Sarwendah Dituding Melakukan Pesugihan Di Gunung Kawi

Nama Sarwendah mendadak ramai menjadi perbincangan usai sebuah video yang beredar di media sosial X memunculkan dugaan keterlibatannya dalam ritual mistis di kawasan Gunung Kawi, Jawa Timur.

Video tersebut pertama kali ramai dibahas setelah diunggah akun @Dunia_berita09. Dalam potongan rekaman yang viral itu, terlihat seorang pria yang mengaku sebagai juru kunci Gunung Kawi tengah diwawancarai mengenai sejumlah figur publik yang disebut pernah datang ke lokasi tersebut.

Saat ditanya mengenai siapa saja artis yang pernah berkunjung, pria tersebut tanpa ragu menyebut nama Sarwendah.

“Orang-orang berhasil motong sapi seperti ini. Syukuran, mengucapkan rasa terima kasih. Banyak sekali artis yang datang, ada yang biasa di Indosiar itu. Ya termasuk Sarwendah itu juga ke sini.” Ucap pria dalam video tersebut.

Pernyataan itu langsung memancing rasa penasaran netizen. Apalagi, pria tersebut juga mengklaim bahwa kedatangan sejumlah artis ke Gunung Kawi bukan sekadar wisata biasa.

“Ya ada acara, memang punya tujuan. Ya ritual.” Tambahnya.

Tidak butuh waktu lama, potongan video tersebut langsung menyebar luas dan menuai beragam komentar dari netizen. Sebagian warganet bahkan mulai mengaitkan isu itu dengan kehidupan pribadi Sarwendah, termasuk kondisi kesehatan mantan suaminya, Ruben Onsu, yang sempat menjadi sorotan beberapa waktu lalu.

Berbagai spekulasi pun bermunculan di media sosial. Tidak sedikit netizen yang menyeret isu mistis dan menghubungkannya dengan masalah rumah tangga hingga sakit yang pernah dialami Ruben.

“Bukan suuzon, tapi emang bener kalau Sarwendah betul begininya berarti fix penyebab Ruben dulu sering sakit dan selalu merasa ketakutan. Enggak ada yang gratis di dunia ini. Setiap ritual pasti ada “tumbal”nya.” Ucap netizen.

“Namanya pesugihan kagak ada yang gratis.” Timpal yang lain.

Tim kuasa hukum Sarwendah memberikan penjelasan terkait isu pesugihan di Gunung Kawi yang belakangan viral di media sosial. Isu tersebut mencuat setelah muncul video unggahan Pesulap Merah yang menampilkan keterangan dari seorang juru kunci di lokasi tersebut. Pihak Sarwendah menilai tudingan itu tidak benar dan termasuk fitnah.

Salah satu kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, menjelaskan bahwa kedatangan kliennya ke Gunung Kawi terjadi sekitar tahun 2021 hingga 2022 untuk keperluan syuting podcast bertema horor.

“Perlu kami luruskan bahwa yang terjadi adalah sebenarnya pada saat itu, sudah cukup lama, kira-kira 2021-2022 lah. Jadi pada saat itu memang ada syuting podcast Kakak Beradik.” Ujar Abraham Simon.

Menurut Abraham, konsep podcast tersebut memang mengangkat tema horor sehingga proses produksi dilakukan di sejumlah tempat yang dikenal memiliki nuansa mistis atau dianggap sakral.

Simon juga menegaskan bahwa Sarwendah tidak datang sendirian. Saat itu, mantan personel Cherrybelle tersebut didampingi oleh Jordi Onsu bersama seluruh kru produksi.

“Podcast, jadi memang temanya horor begitu. Jadi memang ada pengambilan gambar dan video di sana. Jelas-jelas begitu. Jadi, ya ini pemberitaan-pemberitaan yang sebenarnya mungkin niatnya menghibur begitu ya awalnya, mencari sensasi, tapi dengan viral seperti ini cukup merugikan klien kami namanya disebut-sebut. Ini kan fitnah berarti ya.” Tegas Simon Abraham.

Kuasa hukum lainnya, Chris Sam Siwu, turut membela reputasi Sarwendah. Ia menyebut ada framing negatif terhadap kliennya seolah-olah mencari kekayaan dengan cara instan.

“Klien kami ini kalau dibilang pesugihan, itu bertolak belakang dengan apa yang dilakukan oleh klien kami. Klien kami itu kalau bisa dilihat dia bekerja dari pagi sampai malam, pagi sampai malam. Bertolak belakang dengan pesugihan. Pesugihan orang gak usah kerja tiba-tiba datang semua itu sendiri uangnya. Nah, ini jauh.” Tutur Chris Sam Siwu.

Pihak kuasa hukum mengaku saat ini masih mempelajari video-video yang beredar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk konten yang diunggah Pesulap Merah. Mereka juga mempertimbangkan kemungkinan somasi hingga jalur hukum apabila ditemukan unsur pencemaran nama baik.

“Kita akan pelajari nanti kalau memang ada kaitannya dengan pencemaran kita akan mungkin coba somasi dulu, kita duduk bersama dulu ya. Kalau memang tidak sengaja, ya, kita maafkan ya. Tapi kalau memang sudah sebuah kesengajaan, ya, pasti kita akan laporkan.” Tutur Chris.

Chris juga menegaskan pihaknya belum ingin terburu-buru mengambil kesimpulan terhadap para pembuat konten yang ikut menyebarkan narasi tersebut.

“Kalau memang video ini disebarkan atau memang di-framing menjelekkan nama baik klien kami, kami pasti akan lakukan upaya hukum seperti yang sebelum-sebelumnya. Ya, jadi kita akan pelajari dulu terkait video yang beredar.” Pungkas Chris Sam Siwu.