Recent Posts

Ibunda Julia Perez Menjual Apartemen Peninggalan Almarhumah

Ibunda Julia Perez Menjual Apartemen Peninggalan Almarhumah

Ibunda mendiang Julia Perez (Jupe), Sri Wulansih, kembali menjadi sorotan publik setelah menyampaikan permohonan bantuan secara terbuka kepada presenter kondang, Raffi Ahmad. Dengan penuh isak tangis, Sri Wulansih berharap Raffi dapat membantu meringankan beban finansial keluarganya dengan membeli dua unit apartemen peninggalan sang putri. Dalam …

Katy Perry Diperiksa Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Katy Perry Diperiksa Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama penyanyi Katy Perry, kini memasuki tahap penyelidikan polisi di Australia. Kepolisian Victoria mengonfirmasi bahwa mereka tengah menyelidiki laporan dugaan kasus kekerasan seksual yang disebut terjadi di Melbourne pada 2010 lalu. Penyelidikan ini dilakukan setelah aktris Ruby Rose melaporkan …

Kontroversi Steven Wongso

Kontroversi Steven Wongso

Media sosial tengah dihebohkan dengan ucapan kontroversial dari content creator Steven Wongso. Steven Wongso membuat video berisi ucapan menyakitkan tentang orang gemuk.

Ia menyamakan orang gemuk dengan anjing. Bahkan, menilai orang gendut lebih rendah dibanding binatang berkaki empat tersebut.

“Bagiku semua orang gendut itu anjing, amit. Emang bedanya kalian sama anjing apa? Makanan di depan kalian semua dihabisin kok, bahkan kalian orang gendut ini, lebih rendah daripada anjing lho.” Ucap Steven Wongso.

Walau demikian, pernyataan Steven Wongso tetap menjadi polemik di media sosial. Pernyataan tersebut dinilai menyakitkan dan tidak pantas. Banyak orang merasa tersinggung, terutama mereka yang memiliki pengalaman dengan berat badan.

Sejumlah warganet pun melayangkan kritik terhadap konten tersebut. Mereka menilai ucapan itu tidak mencerminkan empati maupun edukasi.

Salah satu yang turut angkat suara adalah aktor Ery Makmur. Ia diketahui pernah mengalami obesitas dan merasa perlu memberikan tanggapan. Melalui akun Instagram pribadinya, Ery menyampaikan keinginannya untuk bertemu langsung dengan Steven.

“Teruntuk @steven_wongso. Perkenalkan saya Ery Makmur, saya mantan obesitas.” Tulis Ery.

Ery juga mengajak Steven untuk berdiskusi secara langsung. Ia menilai komunikasi lewat media sosial berpotensi menimbulkan kesalahpahaman.

“Melalui postingan ini saya mengajak untuk berjumpa dan bertabayun. Kalo saling lempar opini via reels dikhawatirkan akan sangat melenceng konteks. Kapan dan dimananya saya ngikut jadwal Steven aja.” Ucap Ery.

Selain itu, Ery juga membuat video yang menampilkan potongan konten Steven. Ia mengulas satu per satu pernyataan yang dianggap bermasalah.

“Stephen Wongso, ayo kita ketemu. Kita lihat video pertama dia. Dia bilang semua orang gendut, tidak ada kecuali. Bahkan dia bilang lebih rendah daripada anjing. Faktor orang gendut itu banyak banget.” Ujar Ery.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya bukan seorang dokter. Namun, ia ingin melihat persoalan ini dari sudut pandang yang lebih luas.

“Gue bukan dokter, gue gak mau bahas hal detail di sana. Tapi kita lihat video dia yang kedua.” Ucap Ery.

Dalam video kedua, Steven terlihat memberi makan anjing. Ia kembali mengaitkan hal tersebut dengan orang berbadan gemuk.

“Nah bener kan? Orang gendut itu kayak anjing.” Ucap Steven.

Menurut Ery, penggunaan perbandingan tersebut sangat tidak pantas. Ia menilai konten tersebut dibuat tanpa mempertimbangkan perasaan orang lain.

“Membawa wujud asli anjing, dan menyamadengankan orang gendut dengan anjing. Gak punya nurani sih, dan kita lihat video dia yang ketiga.” Tutur Ery.

Pada video ketiga, Steven menyebut dirinya sendiri sedang mengalami kenaikan berat badan. Ia juga mengaitkannya dengan pernyataan sebelumnya.

“Iya sekarang aku lagi gendut dan aku orangnya fair, makanya sekarang aku kayak anjing. Makanya aku sekarang lagi diet.” Ucap Steven.

Video itu kemudian dianalisis oleh Ery. Ia mencoba memahami maksud sebenarnya dari konten tersebut.

“Paham gue paham, Intinya dia itu mau ngomong di video yang ketiga doang. Dia mau ngomong kalau dirinya lagi gendut dan dia merasa dirinya seperti anjing. Dia mencari crowd keramaian, biar view dia naik dengan nyenggol orang. Ya masih banyak cara lain sih.” Tutur Ery.

Ery kemudian mempertanyakan tujuan dari konten tersebut. Ia menilai tidak ada unsur motivasi yang jelas dalam penyampaiannya.

“Kalau dibilang lo mau memotivasi orang-orang gendut untuk berubah. Lo udah bikin konten apa? Agar orang-orang gendut ini termotivasi dan lo ngasih tau caranya supaya keluar dari obesitas seperti apa.” Ujar Ery.

Ery juga meminta bukti konkret jika memang tujuan konten tersebut adalah untuk memotivasi. Menurutnya, klaim tersebut harus disertai data.

“Apakah dengan konten-konten lo seperti ini orang-orang gend ut termotivasi? Ayo keluarin datanya, keluarin faktanya, berapa banyak yang termotivasi,”ue bisa nunjukin itu!” Tegas Ery.

Di akhir pernyataannya, Ery Makmur kembali mengajak Steven untuk bertemu. Ia berharap persoalan ini bisa diselesaikan dengan komunikasi langsung.

“Yuk ketemuan yuk, dibalas DM gue, dibalas komen-komen gue. Dan kalau lo bilang ini Cuma sekedar bercanda, bercanda lo jelek.” Pungkas Ery.

Selain menyentil orang gendut, ia juga menyamakan penjual martabak dengan penjual narkoba. Ucapan itu berangkat dari keresahannya terhadap tingginya kandungan gula dalam seporsi makanan martabak manis.

“Menurut keyakinan saya, semua penjual martabak manis itu banyak dosanya. Amit Pak, Bu.” Ujar Steven.

Ia menyebut tingginya kandungan gula dalam martabak manis bisa berdampak buruk pada kesehatan. Bahkan, konten kreator itu sampai menyebut martabak seperti obat terlarang karena efek bahayanya.

“Sadar nggak seberapa banyak gula dalam adonan martabak Bapak, Ibu? Itu bener-bener bisa ngebunuh orang kalau terus-terusan. ‘Tapi kan makannya seminggu sekali’, ‘Amit Pak, Bu, emang martabak manis bukanya seminggu sekali? Sadar nggak kalau penjual martabak manis sama kayak penjual narkoba tapi versi legal?” Ujar Steven.

Lebih lanjut, ia juga meminta para penjual untuk memperhatikan kandungan gula dalam dagangan mereka. Ia berharap di tahun 2026 ini lebih banyak yang menjual makanan sehat.

“Udahlah jual yang aman-aman aja. Ini sudah 2026, jualan yang sehat-sehat aja. Sadar nggak banyak orang yang meninggal karena gula? Bahkan yang meninggal karena gula lebih banyak daripada yang meninggal karena narkoba tiap tahunnya.” Ucap Steven.

Sontak, pernyataan Steven Wongso itu langsung memicu perdebatan netizen. Bahkan beberapa pedagang martabak manis sampai mem-blacklist Steven di warung mereka.

“Dilarang beli.” Bunyi tulisan dalam sebuah warung martabak manis seraya menyertakan foto Steven Wongso.

Melalui unggahan akun Instagram-nya @nickytirta, Nicky tampak menyindir sang konten kreator. Aktor sekaligus chef yang memiliki bisnis martabak ini tampaknya tak mampu membendung amarahnya terhadap Steven.

“Daripada TANTRUM, mendingan beli Martabak Manis! Jangan lupa extra butter pake keju melelehhhh.. YUMMMMMMYYYY. Tag ke orangnya dong, maaf saya males ngetik namanya.” Tulis Nicky Tirta.

Fajar Sadboy Mengalami Kecelakaan Tunggal

Fajar Sadboy Mengalami Kecelakaan Tunggal

Selebritas Fajar SadBoy baru saja mengalami kecelakaan tunggal beberapa waktu lalu di daerah Jakarta Timur. Fajar yang hendak pulang ke apartemennya mengalami kecelakaan tunggal saat berkendara. Fajar yang sedang berbelok ke kiri tiba-tiba tergelincir karena kondisi jalan licin. “Waktu itu saya dari kantor mau balik …

Brian Adrianto Master Chef Season 5 Meninggal Dunia

Brian Adrianto Master Chef Season 5 Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari alumni MasterChef Indonesia Season 5, Brian Ardianto. Brian dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 6 April 2026. Informasi tersebut disampaikan melalui unggahan resmi akun MasterChef Indonesia dan RCTI pada 6 April 2026. Dalam unggahan itu, pihak MasterChef menyampaikan belasungkawa serta doa untuk …

Dude Harlino Dan Alyssa Soebandono Jalani Pemeriksaan Terkait PT DSI

Dude Harlino Dan Alyssa Soebandono Jalani Pemeriksaan Terkait PT DSI

Pasangan selebritas Dude Harlino dan Alyssa Soebandono mendatangi Bareskrim Polri pada Hari Kamis, 2 April 2026 kemsrin. Mereka memenuhi panggilan penyidik terkait dugaan kasus penipuan investasi senilai Rp 2,4 triliun. Kasus besar ini menyeret nama PT Dana Syariah Indonesia (DSI).

Dude dan Alyssa tiba dengan penampilan santai, namun tetap terlihat sangat kooperatif. Dude mengenakan kemeja biru muda saat memasuki gedung pemeriksaan Polri tersebut, sementara itu Alyssa tampil anggun menggunakan gamis hitam dengan paduan kerudung cokelat.

“Undangan untuk ngasih keterangan terkait DSI ini dari Bareskrim.” Ucap Dude di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan.

Dude mengaku ini merupakan pengalaman pertamanya berurusan dengan pihak Bareskrim. Selanjutnya, ia berharap kehadirannya dapat membantu proses penyidikan polisi secara maksimal.

“Iya betul, pertama kali dan juga mungkin Bareskrim nanti butuh informasi dari kita, mudah-mudahan bisa bermanfaat.” Ujar Dude.

Pasangan artis Dude Herlino dan Alyssa Soebandono menjalani pemeriksaan selama lima jam sebagai saksi dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan penyaluran pendanaan oleh PT Dana Syariah Indonesia (PT DSI).

Pemeriksaan dilakukan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri di Gedung Bareskrim Polri. Kepala Tim Penyidik Dittipideksus Brigjen Pol Susatyo Purnomo Condro, mengatakan pemeriksaan dimulai sekitar pukul 11.00 WIB dan berakhir pukul 16.00 WIB.

“Kami memulai pemeriksaan sekitar pukul 11.00 dan berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Selama kurang lebih lima jam, penyidik mengajukan puluhan pertanyaan.” Ujar Susatyo.

Kuasa hukum Dude dan Alyssa, Muhamad Alyudi Harahap, menyampaikan kedua kliennya menjawab puluhan pertanyaan yang berfokus pada peran mereka sebagai brand ambassador PT DSI. Dude Herlino menerima 32 pertanyaan, sementara Alyssa Soebandono mendapat 21 pertanyaan.

“Pertanyaan berkisar pada job desk mereka di PT DSI sebagai brand ambassador.” Tutur Alyudi.

Alyudi menegaskan, peran keduanya sebatas hubungan profesional sebagai brand ambassador dan tidak terlibat dalam manajemen internal perusahaan.

“Kerja-kerjanya profesional dan proporsional. Keduanya tidak memiliki keterlibatan dalam pengelolaan internal perusahaan. Kehadiran mereka juga untuk membantu penyidik dalam proses penegakan hukum terkait perkara PT DSI.” Jelas Alyudi.

Dude Herlino menambahkan kehadiran dirinya bersama Alyssa merupakan bentuk pemenuhan undangan penyidik sebagai saksi.

“Kami hadir memenuhi undangan sebagai saksi dari proses yang sedang berjalan berkaitan dengan PT DSI. Pertanyaan berkaitan dengan job desk pekerjaan kami sebagai brand ambassador. Penyidik ingin mengetahui secara mendalam apa saja tugas kami. Kami tidak ada kaitan dengan internal manajemen. Peran kami profesional sebagai brand ambassador.” Ujar Dude.

Keterlibatan pasangan ini bermula dari peran mereka sebagai wajah utama perusahaan tersebut. Dude menjelaskan, bahwa mereka pernah menjadi Brand Ambassador (BA) selama kurun waktu tiga tahun.

“Dari 2022-2025, tiga tahun lah kira-kira. Sekarang sudah kelar.” Ungkap Dude.

Walau kini tidak lagi terikat, Dude menegaskan dirinya tetap menjalin komunikasi dengan para korban yang tergabung dalam Paguyuban Lender. Ia bahkan mengaku cukup intens berinteraksi sejak akhir 2025.

“Kalau dengan Paguyuban Lender, kita cukup intens ya. Dari akhir 2025 itu kita mulai bersama-sama.” Ujar Dude.

Ayah dua anak itu merasa memiliki tanggung jawab moral untuk ikut membantu para korban menyuarakan keresahan mereka, meski posisinya hanya sebagai mantan brand ambassador.

“Secara komunikasi kita saling support. Saya juga ingin membantu para lender supaya mereka bisa tersuarakan.” Jelas Dude.

Dude juga mengaku lega akhirnya bisa memberikan keterangan secara langsung di hadapan penyidik. Ia berharap proses hukum yang berjalan dapat mengungkap kasus ini secara terang dan memberikan keadilan bagi para korban.

“Harapannya semua bisa lebih jelas dan para korban mendapatkan haknya.” Pungkas Dude.

Hingga kini, penyidik Dittipideksus Bareskrim Polri telah menetapkan tiga orang tersangka utama. Mereka adalah Direktur Utama Taufiq Lajufri, Komisaris Arie Rizal Lesmana, dan mantan Dirut Mery Yuniarni. Polisi kini telah menahan ketiga petinggi tersebut di Rutan Bareskrim Polri.

Kasus ini terungkap setelah PT DSI terbukti melakukan praktik penipuan bermodus proyek fiktif. Perusahaan mencatut data peminjam lama untuk menarik dana investasi baru dari masyarakat. Akibatnya, sebanyak 11.151 korban mengalami kerugian total hingga mencapai Rp 2,4 triliun.

Selain itu, Bareskrim Polri juga telah memblokir 63 rekening milik pihak terafiliasi. Polisi berhasil menyita uang sebesar Rp 4 miliar dari puluhan rekening perbankan tersebut. Para tersangka kini terancam hukuman berat berdasarkan pasal berlapis termasuk UU ITE.

 

Clara Shinta Beberkan Tingkah Laku Suaminya

Clara Shinta Beberkan Tingkah Laku Suaminya

Jagat maya kembali diramaikan oleh aksi kontroversial selebgram ternama, Clara Shinta. Pada momen libur usai Lebaran 2026, Clara secara tiba-tiba mengungkap dugaan perselingkuhan yang dilakukan suaminya, Muhammad Alexander Assad, melalui unggahan yang viral di media sosial. Permasalahan rumah tangga tersebut mencuat setelah Clara membagikan bukti …

Chappel Roan Dilarang Tampil Di Konser Tondo No Munro Di Brasil

Chappel Roan Dilarang Tampil Di Konser Tondo No Munro Di Brasil

Kabar tidak sedap datang dari penyanyi pop Chappell Roan yang dilaporkan dilarang tampil di konser Todo Mundo no Rio, Brasil, setelah muncul tuduhan bahwa ia mengirim pengawal untuk mengintimidasi seorang anak berusia 11 tahun. Anak tersebut diketahui merupakan putri dari aktor Jude Law yang secara …

Cucu Mpok Nori Ditemukan Tewas Dibunuh

Cucu Mpok Nori Ditemukan Tewas Dibunuh

Nasib tragis dialami Dwhinta Anggary, perempuan yang ditemukan tewas di kamar kontrakannya di Jalan Daman I, RT 08/RW 02, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Hari Sabtu 21 Maret 2026 kemarin.

Korban yang merupakan cucu seniman legendaris Betawi, Mpok Nori, diduga dibunuh oleh mantan suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel alias Fuad, warga negara Irak yang dikenalnya saat bekerja sebagai TKI di Malaysia.

“Iya benar korban cucu Mpok Nori.” Ujar kakak kandung korban, Aji Dwi Cahyadi.

Aji berharap pelaku dihukum dengan hukuman setimpal atas perbuatannya terhadap korban.

“Harapan keluarga, hukuman yang diterima seganjar atas apa perlakuan ke almarhumah, jika perlu hukum siksa sampai mati juga.” Ujar Aji.

Kakak kandung korban, Dian Puspitasari, mengungkapkan bahwa hubungan keduanya telah berakhir sejak awal Februari 2026 setelah korban ditalak secara lisan.

“Sama mantan suaminya itu sudah ditalak secara omongan. Dikira suaminya ini sudah pergi jauh, enggak tahunya dia pindah ngontrak di depan.” Ujar Dian.

Sebelumnya, pasangan tersebut sempat tinggal di kawasan Puncak, Bogor, sebelum akhirnya menetap di Cipayung. Selama berumah tangga, Dian mengaku tidak pernah mendengar secara langsung adanya kekerasan dalam rumah tangga. Namun, ia melihat adanya perubahan hubungan setelah korban mulai aktif bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Sejak adik saya kerja, temannya jadi banyak, ada aktivitas di luar dan banyak interaksi. Mungkin dia (pelaku) cemburu.” Ujar Dian.

Sebelum Beraksi Ia juga menuturkan, bahwa pelaku cenderung membatasi pergaulan korban dan memiliki karakter komunikasi yang keras. Dian mengungkapkan, selama pernikahan, korban sempat mengalami tiga kali keguguran. Dalam kondisi tersebut, pelaku disebut tidak mendampingi korban.

“Sampai dikuburin pun itu adik saya yang cowok yang selalu mengazanin, yang mengurusin semuanya.” Tutur Dian.

Sebelum kejadian, warga sempat melihat pelaku dan korban terlibat cekcok pada Kamis malam. Dian mengatakan, dirinya berkomunikasi terakhir dengan korban terjadi pada Kamis malam sekitar pukul 21.30 WIB.

“Nah, pas hari Jumat memang kita enggak ketemu, karena kan itu pada sibuk masing-masing mau Lebaran.” Ujar Dian.

Dian mengaku sempat melintas di rumah korban sehari setelahnya, namun tidak menaruh curiga karena kondisi rumah tampak tertutup. Ia menduga korban telah lama dipantau oleh pelaku sebelum kejadian.

“Terakhir itu saya mau ke pasar hari Kamis, papasan sama saudara saya. Ternyata dia (pelaku) ada di belakang.” Ucap Dian.

Dalam rekaman, pelaku terlihat mondar-mandir sebelum melancarkan aksinya.

“Tersangka sempat bolak-balik mantau pakai motor. Nah, di atas jam dua belas itu dia balik lagi bawa karpet, gagang pacul, sama lakban.” Ungkap Dian.

Pelaku terlihat datang sekitar pukul 00.03 WIB dengan membawa senjata tajam dan keluar sekitar pukul 00.09 WIB.

“Pas keluar bajunya sudah beda.” Ujar Dian.

Pisau yang diduga digunakan dalam aksi tersebut sempat disembunyikan di kontrakan pelaku sebelum akhirnya ditemukan. Sosok korban di mata keluarga Di mata keluarga, korban dikenal sebagai pribadi yang baik, penurut, dan mudah mengalah.

“Korban itu baik banget, penurut, dan suka mengalah. Soalnya kadang kalau kita omelin atau sindir-sindir, dia Cuma nyengir saja, murah senyum orangnya.” Tutur Dian.

Korban juga dikenal sangat menyayangi anak-anak, terutama keponakan di lingkungan keluarga. Atas peristiwa tersebut, keluarga berharap pelaku mendapat hukuman setimpal.

“Kalau pelaku ya hukum seadil-adilnya saja, seberat mungkin. Tapi, kita ikuti prosedur dari kepolisian saja.” Pungkas Dian.

Pelaku ditangkap di dalam bus saat hendak kabur ke Sumatera. Penangkapan dilakukan pada Sabtu siang. Bus yang ditumpangi pelaku menuju Pulau Sumatera dihentikan polisi saat berada di Kilometer 68 Tol Tangerang-Merak, Banten.

Polisi langsung menaiki bus itu dan mencari keberadaan pelaku. Polisi langsung mengambil ponsel yang digenggam pelaku dan memintanya turun dari bus.

Pelaku langsung turun dari bus dan digiring ke Mapolda Metro Jaya untuk diperiksa lebih lanjut. Dalam video itu disebutkan pelaku sempat kabur ke Bogor hingga Sukabumi untuk menghilangkan jejak.

Polisi telah menetapkan F sebagai tersangka dalam kasus ini. Polisi mengatakan F dijerat dengan Pasal 458 subsider Pasal 468 KUHP.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal sebelumnya mengungkap alasan F tega menghabisi korban. Alfian mengatakan korban mengajak pisah tapi pelaku menolak.

“Korban ingin pisah hubungannya dengan tersangka, namun tersangka tidak mau. Pembunuhan dilakukan sekitar Kamis malam dan diketahui pada Sabtu pagi.” Beber Alfian.

Keenan Nasution Akan Cabut Gugatan Terhadap Vidi Aldiano

Keenan Nasution Akan Cabut Gugatan Terhadap Vidi Aldiano

Linimasa media sosial (medsos) sedang hangat memperbincangkan terkait sosok pencipta lagu Nuansa Bening, Keenan Nasution dan Budi Pekerti yang secara resmi mencabut gugatan kasasi terhadap mendiang Vidi Aldiano. Pencabutan gugatan kasasi yang sudah berjalan di Mahkamah Agung (MA) tersebut diutarakan oleh kuasa hukum Keenan Nasution, …