Penyanyi Jack Marpaung Meninggal Dunia

Penyanyi legendaris Batak, Jack Marpaung meninggal dunia usai mengalami kritis di rumah sakit pada Minggu, 5 Januari 2025. Kabar duka ini disebarkan melalui akun Instagram @marpaung_official. Dalam postingan akun tersebut, Jack Marpaung meninggal dan jenazah Jack disemayamkan di rumah duka kawasan Pondok Mitra Lestari, Bekasi, Jawa Barat.

“Keluarga Besar Marpaung Sejabodetabek Mengucapkan Turut Beduka Cita Atas Meninggalnya Sang Legendaris Penyanyi Batak yaitu Pdt. Jack Marpaung. Beliau mengembuskan napas terakhirnya pada hari minggu 5/1/2025 dan akan disemayamkan di pondok mitra lestari blok C5 No.14 Bekasi Selatan.” Tulis pesan duka tersebut.

Kronologi detik-detik kepergian sang maestro diungkapkan oleh putrinya, Novita Dewi, yang juga seorang penyanyi. Ditemui di rumah duka di kawasan Pondok Mitra Lestari, Bekasi Selatan, Novita hadir melayat bersama suaminya, Alex Rudiart. Tidak kuasa menahan tangis, Novita bercerita tentang kondisi sang ayah sebelum wafat.

“Papi memang pernah kena stroke sebelumnya. Sejak adik saya yang nomor dua pergi ke Pekanbaru untuk kerja, papi makin menurun, merasa kesepian. Sering saya bawa nginep di rumah, tapi mami sering bilang jangan sampai rumah ini kosong. Tapi papi sering bilang, ‘Aku pengen sama boruku (putriku)`.” Ungkap Novita.

Jack sempat mengalami demam sebelum masuk masa kritis. Awalnya, Novita mengira itu hanya flu biasa. Namun, kondisinya memburuk dan muncul kekhawatiran ketika membawa ayahnya ke rumah sakit.

“Awalnya takut salah diagnosis. Ternyata ada infeksi bakteri, sepsis. Infeksi itu biasanya menyerang lansia dan anak-anak. Dokter sempat bilang infeksinya sudah bersih, tubuhnya bagus, tapi papi tetap tidak memberikan respons positif.” Ungkap Novita.

Selama di ICU, kondisi Jack semakin memburuk. Gerak tubuhnya mulai jarang terlihat, dan nafasnya sempat berhenti pada 4 Januari.

“Kemarin, papi sempat berhenti nafas. Kami sudah teriak-teriak, ‘Papi, kasih setengah jam lagi, ngomong dulu!’ Tapi selama beberapa hari di rumah sakit, papi sudah tidak bisa bicara.” Ucap Novita.

Novita Dewi mengenang sosok sang ayah, Jack Marpaung. Novita Dewi mengungkapkan bahwa sejak kecil, dia dan sang ayah memang dekat. Jack juga sering mengajak Novita untuk ikut dirinya bernyanyi dari panggung ke panggung.

“Ya aku dibawa kemana mana. Dari kecil aku dibawa kemana-mana. Ke mana dia nyanyi, papi nyanyi, selalu aku dibawa.” Ucap Novita Dewi di rumah duka.

Saat Novita mengikuti jejak sang ayah menjadi penyanyi, Jack luar biasa bangga. Jack juga sering membangga-banggakan putrinya itu di hadapan teman-temannya. Hingga pada akhirnya Novita dapat kesempatan untuk ikut manggung bersama Jack di Amerika.

“Bangga banget gitu loh punya anak penyanyi. Dibangga banggain. Aku pertama kali nginjak Amerika karena papi. Kalau bukan karena papi, aku enggak akan pernah nginjak, karena aku bukan siapa-siapa.” Ungkap Novita Dewi.

Menurut Novita, Jack memiliki peran yang besar dalam karier musiknya. Bahkan, kesempatan Novita untuk manggung di Amerika merupakan rekomendasi sang ayah. Berkat rekomendasi Jack, Novita bisa tampil duet dengan sang ayah di Amerika.

“Aku masih sangat muda (saat itu), tapi papiku yang rekomendasikan. Padahal yang diundang papi, tapi ternyata orang Amerika bilang ‘wah seru nih kalau bapak sama anak bisa nyanyi’. Ternyata aku bisa nyanyi dan menunjukan bahwa aku benar benar boru-nya Jack Marpaung. Dan senang berikutnya diundang lagi ke Amerika (nangis), nyanyi sama papi.” Ungkap Novita.

Jasad Jack Marpaung rencananya akan dikebumikan di San Diego Hills pada Hari Kamis, 9 Januari 2025. Keputusan ini diungkapkan oleh putrinya, Novita Dewi. Walau tidak ada alasan khusus yang mendasari pemilihan lokasi pemakaman ini, Novita menegaskan bahwa ayahnya tidak pernah meminta untuk dimakamkan di tempat tersebut.

Novita Dewi menjelaskan, walau ayahnya tidak menyukai kemewahan, keluarga merasa bahwa Tuhan telah memberikan yang terbaik untuk Jack Marpaung. Pemakaman di San Diego Hills dianggap sebagai penghormatan terakhir yang layak bagi seorang seniman besar yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi musik Batak.

Jack Marpaung meninggal dunia dengan status sahur matua, sebuah istilah dalam budaya Batak yang merujuk pada orang tua yang meninggal setelah semua anaknya menikah dan memiliki cucu. Acara adat sahur matua untuk Jack Marpaung diselenggarakan pada Hari Rabu 8 Januari 2025, sebagai bentuk penghormatan terhadap tradisi dan budaya yang dijunjung tinggi oleh keluarga.