Ratu Meta Melaporkan Suaminya Terkait KDRT

Ratu Meta menyambangi Polres Metro Jakarta Timur, pada 7 April 2025. Kedatangan sang pedangdut tersebut diduga untuk melaporkan sang suami, Yogi Rinaldi, atas dugaan kekerasan dalam rumah tangga.

Tidak sendirian, pelantun Goyang Henpon tersebut datang didampingi kuasa hukumnya, Machi Ahmad. Momen tersebut terungkap dari unggahan ibu enam anak tersebut di akun Instagram pribadinya.

Ratu Meta menjelaskan, kedatangannya ke Polres Metro Jakarta Timur untuk menghadirkan dua saksi yang melihat dan mengetahui persis kasus dugaan KDRT yang dialami sang pedangdut.

“Satu tukang servis AC yang melihat dugaan KDRT dan teknisi aki yang juga terkena dugaan penganiayaan dari terlapor (Yogi).” Ucap Machi Achmad.

Machi menyebut kliennya, Meta menerima dugaan KDRT usai Yogi diduga melakukan penganiayaan kepada teknisi aki mobilnya.

“Jadi semua berawal dari aki. Terlapor (Yogi) ini marah marah dan diduga menganiaya teknisi aki. Setelah itu, baru ke klien kami (Ratu Meta).” Ujar Machi Achmad.

Pemeriksaan dua saksi, menurut Machi, memerlukan waktu 3 jam di mana masing-masing saksi mendapat 20 pertanyaan. Saat pemeriksaan, kami memperdengarkan rekaman percakapan yang terjadi saat itu.

Laporan KDRT Ratu Meta itu bermula dari cekcok sang pedangdut dengan suaminya akibat aki mobil, pada 14 Maret 2025. Perdebatan itu membuat Yogi diduga memukul pipi Meta dengan benda tumpul. Akibatnya, pipi sang pedangdut sampai bolong dan mengeluarkan darah.

Ratu Meta menegaskan sampai detik ini tidak ada itikad baik dari Yogi untuk meminta maaf dan membahas masalah mereka. Bahkan, setelah kejadian naas yang menimpa dirinya yakni kejadian dugaan KDRT sampai badannya memar dan berdarah, Yogi diakui Meta tidak menghubunginya. Ratu Meta mengakui, perbuatan Yogi membuat keluarganya sakit hati.

“Nggak ada komunikasi sama sekali.  Pasti keluarga aku nggak terima ya dan minta aku bersama suami masing-masing. Mereka meminta aku buat meneruskan laporan ini.” Jelas Ratu Meta.

Ratu Meta sudah yakin dengan laporannya dan akan memenjarakan Yogi Rinaldi usai melakukan dugaan KDRT.

“Nggak ada kata damai. Lihat ke depan saja seperti apa. Yang jelas, aku nggak mau berdamai. Kalau berdamai, malah takutnya dia semakin nantangin aku.” Ujar Ratu Meta.

Ratu Meta menjelaskan, peristiwa itu sebenarnya bukan aksi kekerasan pertama yang diterimanya dari sang suami. Bahkan, sering kali aksi-aksi tersebut nyaris membuatnya kehilangan nyawa.

Setelah mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga, Ratu Meta menyatakan bahwa banyak orang yang memberi tahu tentang sifat suaminya yang mudah marah. Meskipun demikian, Ratu Meta mengaku tidak mengetahui hal tersebut karena mereka tidak menjalani fase pacaran sebelum menikah.

“Setelah kejadian ini banyak keluarga, teman-teman suami yang bilang memang suamiku dari dulu seperti itu. Saya kan sama dia nggak pacaran, jadi langsung nikah.” Ungkap Ratu Meta.

Selama ini, Ratu Meta berusaha sabar dengan tidak membongkar perilaku kasar sang suami ke publik. Namun kali ini, tampaknya sang pedangdut tak lagi mau bersabar pada pria yang menikahinya pada 12 Agustus 2022 silam itu.

Ratu Meta mengungkapkan bahwa ia telah berpisah tempat tinggal dengan suaminya, Yogi Rinaldi, selama kurang lebih satu bulan. Hal ini terjadi setelah ia mengalami dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Selama periode tersebut, Ratu Meta dan suaminya tidak melakukan komunikasi satu sama lain. Ia juga menegaskan bahwa suaminya tidak memenuhi kewajiban nafkahnya.

“Udah pisah rumah sekitar sebulan. Udah nggak ada komunikasi, nggak ada tanggung jawab juga.” Ujar Ratu Meta di Polres Metro Jakarta Timur.

Ratu Meta menyatakan bahwa keluarganya telah mendesaknya untuk mengakhiri hubungan pernikahan tersebut. Sementara itu, pihak keluarga suaminya, Yogi, justru menginginkan agar pernikahan mereka tetap bertahan.

“Dari keluarga saya iya (mendesak), tapi kalau dari keluarga suami sih tidak. Cuma keluarga saya udah sakit hati banget. Dari saya sih ya udah, yang penting anak-anak.” Jelas Ratu Meta.