Penyanyi Senior Irianto Erningpraja Meninggal Dunia

Musisi senior Irianti Erningpraja meninggal dunia padaHari Selasa, 27 Mei 2025, pukul 14.14 WIB. Ia tutup usia setelah sempat dirawat di RSUD Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Peco mengaku sempat menjalin komunikasi terakhir dengan sang istri. Namun, Irianti hanya meringis kesakitan seraya meminta tolong kepada sang suami.
“Dia teriak, ‘Tolooonnggg’, saya sedih loh, kesakitan gitu. Itu komunikasi terakhir, ya gimana? Saya nggak bisa apa-apa.” Beber Peco Seno.
Peco mengaku ikhlas melepas kepergian Irianti. Meski begitu, ia masih sulit untuk melupakan kenangan manis dengan sang istri.
“Kita sebenarnya berencana pindah ke Bali, tapi karena penyakit-penyakit itu ya akhirnya tertunda. Karena kita belum punya tempat yang permanen, rumah sakit juga kita belum tahu, dan lain sebagainya.” Ucap Peco Seno.
Peco Seno, suami Irianti Erningpraja mengungkap riwayat sakit yang diderita almarhumah. Ia menyebut mendiang sudah lama berjuang keluar masuk rumah sakit, berjuang melawan kanker.
“Kalau sakitnya sudah lama, kami tahunya juga sudah setahun. Terus sudah keluar masuk RS itu secara intens sejak Oktober tahun lalu, sempat ada yang salah salah sedikitlah kayak begitu, pindah-pindah rumah sakit, jadi, ya beginilah.Terakhir juga sebenarnya kemarin sore sudah keluar dari RS minta pulang, tetapi pagi-pagi ternyata sudah enggak kuat lagi, dan kami langsung bawa ke UGD. Nah tadi siang siang jam 14.14 WIB. Sakit kanker.” Tutur Peco Seno.
Seno mengungkapkan bahwa sakit kanker yang diderita almarhumah terdeteksi sejak pertengahan 2024. Sejak itu Irianti Erningpraja rutin memeriksa kondisi tubuhnya.
“Kalau gejala pertama sih, atau gejala yang terdeteksi pertengahan 2024 tuh berarti sudah setahun lebih, 1,5 tahunlah. Satu tahunlah. Medical itu sejak September, biopsi dan sebagainya, berarti sampai sekarang berapa lama, 8 bulanan totalnya.” Jelas Peco Seno.
Diakui Seno, tidak ada pesan khusus yang disampaikan Irianti Erningpraja sebelum meninggal dunia. Namun Seno sempat merasakan firasat tentang istrinya yang akan pergi untuk selamanya.
“Enggak ada sih kalau pesan khusus. Kalau firasat, paling ada yang loss. Sebelum dia pergi kayak ada yang loss. Saya enggak bisa share, itu menyangkut orang lain.” Ucap Peco Seno.
Kepergiaan Irianti Erningpraja menyisakan duka mendalam bagi keluarga, terutama suami, Peco Seno, yang menyebut mendiang adalah belahan jiwa. Seno menganggap kebersamaan dengan Irianti Erningpraja layaknya petualangan.
“Sebagai istri yang luar biasa, dia soulmate saya. Kami kayak petualanganlah begitu berdua. Beliau multitalenta, punya wawasan luas, inisiatifnya tinggi.
Banyaklah talentanya, sulit kalau sebutin satu per satu. Ajak ini ya, ajak itu ya. Tapi yang terakhir musik ya, nulis, terus bikin lagu sampai terakhir.” Ucap Peco Seno di rumah duka, Kawasan Pejaten, Jakarta Selatan.
Seno mengenang momen indah yang dilalui bersama Irianti Erningpraja, menurutnya banyak keajaiban yang mewarnai perjalanan pernikahannya.
“Luar biasa itu, petualangan luar biasa menikah dengan dia. Kami menikah di Australia, banyak hal menarik untuk diceritakan. Salah satunya kita beli tanah, tapi enggak kita samperin. Kita cuma tunjuk, eh di tanah itu ada air terjun.” Ungkap Peco Seno.
Jenazah Irianti Erningpraja kini telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Jeruk Purut, Jakarta Selatan pada Hari Rabu 28 Mei 2025 kemarin sekitar pukul 10.00 WIB.
Jenazah Irianti diantar suaminya, Peco Seno, dan dua putranya sampai ke liang lahat. Awalnya, kedua putra Irianti masuk ke dalam liang lahat dengan arahan ustaz. Kemudian, Peco ikut masuk ke tempat peristirahatan terakhir sang istri. Kemudian jenazah Irianti yang telah dibungkus kain kafan diturunkan ke liang lahat, lalu salah satu putra Irianti melantunkan adzan.