Epy Kusnandar Alias Kang Mus Meninggal Dunia

Kabar duka yang menyelimuti dunia hiburan Tanah Air semakin terasa haru setelah keluarga mengungkapkan detik-detik kepergian aktor Epy Kusnandar. Pemeran Kang Mus dalam Preman Pensiun itu mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON), Jakarta, pada Hari Rabu, 3 Desember 2025 pukul 14.24 WIB. Kabar duka itu dikonfirmasi sang istri, Karina Ranau, melalui akun media sosial pribadi.

“Telah berpulang ke Rakhmatullah Epy Kusnandar bin Erning Sutarsa.” Isi pengumuman duka itu.

Karina Ranau juga membagikan informasi bahwa rumah duka Epy Kusnandar berada di Harmony Residence 88 Jalan Pasir Jagakarsa Jakarta Selatan.

Keluarga yang diwakili oleh anaknya, Damar Rizal Marzuki, dan adiknya, Deniar Hendarsah, menceritakan semua terjadi dengan sangat cepat.

Kejadian berawal sejak pagi, sekitar pukul 05.30 WIB, saat Damar menerima kabar dan langsung bergegas menuju rumah sakit. Saat itu, Epy Kusnandar ditemukan Karina Ranau, sang istri, sudah dalam kondisi kritis.

“Kronologisnya begitu cepat kalau kata dokter. Karena, penyakitnya berhubungan dengan alat yang paling vital, otak manusia ya. Sama kayak jantung.” Ujar Damar saat ditemui di rumah duka kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan.

Begitu tiba di RS PON, kondisi Epy sudah berada pada titik yang sangat mengkhawatirkan. Keluarga merasa hanya bisa berharap ada keajaiban.

“Penyakit jantung, penyakit otak, itu bisa tiba-tiba. Bisa dalam hitungan detik, tidak sampai berhari-hari atau berbulan-bulan. Itu di situ udah mulai menunggu keajaiban gitu.” Ucap Damar.

Deniar kemudian menjelaskan penyebab utama kondisi kritis tersebut. Ada penyumbatan pada pembuluh darah di bagian batang otak Epy Kusnandar.

“Penyumbatan pembuluh darah di batang otak. Yang tersumbatnya hanya satu tapi itu pusat kontrol kehidupan. Gerak, napas.” Ujar Deniar.

Karena kondisi sudah memasuki tahap semi-koma dengan tensi sangat tinggi, dokter menyatakan tindakan operasi tidak memungkinkan. RS PON telah melakukan berbagai upaya, termasuk alat bantu oksigen dan obat-obatan untuk meningkatkan kesadaran.

Detik-detik terakhir terasa begitu emosional. Ruangan tempat Epy Kusnandar dirawat dipenuhi keluarga dan kerabat yang memberikan dukungan hingga momen paling akhir.

“Akhirnya dengan bertahan beberapa jam, beberapa menit, sampai di suatu saat di ruangan itu udah dipenuhi sama keluarga, sama kerabat, terus menyemangati, ya akhirnya di pukul 14.24 WIB dinyatakan detak jantung berhenti dan napas… napas berpulang.” Ungkap Deniar.

Epy Kusnandar seakan meninggal dunia dengan sederet pesan terakhir. Mulai dari wasiat pemakaman, hingga ucapan pamit yang disampaikan kepada keluarga dan kerabat. Salah satu firasat kepergian Epy pun ada yang membuat pihak keluarga cukup jengkel.

Anak almarhum, Quentin Stanislavski Kusnandar, menceritakan bahwa mendiang Epy Kusnandar sering membahas perihal kematian ketika masih dalam keadaan sehat.

“Papi tuh emang dari dulu suka ngomongin kematian terus. Mungkin karena dia penasaran kali ya sama apa setelahnya.” Ucap Quentin.

Diakui Quentin, ucapan itu sering membuat keluarganya jengkel. Ia baru memahami pesan tersebut setelah sang ayah dinyatakan meninggal dunia pada Rabu, 3 Desember 2025 kemarin.

“Keluarga pasti enggak suka dong kalau dengerin Papi ngomong begitu. Cuma ya mau gimana lagi, emang takdirnya begini.” Ucap Quentin.

Karina Ranau juga mengungkap firasat lain sebelum kepergian sang aktor. Epy dikatakan Karina sempat berpamitan kepada keluarga dan karyawan di warung makan miliknya. Saat itu, Karina juga merasa bingung dengan sikap tak biasa sang suami.

“Tiba-tiba dia datang ke warung di Samali, dengan pakai jaket kulit, dengan senyum ceria, bahagia, tanpa sedikitpun terlihat sakit. Dia ngajak anak-anak berkumpul di warung. Menitipkan pesan. Dia bilang, ‘Mungkin ini pertemuan terakhir atau bisa jadi awal dari semuanya’ dan menitipkan anak-anak.” Kenang Karina.

Mendiang Epy Kusnandar ternyata pernah menyampaikan wasiat kepada keluarga untuk memakamkannya di Garut, Jawa Barat. Namun, pihak keluarga memilih memakamkan Epy di TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan. Quentin Stanislavski Kusnandar, menyebut wasiat itu disampaikan sang ayah ketika masih sehat.

“Hmm, iya. Papi emang terakhir dulu bilang kalau mau dimakamin di Garut.” Ucap Quentin.

Quentin menjelaskan alasan keluarganya tidak memenuhi wasiat tersebut. Makam Epy saat ini dinilai sangat memudahkan keluarga untuk berziarah.

“Keluarga, termasuk aku, ngerasa kalau misalnya di Garut aksesnya agak susah. Jadi kalau mau menjenguk enggak bisa sesering kalau misalnya di dekat sini. Biar lebih dekat kali ya. Soalnya kan anak-anak Ibu kan di sini semua, adik-adiknya Papi pada di sini semua. Jadi biar kita bisa berkumpul ke sini lagi dengan mudah.” Pungkas Quentin.