Pengakuan Faby Marcelia Kehidupan Rumah Tangganya Dulu

Faby Marcelia membagikan kisah pahit yang ia alami selama membina rumah tangga bersama Revand Narya. Setelah 11 tahun menikah, keduanya resmi bercerai pada Februari 2024 lalu. Salah satu penyebab utama perpisahan mereka adalah kebiasaan silent treatment yang kerap dilakukan oleh sang mantan suami.

Setelah berpisah, Faby baru menyadari kalau sikap Revand yang lebih memilih diam saat menghadapi masalah ternyata tidak cocok dengan dirinya. Ia merasa banyak konflik rumah tangga mereka tidak pernah terselesaikan dengan baik.

“Ternyata beliau memang seperti itu orangnya. Dari awal banyak masalah yang nggak terurai, satu aja nggak selesai, gimana mau menyelesaikan yang lain.” Ujar Faby dalam kanal YouTube MAIA ALELDUL TV.

Silent treatment adalah perilaku pasif-agresif seseorang untuk menolak dalam berkomunikasi. Sikap tersebut dilakukan secara sengaja agar dia terlibat dalam sebuah interaksi secara tidak langsung. Umumnya, orang melakukan tindakan tersebut ingin menunjukkan jika dia sedang marah, kecewa, atau frustasi.

“Aku nggak paham, ya. Ternyata beliau seperti itu orangnya. Jadi ada masalah yang akhirnya nggak terurai.” Ucap Faby.

Silent treatment itu membuat Faby trauma dan kehilangan rasa percaya diri. Dia juga sering merasa takut dan terlalu berhati-hati setiap kali berbicara.

“Salah satunya jadi nggak percaya diri waktu ngomong. Karena di depan pasangan saja waktu aku ngomong, dia nggak respons dengan baik. Jadi setelah bercerai, aku mau ngomong atau dekat sama orang jadi kayak belajar ngomong lagi. Rasanya takut mau ngomong. Ada ketakutan tersendiri. Kayak, nanti kalau aku ngomong terus salah, gimana ya.” Ungkap Faby.

Tidak hanya mental, silent treatment yang diterima Faby juga berdampak pada kesehatan fisiknya.

“Jadi sakit-sakitan. Seminggu nggak mungkin nggak ke rumah sakit. Tapi beliau (Revand) tahunya aku capek syuting. Asam lambung karena stres juga. Karena aku juga nggak cerita ke siapa-siapa.” Ujarn Faby.

Faby kemudian memberanikan diri membagikan pengalamannya lewat media sosial. Tidak disangka, banyak warganet yang ternyata mengalami hal serupa dalam pernikahannya. Respons itu membuat Faby mulai mencari tahu lebih dalam tentang apa itu silent treatment dan dampak buruknya bagi kesehatan mental.

“Akhirnya aku tuh mencari tahu apa sih silent treatment itu. Ternyata dampaknya banyak banget. Salah satunya kita jadi nggak pede untuk ngomong. Ngomong sama orang tuh rasanya kayak belajar ngomong lagi,” Ungkap Faby.

Rasa tidak percaya diri itu sempat membuat Faby menarik diri dari berbagai undangan tampil di podcast milik rekan-rekan sesama artis. Ia merasa masih dibayangi ketakutan untuk berbicara di depan publik.

“Makanya setiap diundang ke podcast aku nggak pernah mau. Aku mikir, nanti kalau aku ngomong, bunda gimana ya?” Ucap Faby.

Ia mengaku merasa seperti harus belajar dari awal untuk bisa bicara dengan orang lain tanpa rasa cemas yang berlebihan. Trauma dari perlakuan silent treatment itu begitu membekas dalam dirinya.

“Jadi kayak orang belajar lagi. Ada ketakutan tersendiri sih untuk ngomong sama orang.” Pungkas Faby.

Melihat rumah tangga Faby yang karam sama seperti dirinya, Maia pun penasaran apakah terbesit rasa penyesalan dalam diri sang aktris.

“Ini pertanyaan orang menikah muda ya, termasuk buat gue. Nyesel nggak lu nikah muda?” Tanya Maia.

Dengan tegas, Faby menjawab, “Nggak sih. Karena kalau aku nyesel, nggak akan jadi Faby yang sekarang sih kalau buat aku.”

Lebih lanjut, Faby menceritakan permasalahan rumah tangganya dengan Revand. Di mana mereka berpisah karena ia yang tidak pandai mengomunikasikan segala sesuatu, sedangkan sang mantan suami yang suka memberikan silent treatment. Hingga akhirnya masalah dalam rumah tangga mereka menumpuk dan meledak layaknya bom waktu.

Faby juga terkesan memendam segala hal yang mengganjal dalam hati, sampai akhirnya mereka berdua harus meminta bantuan dari psikolog untuk menyelesaikan masalah rumah tangga. Terlebih Faby cenderung menjadi people pleaser, yang mana selalu memprioritaskan kebahagiaan orang lain di atas dirinya sendiri.

“Itu yang harus diubah. Bahwa kamu harus menghargai diri kamu sendiri, kamu harus bikin bahagia diri kamu sendiri, sehingga nanti pada akhirnya otomatis akan membuat siapa pun di sebelah kamu akan ikut happy.” Tutur Maia.

Faby pun merasa tertampar mendengar wejangan dari Maia. Termasuk soal ia yang harus lebih mendekatkan diri kepada Tuhan.