Shia LaBeouf Berurusan Dengan Polisi

Aktor Hollywood Shia LaBeouf kembali berurusan dengan masalah hukum. Bintang film Transformers itu ditangkap aparat kepolisian setelah diduga terlibat perkelahian saat perayaan Mardi Gras di New Orleans, Amerika Serikat.

Insiden tersebut kini menghadapi pengawasan publik lebih luas, setelah seorang pria yang mengaku menjadi korban, Jeffrey menyebut peristiwa itu sebagai dugaan kejahatan bermotif kebencian homofobik.

Menurut pengakuannya, LaBeouf menabraknya dan kemudian berteriak serta melontarkan ancaman. Dia mengklaim aktor tersebut menggunakan ujaran homofobik dan mengancam akan memukulnya.

“Dia menyebut saya dengan kata-kata kasar dan mengancam akan menyakiti saya.” Ujar Jeffrey.

Jeffrey mengatakan, situasi kembali memanas menjelang tengah malam ketika LaBeouf kembali ke bar dalam kondisi diduga mabuk. Ia menuding aktor itu berteriak menggunakan kata-kata kasar dan mencoba menyerang staf bar.

Dalam upaya mencegah kekerasan lebih lanjut, Jeffrey mengaku sempat menahan LaBeouf selama kurang dari satu menit atas permintaan bartender. Tak lama setelah dilepaskan, ia menuduh LaBeouf memukul bartender lain hingga mengalami patah hidung. Video yang beredar menunjukkan LaBeouf terus berteriak saat ditahan di luar lokasi.

Jeffrey juga mempertanyakan pembebasan cepat sang aktor di tengah padatnya perayaan Mardi Gras, yang biasanya membuat proses hukum lebih lambat.

“Selama bertahun-tahun saya tahu, jika seseorang masuk penjara saat Mardi Gras, biasanya tidak keluar sampai setelah Ash Wednesday.” Ujar Jeffrey.

Ia menilai keputusan tersebut dapat mengirimkan pesan yang buruk tentang akuntabilitas hukum, terutama saat kota sedang menghadapi lonjakan pengunjung.

Selain luka fisik dan dugaan ujaran kebencian, Jeffrey menyatakan kekhawatirannya terhadap dampak profesional. Ia dan LaBeouf sama-sama bekerja di industri hiburan.

Berdasarkan pernyataan resmi Departemen Kepolisian New Orleans (NOPD), insiden tersebut terjadi pada Selasa dini hari, 17 Februari 2026, sekitar pukul 00.45 waktu setempat di blok 1400 Royal Street.

Pihak kepolisian menyebut bahwa ada dua pria dewasa yang melaporkan diri mereka sebagai korban dugaan penganiayaan ringan.

“Penyelidik mengatakan seorang pria yang diidentifikasi sebagai Shia LaBeouf diduga menyebabkan keributan dan bertindak semakin agresif di sebuah tempat usaha di Royal Street.” Tulis pihak Kepolisian New Orleans.

Menurut laporan, salah satu staf kepolisian di lokasi awalnya berupaya melerai dan mengeluarkan LaBeouf dari tempat kejadian perkelahian. Namun, setelah berada di luar gedung, salah satu korban mengaku dipukul beberapa kali menggunakan tangan kosong.

Polisi pun mengklaim LaBeouf sempat meninggalkan lokasi perkelahian, tetapi dirinya yang belum puas rupanya memilih kembali dalam keadaan yang lebih emosional.

Aktor berusia 39 tahun tersebut diduga kembali memukul korban lain secara telak di bagian atas tubuh hingga hidungnya. Beberapa orang di lokasi pun mencoba untuk menahan dirinya hingga aparat kepolisian tiba.

“Beberapa orang berusaha menahannya dan akhirnya melepaskannya dengan harapan ia akan pergi. Namun, ia kembali memukul korban yang sama di bagian tubuh atas menggunakan tangan terkepal.” Lanjut pernyataan resmi tersebut.

Seusai insiden, LaBeouf sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis akibat cedera yang dialaminya dalam perkelahian tersebut. Setelah diperbolehkan pulang, ia resmi ditangkap dan didakwa atas dua tuduhan penganiayaan ringan.

Bagi publik Hollywood, ini bukan kali pertama nama Shia LaBeouf terseret persoalan hukum akibat perilaku agresif di ruang publik. Aktor berusia 39 tahun itu memiliki riwayat kasus hukum sebelumnya, dalam beberapa tahun terakhir secara terbuka membahas perjuangannya melawan kecanduan serta upayanya untuk memperbaiki diri.