakyat.” Ucap Habib Bahar.
Alasan Habib Bahar masih tetap mengajar meskipun mengaku masih sakit, yaitu karena tidak mau memberi celah kepada musuh agama agar mereka tidak merasa menang.
“Sebenarnya ana sakit, ana ngerasa sampai sekarang masih kayak kebakar. Tapi kenapa ana masih tetap ngajar, ana tidak mau memberi celah kepada musuh agama, musuh negara untuk merasa bahwa mereka menang.” Ucap Habib Bahar.
Sebelum mengalami penembakan, Habib Bahar diketahui baru dari bengkel untuk mengecek kondisi mobilnya. Setelah itu, dirinya dikabarkan langsung menghadiri acara santrinya.
Selanjutnya, saat perjalanan pulang, Habib Bahar curiga dengan suara asing di mobilnya. Akhirnya, Habib Bahar pun memilih untuk mengecek mobilnya terlebih dahulu dengan menghentikan kendaraan di pinggir jalan wilayah Kemang, Bogor. Saat itu, kondisi jalan sepi dan tidak ada orang.
“Mobilnya dari bengkel, dicek suara itu, ada tempat sepi supaya enggak berisik kan, kejadiannya di situ, saya coba cek tempatnya ya memang sepi.” Ujar Aziz Yanuar.
Habib Bahar pun memperkirakan posisi terduga pelaku penembakan yang sudah memantau dari jauh hingga melakukan penembakan.
“Kalau dari kronologis yang dia cerita itu ditembak dari jarak jauh. Nyerempet di perutnya (dua kali tembakan). Kemungkinan (posisi penembak) dari depan sebelah kanan, darahnya lumayan.” Ucap Aziz Yanuar.
Setelah mengalami penembakan tersebut, Habib Bahar langsung dibawa ke rumah sakit, karena mengalami luka di perut.
“Ditembak dan langsung dibawa ke rumah sakit. Kondisinya baik-baik saja dan tidak mengkhawatirkan.” Kata Edy Mulyadi.
Aziz sendiri mengaku baru mendapatkan kabar Habib Bahar mengalami penembakan pada pukul 23.00 WIB. Namun, kejadian penembakan tersebut sudah terjadi sejak pukul 21.00 WIB.
“Informasi dari beliau seperti itu. Ketika dapat kabar itu saya langsung jam 11 malam ke sana, beliau cerita yang memang sudah viral itu. (Kejadian) jam 8-9 malam.” Tutur Aziz Yanuar.