Sule Digugat Terkait Hak Waris Lina

Komedian Entis Sutisna alias Sule kembali berseteru dengan Teddy Pardiyana. Perseteruan terjadi usai Teddy melayangkan permohonan ke Pengadilan Agama Bandung soal status hak ahli waris untuk anak perempuannya, Bintang.

Sule merupakan mantan suami dari mendiang Lina Jubaedah. Setelah keduanya bercerai, mendiang Lina menikah dengan Teddy Pardiyana, yang dikaruniai seorang anak perempuan bernama Bintang.

Perkara ini telah memasuki empat kali agenda persidangan. Sidang selanjutnya akan digelar pada 27 Januari 2026, beragendakan pemanggilan Sule sebagai wali dari anak bungsunya dengan mendiang Lina, Ferdinand.

Pengacara Teddy, Wati Trisnawati menyatakan, perkara ini bisa diputus lebih cepat oleh majelis hakim jika Sule mangkir dari panggilan persidangan.

Termohon dalam perkara ini adalah keluarga Sule, mulai dari Rizky Febian, Putri Delina, Rizwan Fadillah, Ferdinand Adriansyah, hingga ibu mendiang Lina, Utisah.

“Jika para termohon tidak hadir sama sekali, ini bisa secepatnya diputus. Namun jika hadir, tentu ada proses mediasi, jawaban, pembuktian, sampai kesimpulan.” Ujar Wati.

Wati menegaskan, dalam perkara ini, Teddy bukan menginginkan harta. Ia menyebut, Teddy hanya menginginkan anak perempuannya, Bintang, memiliki hak sebagai ahli waris setelah Lina meninggal 6 tahun silam.

“Jadi bukan mengenai harta, tapi lebih fokus pada legalitas. Sebab, saya mendengar ada pernyataan bahwa Bintang bukan adik dari kakak-kakaknya. Untuk memberikan kepastian hukum, maka kami ajukan permohonan ini. Sebetulnya ini bukan gugatan, jadi permohonannya adalah permohonan ahli waris kontensius. Karena ini konteksnya yang kami mohonkan itu tidak ada objek hartanya, jadi lebih ke penetapan ahli warisnya, makanya disebutnya permohonan kontensius.” Beber Wati.

Sule selaku mantan suami Lina Jubaedah, buka suara soal pengajuan penetapan ahli waris yang dilakukan Teddy. Sule bereaksi keras, Sule menegaskan harta yang dimiliki sepenuhnya adalah hak anak-anaknya. Tidak ada alasan bagi pihak lain buat mengusik hal tersebut.

“Urusan gue warisan gue buat anak-anak gue lah. Tuntutan Pak Teddy gak usah ditanggapi, ya biarin aja mereka menuntut mau apa. Apa yang harus dituntut? Kan gitu. Tenang lah. Kita bukan perampok, tenang. Lagian itu juga harta gue kok yang udah gue ikhlasin, udah gue kasih sama mamanya Bintang diurus sama Putri.” Ucap Sule saat ditemui di Studio Trans7, Warung Buncit, Jakarta Selatan.

Sule menjelaskan bahwa dirinya tidak memiliki niat untuk menguasai harta yang bukan haknya. Ia menegaskan bahwa pihak keluarga besarnya sangat menghormati hukum dan hak dari Bintang, anak hasil pernikahan Teddy dan Lina. Namun, Sule meminta agar semua pihak melihat fakta bahwa banyak dokumen penting dan aset yang hingga saat ini belum terkumpul secara lengkap.

“Tapi kalau berbicara masalah warisan atau apa ya disebutnya legalitas bintang, tenang lah. Kita bukan perampok, tenang. Lagian itu juga harta gue kok yang udah gue ikhlasin, udah gue kasih sama mamanya Bintang diurus sama Putri. Kan ini juga aset belum kumpul semua, surat-surat yang hilang ke mana? Kan gitu.” Ungkap Sule.

Lebih lanjut, Sule secara terang-terangan menanyakan nasib uang miliaran rupiah milik Rizky Febian yang dulu dititipkan kepada mendiang ibunya. Selain uang, ada juga aset properti di kawasan Bandung Indah yang keberadaannya masih dipertanyakan. Bagi Sule, pembagian warisan untuk Bintang baru bisa dilakukan secara adil jika seluruh aset tersebut sudah jelas statusnya.

“Duit Iky yang 5 miliar ke mana? Kan gitu. Terus yang di Bandung Indah itu ke mana? Kan gitu. Kalau itu hilang berarti Bintang kebagiannya sedikit dong. Kumpulin dulu lah, santai jangan main-main mau warisan-warisan gitu.” Tegas Sule.

Sule juga memberikan saran agar Teddy lebih fokus pada tanggung jawabnya sebagai seorang ayah untuk bekerja menghidupi anaknya. Ia menekankan bahwa sebagai laki-laki, harga diri ditentukan dari kerja keras dan tanggung jawab, bukan dari menuntut harta yang sudah ia ikhlaskan untuk masa depan anak-anak.

“Jadi cowok juga mungkin harus kerja-kerja aja ya Kang. Enggak perlu dikasih tahu, laki-laki itu lahir, kerja, mati. Udah. Kalau lu mau dihargai ya kerjalah. Sekarang konsen aja buat bapaknya, hidupin anaknya. Jadilah laki-laki bertanggung jawab. Hidupin dulu anaknya udah nanti udah 17 tahun masalah legalitas tetap masih ada kok, enggak bakalan gue ambil lagi kok walaupun itu punya gue.” Pungkas Sule.

Perseteruan Sule dengan Teddy sendiri bermula saat Lina meninggal dunia pada awal Januari 2020 lalu. Awal perseteruan itu membuat Teddy harus jadi terpidana kasus penggelapan aset Lina hingga bebas pada 2024 lalu.

Meski telah bebas, perseteruan Teddy dan Sule kembali berlanjut. Teddy melayangkan permohonan ke PA Bandung sejak 1 Desember 2025 soal hak ahli waris anaknya, Bintang.